Memanfaatkan Sampah Organik, Tim MIPA eLKISI berhasil membuat Eco Enzyme

0
203
Memanfaatkan Sampah Organik, Tim MIPA eLKISI berhasil membuat Eco Enzyme

Santri eLKISI yang tergabung dalam Tim MIPA (Matematika IPA) eLKISI telah melakukan percobaan pembuatan Eco Enzyme. Eco enzyme merupakan cairan hasil dari fermentasi sampah organik. Dari proses fermentasi ini dihasilkan kandungan disinfektan berupa alkohol dan senyawa kimia asam.

Tujuan percobaan ini untuk memanfaatkan sampah organik menjadi eco enzyme. Manfaat eco enzym untuk pembersih lantai, kaca, dan permukaan perabot plastik. Eco enzyme juga bisa dipakai untuk mencuci buah dan sayuran. Cairan ini juga bisa untuk menyuburkan tanaman sekaligus sebagai pestisida alami.

Pembuatan Eco Enzyme oleh Tim MIPA eLKISI sudah dimulai sejak bulan Agustus 2020. Bahan-bahan yang digunakan berupa kulit buah seperti buah naga, melon, dan sayuran. Bahan berupa kulit buah atau sayur dipotong kecil dimasukkan ke dalam botol. Tambahkan cairan gula aren ke dalam botol tersebut. Perbandingan sampah organik, gula, dan air adalah 3:1:10. Misalnya, 300 gram sisa organik, 100 gram gula, dan 1 kilogram (atau 1 liter) air. Tutup rapat dan didiamkan selama tiga bulan.

Selama dua minggu pertama, perlu rutin membuka dan menutup botol karena materi organik ini akan mengeluarkan gas. Setelah tiga bulan, eco enzyme yang berhasil akan berwarna cokelat tua dengan bau seperti cuka.

Tim MIPA eLKISI melakukan percobaan ini dalam rangka untuk memanfaatkan sampah organik. Dengan mengolah sampah organik bisa menjadi eco enzyme. Masalah sampah dapat teratasi. Tentu jadi lebih hemat karena tak perlu beli cairan pembersih, dan lebih sehat karena bebas bahan kimia buatan. (AZ)