Bukan Ujian Biasa! 8 Santri eLKISI Diuji Langsung Syaikh Al-Azhar didepan Ribuan Jamaah, Hafal 500 Hadits dan Jawab Pertanyaan Tanpa Gugup

Sebanyak 8 orang santri diuji secara terbuka oleh Prof. Dr. Nahla dan dua orang Syaikh mab'ust dari Al Azhar.

MOJOKERTO — Suasana penuh khidmat menyelimuti kegiatan Silaturahim Nasional Pondok Pesantren eLKISI Mojokerto. Di hadapan ribuan jamaah, delapan santri terbaik eLKISI menjalani ujian terbuka yang menghadirkan para ulama dari Universitas Al-Azhar Mesir.

Ujian tersebut menjadi momen istimewa karena para santri diuji langsung oleh Prof. Dr. Nahlah Shabry Al-Saidi serta dua orang Syaikh Mab’uts dari Al-Azhar Mesir. Para penguji memberikan berbagai pertanyaan seputar hafalan hadits dan ayat-ayat Al-Qur’an sebagai bentuk penguatan tradisi keilmuan Islam yang dikembangkan di lingkungan pesantren.

Delapan santri yang mengikuti ujian tersebut merupakan santri pilihan yang telah memiliki hafalan minimal 500 hadits. Mereka menunjukkan kemampuan dalam menjawab pertanyaan secara langsung di hadapan para ulama dan ribuan jamaah yang hadir.

Salah satu santri yang mencuri perhatian adalah Muammar, santri kelas XI Pesantren Internasional Azhari eLKISI. Dengan penuh percaya diri, Muammar mampu menjawab berbagai pertanyaan yang diajukan oleh ketiga penguji secara tangkas dan lancar.

Muammar Arief Utama;Kelas XI Azhari (dua dari kanan), sedang menjawab pertanyaan dari syaikh Al Azhar

Tidak hanya menjawab pertanyaan terkait hadits, Muammar juga menunjukkan kemampuan hafalan Al-Qur’an. Dengan suara yang merdu, ia melantunkan ayat-ayat Al-Qur’an sesuai permintaan para penguji, membuat suasana acara semakin mengharukan.

Penampilan para santri tersebut menjadi gambaran keberhasilan pendidikan pesantren yang tidak hanya menekankan hafalan, tetapi juga kemampuan memahami, menyampaikan, dan mempertanggungjawabkan ilmu di hadapan para ahli.

Ujian terbuka ini sekaligus menjadi bukti bahwa pembinaan keilmuan di eLKISI terus diarahkan untuk melahirkan generasi santri yang memiliki kedalaman ilmu agama, keberanian tampil di ruang publik, serta mampu berinteraksi dengan ulama internasional.

Prof. Dr. Nahlah Al-Saidi, saat memberikan pertanyaan kepada santri yang sedang diuji didepan ribuan jamaah