MOJOKERTO, 8 Agustus 2026 – Hubungan pendidikan Islam antara Indonesia dan Mesir terus mengalami perkembangan positif. Hal tersebut terlihat dari kunjungan Wakil Kedutaan Besar Mesir, Mr. Amr Ahmed Mokhtar Mohammed Abdelhady, ke Pondok Pesantren Islamic Center eLKISI, Mojokerto.
Kunjungan tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat hubungan akademik antara eLKISI dan Universitas Al-Azhar Kairo, salah satu pusat pendidikan Islam tertua dan paling berpengaruh di dunia.
eLKISI Telah Mengantarkan Lebih dari 300 Santri ke Al-Azhar Mesir
Kehadiran perwakilan Kedutaan Besar Mesir tidak terlepas dari kiprah eLKISI dalam mempersiapkan generasi santri menuju perguruan tinggi internasional.
Hingga saat ini, lebih dari 300 santri eLKISI telah melanjutkan pendidikan di Universitas Al-Azhar Kairo. Mereka diberangkatkan melalui dua program unggulan pesantren, yaitu Program Azhari yang berjalan sejak tahun 2019 dan Program Markaz Lughoh yang dikembangkan mulai tahun 2024.
Kedua program tersebut dirancang untuk membekali santri dengan kemampuan Bahasa Arab yang kuat, pemahaman ilmu agama yang mendalam, serta kesiapan akademik sebelum melanjutkan studi di Mesir.

Kedutaan Besar Mesir Apresiasi Program Pendidikan eLKISI
Dalam kunjungannya, Mr. Amr Ahmed Mokhtar Mohammed Abdelhady menyampaikan apresiasi terhadap perkembangan pendidikan di eLKISI.
Beliau mengaku terkesan dengan sambutan keluarga besar eLKISI serta berharap Ma’had Azhari eLKISI semakin berkembang dan mampu melahirkan generasi santri terbaik yang siap mengabdi untuk agama dan masyarakat.
Apresiasi tersebut menunjukkan adanya kepercayaan terhadap model pendidikan pesantren yang menggabungkan pembelajaran agama, penguasaan Bahasa Arab, dan wawasan global.

Penguatan Program Ma’had Azhari dan Markaz Lughoh eLKISI
Sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan kualitas pendidikan, Kedutaan Besar Mesir turut mendelegasikan Mab’uts Al-Azhar untuk mengajar langsung dalam program takhosus Bahasa Arab dan Ulum Syar’i di eLKISI.
Kehadiran pengajar dari Al-Azhar menjadi langkah strategis untuk meningkatkan standar pembelajaran Bahasa Arab dan keilmuan Islam agar semakin dekat dengan standar pendidikan Kairo.
eLKISI Komitmen Cetak Generasi Santri Berwawasan Dunia
Direktur eLKISI, Dr. KH. Fathur Rohman, menyampaikan bahwa hubungan antara eLKISI dan Mesir diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi memberikan dampak nyata bagi perkembangan pendidikan dan keberhasilan santri di Mesir.
Menurutnya, kerja sama ini menjadi bagian dari visi besar eLKISI dalam mencetak generasi yang memiliki kedalaman ilmu agama, karakter kuat, serta kemampuan bersaing di tingkat internasional.
Bagi eLKISI, perjalanan menuju Al-Azhar bukan hanya tentang melanjutkan pendidikan, tetapi juga tentang membangun generasi ulama dan pemimpin masa depan yang membawa nilai Islam rahmatan lil alamin.
Dari Mojokerto menuju Kairo, eLKISI terus membuka jalan bagi santri Indonesia untuk menuntut ilmu dan berkontribusi bagi dunia.







