53 Santriwati eLKISI Ikuti Camp Tahfiz di Wisma Atlet

MOJOKERTO — Di bawah pepohonan sekitar Wisma Atlet, sejumlah santriwati Pondok Pesantren Islamic Center (PPIC) eLKISI mengulang hafalan. Santriwati lainnya menunggu giliran menyetorkan hafalan kepada pendamping. Suasana itu terlihat pada hari pertama Camp Tahfiz, Senin (14/9/2026).

Kegiatan selama lima hari tersebut diikuti 53 santriwati kelas XII Sains, XII Azhari, dan XII Kader Ulama. Mereka didampingi Ustazah Zulfa Nishfu Laili Hidayah dan Zahroh Rosyidah di Wisma Atlet, kompleks PPIC eLKISI, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto.

Camp Tahfiz difokuskan pada penambahan dan penguatan hafalan Al-Qur’an serta hadis maudhu’i. Para santriwati menghafal di sekitar area Wisma Atlet sebelum menyetorkan hasilnya secara bergantian.

Waktu lebih terarah untuk menghafal

Irma Syarifatur Rosyida, santriwati kelas XII Azhari, mengatakan kegiatan di luar rutinitas kelas memberinya waktu yang lebih terarah untuk menjaga dan menambah hafalan. Ia telah menyelesaikan tujuh jilid hadis maudhu’i dan 10 juz terakhir Al-Qur’an.

“Menurut saya, program ini sangat membantu kami santri kelas XII. Jika di pondok biasanya kami kurang efektif karena padatnya jadwal di sekolah, lain halnya dengan camp di Wisma Atlet ini. Di sini kami bisa lebih fokus menjaga dan menambah hafalan hadis dan Al-Qur’an,” ujarnya.

Menurut Irma, target yang ditetapkan selama camp juga membuat proses menghafal lebih jelas. “Dengan program ini, target kami juga lebih terarah dan jelas,” tambahnya. Ia berharap dapat mempertahankan hafalan yang telah dimiliki.

Mu’anis Qusimarohmatika, santriwati kelas XII Sains 3, merasakan hal serupa. Pemandangan gunung, hamparan sawah, dan suasana alam di sekitar Wisma Atlet membantunya lebih tenang saat menghafal.

“Jujur, saya sangat nyaman berada di sini. Menguatkan hafalan sembari menikmati keindahan alam. Melihat gunung dari jarak dekat, hamparan sawah yang hijau, dan suara hewan yang saling bersahutan membuat saya lebih tenang dan fokus dalam menambah hafalan,” ujarnya.

Mu’anis berharap dapat menyelesaikan target hafalan tujuh jilid hadis setelah mengikuti kegiatan tersebut.

Target hafalan menjadi syarat kelulusan

Penanggung Jawab Program Tahfiz PPIC eLKISI, Suciati, M.Pd., menjelaskan bahwa hafalan Al-Qur’an dan hadis pilihan merupakan bagian dari program pesantren yang wajib diikuti santri.

Untuk kelas XII, pesantren menetapkan target penyelesaian hadis maudhu’i jilid 5, 6, dan 7 serta penambahan hafalan Al-Qur’an sebanyak lima juz. Pemenuhan target tersebut menjadi salah satu syarat kelulusan dari PPIC eLKISI.

“Untuk hadis jilid 5, 6, dan 7, sedangkan Al-Qur’an ditambah lima juz, itu harus terpenuhi karena menjadi salah satu syarat lulus dari Ponpes eLKISI,” kata Suciati.

Ia berharap hafalan para santri tidak berhenti pada kemampuan mengingat teks. “Harapan kami tentu tidak hanya sebatas dihafal, tetapi juga diaplikasikan dalam kehidupan,” ujarnya.

Selama lima hari di Wisma Atlet, para santriwati melanjutkan setoran untuk memenuhi target hafalan masing-masing.