Pengamatan Mikroskopis Jamur pada Tempe Busuk oleh Santri Putra Kelas 10 Sains eLKISI

Santri putra Kelas 10 Sains eLKISI mengamati jamur pada tempe busuk menggunakan mikroskop dalam praktikum Biologi.
Santri putra Kelas 10 Sains eLKISI mengamati struktur mikroskopis Rhizopus sp. yang tumbuh pada tempe busuk.

MasyaAllah, penuh rasa ingin tahu dan antusiasme! Santri putra Kelas 10 Sains eLKISI mengikuti praktikum Biologi dengan mengamati jamur yang tumbuh pada tempe busuk menggunakan mikroskop.

Tempe yang telah ditumbuhi jamur digunakan sebagai objek pengamatan untuk mengenal struktur Rhizopus sp. secara lebih dekat. Dari balik lensa mikroskop, para santri menemukan dunia kecil yang menakjubkan dan tidak dapat dilihat secara jelas dengan mata telanjang.

Mengenal Struktur Rhizopus sp.

Dalam pengamatan tersebut, para santri berhasil mengenali beberapa struktur penting jamur tempe, yaitu:

  • Sporangium, berbentuk bulat dan berwarna gelap, yang menjadi tempat pembentukan spora.
  • Sporangiofor, berupa hifa tegak yang berfungsi sebagai tangkai penyangga sporangium.
  • Spora atau sporangiospora, berukuran sangat kecil dan berperan dalam perkembangbiakan jamur.
  • Hifa, yaitu benang-benang halus penyusun tubuh jamur yang membentuk jaringan miselium.

Para santri mengamati preparat secara bergantian, mencatat bagian-bagian yang terlihat, dan mencocokkannya dengan materi fungi yang telah dipelajari di kelas.

Memahami Proses Biologis di Balik Tempe

Melalui praktikum ini, para santri memahami bahwa jamur Rhizopus sp. berperan dalam proses fermentasi kedelai menjadi tempe. Akan tetapi, jika tempe dibiarkan terlalu lama atau disimpan dalam kondisi yang tidak sesuai, pertumbuhan jamur akan terus berlanjut hingga tempe mengalami penurunan mutu dan tidak layak dikonsumsi.

Kondisi tersebut dapat dikenali melalui perubahan warna, aroma, tekstur, serta munculnya sporangium berwarna gelap. Tempe seperti inilah yang dimanfaatkan sebagai objek pengamatan laboratorium, bukan untuk dikonsumsi.

Belajar Sains secara Langsung

Kegiatan ini membuat pembelajaran Biologi menjadi lebih nyata dan bermakna. Santri tidak hanya membaca nama dan fungsi bagian-bagian jamur dari buku, tetapi juga melihat strukturnya secara langsung melalui mikroskop.

Praktikum tersebut turut melatih ketelitian, kesabaran, keterampilan menggunakan mikroskop, serta kemampuan mencatat dan menyimpulkan hasil pengamatan. Para santri juga belajar menjaga kebersihan, menggunakan alat dengan hati-hati, dan mengikuti prosedur keselamatan selama berada di laboratorium.

Dari yang semula hanya mengenal tempe sebagai makanan sehari-hari, kini para santri mengetahui proses biologis dan struktur mikroskopis jamur di baliknya.

Semoga kegiatan ini semakin menumbuhkan kecintaan para santri terhadap ilmu pengetahuan. Teruslah mengamati, bertanya, dan menemukan tanda-tanda kebesaran Allah melalui ciptaan-Nya. Semangat, para ilmuwan muda eLKISI!