Aktivitas harian seperti makan dan minum bukan sekadar memenuhi kebutuhan biologis tubuh, melainkan sarana bernilai ibadah jika dilakukan sesuai tuntunan Nabi. Islam mengatur setiap detail kehidupan umatnya agar senantiasa mendatangkan limpahan keberkahan dari Allah SWT.
Adab Makan dan Minum Sesuai Sunnah
Memulai segala asupan dengan menyebut nama Allah adalah fondasi utama yang diajarkan Rasulullah SAW agar setan tidak ikut serta menikmati hidangan tersebut. Beliau juga mewajibkan makan menggunakan tangan kanan secara tertib dari bagian terdekat.
يَا غُلَامُ سَمِّ اللَّهَ، وَكُلْ بِيَمِينِكَ، وَكُلْ مِمَّا يَلِيكَ
Artinya: “Wahai anak, sebutlah nama Allah, makanlah dengan tangan kananmu, dan makanlah dari apa yang ada di dekatmu.” (HR. Bukhari no. 5376 dan Muslim no. 2022)
Larangan Tercela dan Posisi Minum
Selain menggunakan tangan kanan, adab minum menuntut umat Islam untuk tidak bernapas di dalam wadah air serta menghindari kebiasaan buruk berdiri kecuali ada uzur syar’i. Menjaga adab ini melindungi kesehatan jasmani sekaligus merawat kesucian jiwa seorang mukmin.
لَا يَشْرَبَنَّ أَحَدُكُمْ قَائِمًا
Artinya: “Janganlah sekali-kali salah seorang di antara kalian minum sambil berdiri.” (HR. Muslim no. 2025)
Mari hidupkan sunnah-sunnah mulia ini pada setiap suapan harian kita demi menjemput ridha serta keberkahan abadi di dunia dan akhirat.
(za/red)















