Gaya hidup perkotaan masa kini kerap menjebak masyarakat dalam pola interaksi individualistis yang mengabaikan kehangatan sosial sekitar. Tingginya pagar rumah dan padatnya rutinitas harian tidak boleh melunturkan kepedulian terhadap sesama yang bermukim berdampingan. Menghidupkan adab bertetangga Islami merupakan pilar penting dalam membangun keharmonisan lingkungan masyarakat beradab.
Pentingnya Menghidupkan Adab Bertetangga Islami Sesuai Syariat
Islam menempatkan hak tetangga pada derajat mulia bersanding dengan kewajiban beribadah kepada Allah dan berbakti kepada orang tua. Setiap muslim dituntut menunaikan ihsan kepada tetangga dekat maupun jauh, sebagaimana termaktub dalam firman Allah:
وَٱعْبُدُوا۟ ٱللَّهَ وَلَا تُشْرِكُوا۟ بِهِۦ شَيْـًۭٔا ۖ وَبِٱلْوَٰلِدَيْنِ إِحْسَـٰنًۭا وَبِذِى ٱلْقُرْبَىٰ وَٱلْيَتَـٰمَىٰ وَٱلْمَسَـٰكِينِ وَٱلْجَارِ ذِى ٱلْقُرْبَىٰ وَٱلْجَارِ ٱلْجُنُبِ وَٱلصَّاحِبِ بِٱلْجَنۢبِ
Artinya: “Dan sembahlah Allah dan janganlah menyekutukan-Nya dengan apa pun. Berbuat baiklah kepada orang tua, karib-kerabat, anak yatim, orang miskin, tetangga dekat dan tetangga jauh, serta teman sejawat.” (QS. An-Nisa: 36)
Petunjuk Al-Qur’an ini menuntun kita menebar senyuman, sapaan tulus, dan bantuan nyata kepada tetangga tanpa memandang status.
Memuliakan Tetangga sebagai Manifestasi Kesempurnaan Iman
Kualitas keimanan seorang hamba diuji nyata melalui bagaimana ia memperlakukan tetangga dan tamunya sehari-hari. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam secara tegas mengaitkan kemuliaan iman dengan adab bertetangga yang luhur dalam sabda beliau:
مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَاليَوْمِ الآخِرِ فَلْيُكْرِمْ جَارَهُ، وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَاليَوْمِ الآخِرِ فَلْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ، وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَاليَوْمِ الآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ
Artinya: “Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia memuliakan tetangganya. Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia memuliakan tamunya. Dan barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata baik atau diam.” (HR. Bukhari no. 6018 dan Muslim no. 47)
Menjaga ketenangan, tidak memarkir kendaraan sembarangan, serta menjenguk tetangga sakit adalah cermin keluhuran budi pekerti muslim.
Mempererat silaturahmi tetangga adalah wujud nyata dakwah bil hal. Lingkungan yang rukun dan saling peduli akan melahirkan masyarakat yang penuh berkah dari Allah Ta’ala.
Kanal Informasi & Media Sosial Resmi Pondok Pesantren eLKISI Mojokerto:
- YouTube: eLKISITV
- TikTok: ponpes eLKISI Mojokerto
- Facebook: ponpes.elkisi
- Instagram: @ponpes.elkisi
- Website Resmi: elkisi.com
(za/red)
















