MOJOKERTO — Semangat eksplorasi sains dan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan terus dipupuk di lingkungan Pondok Pesantren Islamic Center eLKISI Mojokerto. Melalui kegiatan aplikatif bertajuk “Kreasi Sains: Mengubah Energi Alam Menjadi Gerak”, para santri Kelas 9 SMP eLKISI sukses merancang dan menciptakan beragam kerajinan teknologi prototipe energi terbarukan.
Kegiatan riset dan karya prakarya terapan ini berlangsung di kawasan Laboratorium Outdoor eLKISI Edupark. Program edukasi praktis tersebut dibimbing langsung oleh Ustadz Zainuri, selaku Kepala Laboratorium Outdoor eLKISI Edupark, guna menanamkan pemahaman mendalam mengenai konversi energi ramah lingkungan sejak usia sekolah.
Para santri ditantang mengolah bahan-bahan daur ulang dan komponen mekanik sederhana menjadi karya inovatif yang bergerak mengandalkan potensi energi alami: tenaga matahari (surya), embusan angin, serta aliran air.
Belajar Langsung dari Sistem Utilitas Pesantren
Sebelum merakit maket di selasar kelas, para santri diajak meninjau langsung instalasi mekanikal dan sistem utilitas air di kawasan pondok pesantren. Di ruang mesin utilitas, santri mengamati cara kerja pompa sentrifugal, motor penggerak listrik, serta katup distribusi daya bertekanan tinggi.

Ustadz Zainuri menerangkan bagaimana energi potensial dan kinetik fluida dapat dimanfaatkan secara optimal untuk memenuhi kebutuhan operasional ribuan santri sehari-hari secara efisien.
“Sains di pesantren tidak boleh berhenti pada lembaran teori buku cetak. Santri harus melihat, menyentuh, dan memahami bagaimana hukum-hukum fisika bekerja dalam kehidupan nyata untuk kemaslahatan umat,” jelas Ustadz Zainuri di sela-sela sesi bimbingan lapangan.
Rancang Maket Miniatur Bergerak Bertenaga Alami
Berbekal pemahaman prinsip mekanik dan sirkuit listrik dasar, para santri kelas IX kemudian bekerja dalam kelompok kolaboratif. Mereka merancang beragam miniatur bangunan hemat energi dan perangkat gerak mandiri.
Di antara karya yang berhasil diciptakan santri adalah miniatur rumah pintar (smart green house) beratap sel surya mini (solar cell), instalasi kincir angin penggerak dinamo, serta miniatur kincir air penghasil daya mekanik.

Setiap maket dihubungkan dengan motor listrik mikro dan kabel instalasi sirkuit rapi. Ketika panel surya terpapar sinar matahari atau kincir ditiup angin, energi kinetik langsung menggerakkan poros baling-baling dan menyalakan lampu peraga miniatur.
Membentuk Karakter Santri Melek Teknologi dan Peduli Lingkungan
Pemanfaatan Laboratorium Outdoor eLKISI Edupark sebagai ruang belajar terbuka membuktikan bahwa lingkungan alam pesantren merupakan media edukasi yang sangat kaya. Santri tidak hanya dituntut menguasai hafalan Al-Qur’an dan kitab kuning, tetapi juga dibekali keahlian sains terapan (STEM).
Kemandirian santri dalam merangkai stik kayu, lembaran karton, panel surya, dan motor penggerak mencerminkan daya kreativitas tinggi serta ketelitian kerja tim yang solid.
Dengan hadirnya inovasi pembelajaran sains ini, Pondok Pesantren Islamic Center eLKISI Mojokerto menegaskan komitmennya mencetak generasi unggul yang berakhlak mulia, berwawasan lingkungan, serta siap menjadi pelopor teknologi hijau demi menyongsong masa depan Indonesia yang berkelanjutan.
Kanal Informasi & Media Sosial Resmi Pondok Pesantren eLKISI Mojokerto:
- YouTube: eLKISITV
- TikTok: ponpes eLKISI Mojokerto
- Facebook: ponpes.elkisi
- Instagram: @ponpes.elkisi
- Website Resmi: elkisi.com
(za/red)
















