Hadapi Wabah Berpanduan Al-Qur’an

0
359
Gambar Ilustrasi : Suasana-Ujian-Tahfdih-Al-Quran-di-Masjid-Ponpes-Putri-eLKISI

Oleh Zulfa Nishfu Laili H.,
mahasiswa The eLKISI Institute

Musibah seakan-akan tiada habis. Musibah paling “baru” adalah pandemi Covid-19 yang disebabkan virus corona. Sebagai Muslim, kita sadar bahwa semua itu terjadi atas izin Allah. Kita fahami pula, bahwa musibah dapat bermakna banyak bagi manusia, yaitu bisa berarti hukuman, ujian, atau peringatan dari Allah.

Dalam menghadapi ujian dari Allah, kaum Muslimin memiliki petunjuk yaitu Al-Qur’an. Di dalamnya ada pedoman bagaimana cara menghadapi musibah dan ujian yang Allah berikan, di antaranya yaitu:

1. Allah yang menakdirkan musibah.
 “Katakanlah: ‘Tidak akan menimpakan kami kecuali apa yang Allah telah tuliskan untuk kami. Dialah pelindung kami dan hanya kepada Allah bertawakal orang-orang yang beriman’.” (QS At-Taubah [9]: 51).

Dalam ayat lain Allah berfirman:
“Tidak ada musibah yang menimpa seseorang kecuali dengan izin Allah. Dan barangsiapa yang beriman kepada Allah, Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya” (QS At-Thaghabun [64]: 11).

Tidaklah seorang hamba ditimpa satu musibah kecuali apa yang Allah telah tetapkan kepadanya. Maka, seorang hamba sangat butuh dalam kondisi seperti ini untuk selalu memperbarui keimanannya, memperbarui keyakinannya terhadap takdir Allah. Bahwasanya, semua yang telah “ditulis” Allah pasti terjadi.

2. Hanya Allah yang bisa mengangkat musibah.
Allah yang memberikan musibah kepada manusia dan hanya Allah yang bisa mengangkat musibah tersebut. Allah berfirman:
“Dan jika Allah menimpakan marabahaya kepadamu, maka tidak ada yang bisa mengangkatnya kecuali Dia. Dan jika Allah menginginkan kebaikan kepadamu maka tidak ada yang bisa menolak karunia-Nya. Allah memberikan kebaikan kepada siapa yang Dia kehendaki dari para hamba-Nya dan Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (QS Yunus [10]: 107).

Sungguh, yang bisa mengangkat musibah dan menghilangkan segala kesulitan hanyalah Allah. Hal ini mengantar kita kepada petunjuk agar kita selalu bertawakal hanya kepada Allah.

3. Selalu bertawakkal dan berdo’a kepada Allah.
Tawakkal kepada Allah bukan berarti kita menyerah. Tetapi, sebelumnya, harus ada usaha yang kuat agar tak terkena musibah (misal, tak terpapar virus). Baru, setelah itu, kita bisa bertawakkal.

Selain bertawakkal manusia juga harus berdo’a kepada Allah. Do’a adalah senjata bagi umat Islam, dan do’a itulah yang akan menghilangkan musibah. Allah berfirman:

“Dan jika hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku mengabulkan doa orang yang berdoa kepada-Ku. Maka hendaklah mereka melaksanakan segala perintah-Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku agar mereka mendapat petunjuk” (QS Al-Baqarah [2]: 186).

Demikianlah, dengan adanya petunjuk dari Al-Qur’an, maka seharusnya tidak ada rasa khawatir lagi dalam hati setiap manusia. Alhamdulillah! []