Home Berita dan Kegiatan Berita Terkini Khutbatul Wada’: Nasehat Kiai Kepada Santri yang Akan Menapak Hidup Di Luar Pesantren

Khutbatul Wada’: Nasehat Kiai Kepada Santri yang Akan Menapak Hidup Di Luar Pesantren

0
Khutbatul Wada’: Nasehat Kiai Kepada Santri yang Akan Menapak Hidup Di Luar Pesantren
Kiai Fathur Rohman Pengasuh Ponpes eLKISI

Mojokerto – Pondok Pesantren Islamic Center eLKISI Mojokerto menggelar acara khutbatul wada’ pada Rabu 1 Juni 2022 sebagai bentuk perpisahan dan pelepasan santri kelas IX dan XII. Acara yang berlangsung di Masjid Agung eLKISI ini dihadiri oleh seluruh jajaran pengasuh, asatidz, santri dan juga wali santri. Sebanyak 250 santri kelas IX dan XII yang akan dilepas pada acara perpisahan ini.

KH. Fathur Rohman selaku Direktur dan Pengasuh Pondok Pesantren eLKISI mengatakan bahwa khutbatul wada’ ini adalah tradisi pesantren eLKISI untuk memberikan bekal kepada santri yang akan meninggalkan pesantren dan akan hidup di tengah masyarakat.

“Anak-anak para santri harus menjadi manusia yang mandiri, punya optimisme, punya keyakinan yang kokoh, punya keterampilan yang bagus dan punya pemahaman agama yang baik. Ini untuk menjadi bekal bagi anak-anak semua ketika nanti hidup di tengah masyarakat” ungkap Beliau.

Selain itu beliau juga berpesan kepada para orang tua yang hadir dalam acara ini bahwa proses pendidikan dirumah itu juga harus jalan.


“Walaupun anak-anak kita sudah lulus dari pesantren ini, ketahuilah bahwa anak kita sama seperti guru dan juga orang tuanya. Anak-anak kita yang belajar di pondok ini pulang  tetaplah menjadi manusia. Maka proses pendidikan ini harus berkelanjutan, di pondok mereka diberikan sebagaiman yang sudah kita lakukan tetapi dirumah harus juga dilakukan hal yang sama bahkan bisa lebih baik. Mudah-mudahan bapak ibu dirumah lebih kuat dan lebih sabarsehingga anak-anak kita yang sudah lulus dirumah masuk ke pesantren baru yang lebih hebat kurikulumnya daripada pesantren-pesantren yang ada diluar rumah” kata Kiai Fathur.

Di akhir nasehatnya, Kiai Fathur berpesan kepada para santri untuk menjaga ibadahnya. Apapun profesi tetap jaga ibadah kalian, jangan pernah tinggalkan sholat lima waktu. Insya Allah kalau hidup kita gantungkan untuk Allah SWT maka jadi apapun tetap kemuliaan yang Allah berikan kepada kita semua.

“Tetap dijaga ibadah kepada Allah SWT, senantiasa terus berbakti kepada kedua orang tua, jangan berkata kasar kepada kedua orang tua dan jangan jadi orang yang sombong dimanapun, jadi apapun profesi kalian nanti jangan sombong dan tetaplah jadi manusia yang bermanfaat untuk manusia lainnya” pungkas Beliau. (jo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here