Beranda Berita dan Kegiatan Berita Terkini Mumtaz Berbuah Beasiswa ke Sudan bagi Santri eLKISI

Mumtaz Berbuah Beasiswa ke Sudan bagi Santri eLKISI

0
Mumtaz Berbuah Beasiswa ke Sudan bagi Santri eLKISI
Santri eLKISI dan Wali Santri Peserta Munaqosyah bersama Munaqisy dari Sudan dan Aljazair

Rangkaian Munaqosyah Terbuka Tahfidz Al-Qur’an dan Hadits di Pesantren Islamic Center eLKISI Mojokerto tidak saja selalu menarik, tetapi juga kerap menjanjikan kejutan. Misal, pada Selasa 03/03/2020 saat yang menguji dua orang ahli dari Sudan dan Aljazair serta seorang dari Jepara tapi lulusan Sudan. Mereka adalah Dr. Mohammed el-Tayeb -perwakilan resmi dari Universitas Internasional Afrika – Sudan, Othmani Touhami, Lc, M.A. –salah seorang pimpinan Universitas Al-Adrar Aljazair-, dan Abdul Baits Mochtar – Pengasuh Pesantren Al-Buruj Jepara.

Tiga santri yang diuji pada munaqosyah itu, masing-masing adalah: Diva Dhiya Ulhaq asal Pungging Mojokerto, Faris Shalahuddin dari Waru Sidoarjo, dan Moh. Dhikri Adam asal Bangkalan. Ketiganya santri kelas XII SMA eLKISI.

Ujian terbuka yang disaksikan ratusan pasang mata santri, asatidzah dan wali santri ini membuat para peserta tidak hanya menyiapkan hafalan Al-Qur’an dan Hadits, akan tetapi juga mental. Alhamdulillah, dalam ujian itu ketiga santri dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh para penguji dengan baik.

Sebagai contoh, perhatikanlah saat Ustadz Abdul Baits bertanya: “Ketika Rasulullah Saw mengangkat tangan saat berdo’a sampai kelihatan ketiak beliau, dalam hal apa peristiwa itu dan sebutkan haditsnya!” Seketika itu juga, langsung dijawab dengan cekatan oleh Diva Dhiya Ulhaq: “Dalam peristiwa berdo’a meminta hujan.” Jawaban itu langsung dilengkapinya dengan menyebutkan, bahwa itu hadits dari Sahabat Anas Ra dan diriwayatkan oleh Abu Dawud.

Sebuah nilai mumtaz untuk santri eLKISI dari Dr. Mohammed el Tayeb

Moh. Dhikri Adam juga sangat cepat dalam menjawab ketika Ustadz Abdul Baits bertanya, terkait kondisi dunia saat ini. “Sekarang, dunia sedang digemparkan oleh virus corona. Ketika kita melihat orang yang terkena itu, apa hadits Rasulullah yang relevan? Saat itu langsung segera dijawab dengan hadits, “Doa ketika melihat orang yang terkena musibah” dari Umar Ra yang diriwiyatkan oleh Ibnu Majah.

Tampak, ketiga santri yang diuji selalu tangkas ketika menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan. Untuk soal yang diajukan oleh Syekh Othmani Touhami, misalnya. Ketiga santri sangat lancar dan cekatan dalam melengkapi sebuah hadits yang sebagian kata di awalnya disebutkan oleh penguji.

Jajaran Pengurus Yayasan eLKISI bersama Para Munaqisy

Hasilnya, bagaimana? Ketiga santri itu mendapatkan nilai “mumtaz” (sempurna). Dengan hasil ini, ketiga santri berkesempatan untuk melanjutkan studi ke Universitas Internasional Afrika (UIA) – Sudan dengan fasilitas beasiswa penuh. “Insya-Allah, tiga santri yang diuji hari ini akan kita kirim untuk kuliah di UIA Sudan,” kata Ustadz Abdul Baits yang juga mengemban amanah sebagai Sekjen Alumni Sudan di Indonesia. (amd/aj)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here