Beranda Berita dan Kegiatan Berita Terkini Santri, Teguhkan Misi di Tengah Pandemi!

Santri, Teguhkan Misi di Tengah Pandemi!

0
Santri, Teguhkan Misi di Tengah Pandemi!
Gambar Ilustrasi : Santri eLKISI yang berhasil lolos seleksi Kelas Kader Ulama

Oleh Nurul Kholifah,
mahasiswa The eLKISI Institute – Mojokerto

Dunia saat ini sedang dilanda pandemi Covid 19. Hal ini membuat hampir seluruh sekolah, tempat wisata, pertokoan, bahkan tempat ibadah ditutup. Banyak masyarakat yang menderita kerugian akibat pandemi ini. Bahkan, sebagian dari mereka ada yang kehilangan nyawa, kehilangan pekerjaan, kehilangan keceriaan, dan lain-lain.

Atas “penutupan” sekolah, banyak guru yang merindukan murid-muridnya. Begitu pula sebaliknya, murid-murid merindukan suasana di sekolah.

“Liburan” dadakan karena pandemi ini memang membuat banyak pihak terkejut. Bagaimana tidak, seorang guru –terutama di tingkat dasar- misalnya, dia harus menahan rindu kepada anak-anak didiknya untuk waktu yang cukup lama. Kalau biasanya mereka merasa lelah karena seharian mengajar di sekolah, kali ini akan lebih lelah lagi karena mungkin seharian penuh akan bekerja di depan laptop atau handphone guna mengontrol murid-muridnya. Guru dan murid hanya bisa bertemu melalui fasilitas online.

Seorang ibu pernah mengeluh kepada saya. Beliau mengatakan bahwa sejak anak-anak “libur sekolah” (baca: belajar di rumah), beliau merasa capek sekali. Hal ini, karena beliau harus berperan sebagai ibu sekaligus guru bagi anak-anaknya. Beliau juga bercerita, akibat “libur” panjang tersebut pengeluaran bulanan menjadi membengkak, makanan di rumah cepat habis, serta rumah jarang sekali terlihat bersih dan rapi.

Miris sebenarnya mendengar cerita beliau. Lebih dari itu, saya yakin di luar sana banyak ibu yang lain mengeluhkan hal serupa.

Terkait hal di atas, wahai para santri yang sedang belajar di rumah! Ibumu bukanlah pelayanmu! Ibumu adalah salah satu pintu surgamu! Muliakanlah ibumu! Bahagiakanlah Ibumu!

Banyak hal yang bisa dilakukan oleh santri ketika berada di rumah. Meskipun tidak belajar di dalam kelas bersama dengan guru, santri harus bisa memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya. Di antaranya, menghafal Al-Qur’an, menghafal hadits, membaca buku,  latihan menulis, dan jangan lupa untuk senantiasa  membantu kedua orangtua. Tentu saja, yang paling penting, adalah selalu berusaha mendekatkan diri kepada Allah. Jangan pernah tinggalkan shalat.

***

Lalu bagaimana sebaiknya sikap santri di tengah pandemi / wabah global ini? Para santri, kalian adalah perpanjangan tangan para kiai di masyarakat. Kalian adalah perwakilan para asatidz di tengah keluarga. Kalian adalah perwakilan pesantren di hadapan bangsa dan negara. Kalian adalah para penerus pahlawan dari kalangan ulama-ulama terdahulu. Janganlah kehadiran kalian justru malah menambah beban masyarakat.

Jadilah kalian –para santri- teladan di tengah-tengah masyarakat. Jadilah teladan bagi penduduk di dunia, yang berjuang untuk menegakkan agama Allah di manapun berada. Jadilah pihak yang mengajak manusia kepada Jalan Allah.

Para santri, pegang erat posisi sebagai pelanjut gerakan dakwah yang punya misi amar makruf nahi munkar. Teruslah bersemangat, tambahlah hafalan Al-Qur’an kalian. Insya-Allah, atas izin Allah hafalan-hafalan itu akan menjadi bagian dari usaha menolak bala pandemi. Sungguh, Malaikat-Malaikat rahmat ada di sekeliling pecinta Al-Qur’an.

Para santri, tetap bersemangatlah! Tunjukkan bahwa engkau adalah seorang santri teladan. Tularkan kebiasaan-kebiasaan baik di Pesantren. Nilai-nilai Pesantren harus ditularkan ke masyarakat. Sebaliknya, wahai santri, jangan engkau lembek! Jangan biarkan waktu habis dengan rupa-rupa permainan yang tak bermakna!

Para santri, tugas kalian amatlah berat tapi mulia. Kalian adalah para calon pemimpin dan kelak akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinan itu. Ambillah hikmah dari pandemi ini. Kalian semua “diliburkan” dari sekolah untuk waktu yang cukup panjang, maka manfaatkanlah dengan sebaik-baiknya. Ingatlah pepatah, ”Waktu laksana pedang”. Jika engkau tidak menggunakannya secara benar, maka ia (waktu) yang malah akan menebasmu. Ingat juga petuah ini, bahwa “Jika dirimu tidak tersibukkan dalam kebaikan, pasti akan tersibukkan oleh hal yang sia-sia”.

Cobalah, wahai para santri, renungkan! Dalam waktu 24 jam penuh berada di dalam rumah, jika tak hati-hati akan banyak waktu yang terbuang sia-sia. Bisa terbuang karena terlena dengan gadget di tangan, untuk chatting dengan teman-teman, untuk game online. Adakah manfaat yang bisa kita ambil dari aktifitas semacam itu?

Para santri, mari bangkit. Kelak –pada waktunya- kalian adalah pemimpin! Pemimpin umat, pemimpin keluarga, dan pemimpin di berbagai lapangan hidup lainnya. Bukankah, justru dengan adanya wabah Covid 19 ini kita malah harus memperbanyak kebaikan dan itu bisa kita raih dari dalam rumah? Membantu orang tua, misalnya. Ringankanlah beban mereka dengan mengerjakan sebagian tugas-tugas rumah, seperti menyapu, mengepel, mencuci baju, menyiapkan makanan, memperbanyak hafalan, muroja’ah, dan berbagi ilmu kepada saudara-saudaranya.

Khusus untuk yang disebut terakhir -berbagi ilmu atau kebaikan yang lain-, perhatikan riwayat berikut ini. Bahwa Rasulullah Saw bersabda: ‘Barangsiapa menunjukkan suatu kebaikan, maka ia mendapatkan pahala seperti pahala orang yang melakukannya’.” (HR Muslim). Sementara, Allah berfirman: “Barangsiapa membawa amal yang baik, maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya” (QS Al-An’aam [6]: 160). Sungguh, betapa banyak pahala yang bisa kita dapatkan seandainya waktu demi waktu di rumah di saat pandemi kita isi dengan kebaikan-kebaikan. Jadi, jika begitu, santri mana yang tak ingin? []

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here