Urgensi Keteladanan Santri di Masa Pandemi

0
290
Gambar Ilustrasi : Halaqoh Tholabul Ilmi Santri eLKISI IIBS Mojokerto

Oleh Aisyah Hani Sulaiman,
mahasiswaThe eLKISIInstitute

Covid-19 membawa dampak besar pada kegiatan masyarakat di berbagai negara.  Di Indonesia misalnya, semua aktifitas pembelajaran dialihkan menjadi pembelajaran online. Ini dilakukan untuk meminimalkan penyebaran virus corona melalui kontak fisik. Terkait kebijkan ini, tak terkecuali pula lembaga pendidikan yang berbasis pesantren.

Bagi santri, apapun keadannya, semangat juang dalam menuntut ilmu tidak boleh surut. Hal ini, karena menuntut ilmu merupakan suatu jihad di jalan Allah. Bahkan, mencari ilmu dapat memudahkan jalan kita menuju surga. Cermatilah hadits ini: “Siapa yang menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga” (HR Muslim).

Dengan bantuan teknologi, alhamdulillah kegiatan belajar-mengajar masih bisa diadakan melalui online. Misal, di lembaga pesantren kami -eKISI IIBS-, pembelajaran tetap berjalan. Caranya, menyimak  serta mencatat kajian melalui TV eLKISI dan media sosial. Juga, kontrol hafalan dilakukan melalui video call maupun telepon biasa. Atas semua itu, santri tetap istiqomah mengisi absen secara online. 

***

Mewabahnya Covid-19 harus membuat kita introspeksi: Misal, boleh jadi Allah menghendaki wabah ini sebagai teguran keras bagi perbuatan maksiat kita, baik yang kita sengaja atau tidak. Perhatikan ayat ini: “Tidak ada suatu musibah-pun yang menimpa seseorang kecuali dengan ijin Allah; dan barangsiapa yang beriman kepada Allah niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. Dan taatlah kepada Allah dan taatlah kepada Rasul-Nya, jika kamu berpaling sesungguhnya kewajiban Rasul Kami hanyalah menyampaikan (amanat Allah) dengan terang. (Dia-lah) Allah tidak ada Tuhan selain Dia. Dan hendaklah orang-orang mukmin bertawakkal kepada Allah saja” (QS At-Thaghaabun [64]: ayat 11-13).

Allah memerintahkan kita agar senantiasa menjaga keimanan dan ketaatan hanya kepada-Nya, meskipun -misalnya- musibah datang tak berkesudahan. Sabar dan istiqomah-lah dalam ketaatan kepada Allah. Lakukan semua itu dengan ikhlas semata-mata karena mengharap ridho-Nya. Serangkai dengan yang telah disebut, selalu-lah bertawakkal kepada Allah.

***

Sebagai santri –yang kini sedang belajar di rumah- hendaknya kita selalu menebarkan kebaikan dan berdakwah di manapun kita berada, termasuk di tengah pandemi ini. Berdakwah tak harus selalu di atas mimbar dan berbicara di depan banyak orang. Tetapi, bisa pula dengan menjadikan keteladanan sebagai metode dakwah yang efektif.

Usaha yang mulia itu –dengan keteladanan-, bisa dimulai dengan disiplin menegakkan sholat wajib dan sunnah. Lalu, iringilah dengan melaksanakan nilai-nilai dan kebiasaan yang telah terpupuk selama belajar di pesantren. Tularkan-lah hal-hal baik kepada masyarakat. Pendek kata, isilah waktu dengan hanya melakukan hal-hal yang bermuatan kebajikan saja. Misalnya, istiqomah tilawah serta rajin menjaga dan meningkatkan hafalan.

Semoga dengan cara-cara seperti di atas itu, bisa menjadi bagian dari sebab Allah segera kabulkan doa kita agar pandemi ini segera enyah dari muka bumi. Aamiin. []