Pesan tentang pentingnya kesungguhan belajar mewarnai penyambutan mahasiswa baru Ma’had eLKISI di Kairo. Pesan tersebut disampaikan di salah satu pusat keilmuan Islam dunia. Penasihat Grand Syaikh Al‑Azhar, Dr. Nahla As‑Shaidi, hadir langsung untuk memberikan arahan dan motivasi kepada mahasiswa Indonesia yang akan menempuh studi di Universitas Al‑Azhar.
Kairo — Ma’had eLKISI Mojokerto menggelar Orientasi dan Penyambutan Mahasiswa Baru Universitas Al‑Azhar Kairo pada Kamis, 6 Maret 2026. Acara ini berlangsung di Aula Markaz Tathwir Ta’lim Thulab Wafidiin, Kairo. Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Dr. Nahla As‑Shaidi, Penasihat Grand Syaikh Al‑Azhar Al‑Syarif.
Selain Dr. Nahla, acara ini juga dihadiri Pimpinan Ma’had eLKISI Mojokerto KH. Dr. Fathur Rahman. Hadir pula Ketua PPMI Mesir, jajaran Gubernur Gamajatim & KKS, serta keluarga besar alumni eLKISI yang tengah menempuh studi di Mesir.
Acara dibuka dengan pembacaan ayat suci Al‑Qur’an yang berlangsung khidmat. Dalam sambutannya, Dr. Nahla As‑Shaidi menyampaikan ucapan selamat datang kepada mahasiswa baru asal Indonesia. Ia menegaskan bahwa Universitas Al‑Azhar adalah pusat keilmuan Islam dunia yang menuntut keseriusan belajar.
Menurut Dr. Nahla, keberhasilan studi di Al‑Azhar tidak hanya bergantung pada kemampuan akademik. Kesungguhan, kedisiplinan, dan penghormatan terhadap tradisi keilmuan juga menjadi faktor utama. Tradisi tersebut telah diwariskan para ulama selama berabad‑abad. Ia berpesan agar mahasiswa menjaga semangat belajar dan memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik‑baiknya.
Hal senada disampaikan Pimpinan Ma’had eLKISI Mojokerto KH. Dr. Fathur Rahman. Ia menekankan pentingnya meluruskan niat dalam menuntut ilmu. Mahasiswa diminta menjadikan studi di Al‑Azhar sebagai jalan pengabdian dan dakwah, bukan sekadar pencapaian akademik.
“Ilmu akan bermanfaat jika dicari dengan niat yang benar. Ilmu juga harus disertai adab dan kesungguhan. Inilah bekal utama bagi mahasiswa yang belajar di tanah para ulama,” ujarnya.
Memasuki sesi inti, orientasi akademik dipandu oleh Dr. Ahmad Abdul Adzim dan Dr. Hisyam. Keduanya memaparkan sistem perkuliahan dan budaya akademik Al‑Azhar. Mereka juga menjelaskan tantangan yang akan dihadapi mahasiswa internasional selama studi.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan doa bersama. Orientasi ini diharapkan menjadi langkah awal yang kuat bagi mahasiswa baru eLKISI. Mahasiswa diharapkan mampu menjaga kesungguhan belajar dan membawa nilai keilmuan Al‑Azhar. Nilai tersebut diharapkan kelak bermanfaat bagi umat di masa depan. (el)






