Mojokerto — Sebanyak 18 asatiz dan santri pengabdian Pondok Pesantren Islamic Center (PPIC) eLKISI Mojokerto mengikuti pelatihan jurnalistik di Ruang Briefing PPIC eLKISI, Ahad (13/9/2026). Dalam kegiatan ini, peserta mempraktikkan observasi, wawancara, penulisan berita, hingga pembuatan foto jurnalistik dan caption.
Pelatihan bertema “Menulis Berita Semudah Bercerita” tersebut menghadirkan Redaktur Pelaksana Tagar.co Mohammad Nurfatoni sebagai pemateri. Ia mengajak peserta memulai tulisan dari fakta yang mereka lihat, dengar, atau peroleh melalui wawancara, lalu menyusunnya secara jelas.
“Menulis berita semudah bercerita,” ujar Nurfatoni, yang akrab disapa Fatoni.
Peserta Praktik Liputan dan Menulis Caption
Setelah mempelajari dasar penulisan berita dan cara menentukan sudut berita, peserta langsung berlatih membuat foto jurnalistik beserta caption dari kegiatan pelatihan. Mereka memilih informasi penting dalam foto dan merangkainya menjadi keterangan yang singkat serta informatif.
Dalam waktu kurang dari satu jam, sejumlah peserta telah menghasilkan caption. Salah satunya Arinda Safitri, yang menulis keterangan foto saat Nurfatoni menyampaikan materi kepada peserta.
Praktik berlanjut ke lapangan. Peserta melakukan observasi dan mewawancarai narasumber, kemudian menyusun hasilnya menjadi berita untuk direviu oleh Fatoni.
Dari naskah yang masuk, Fatoni memilih dua karya terbaik. Khavivah Eka Harnida meraih juara I melalui berita Santri Putri eLKISI Rawat Hafalan Al-Qur’an lewat Murajaah Bersama. Bayu Nurjanah meraih juara II lewat tulisan SDAI eLKISI Gunakan Simatren untuk Pantau Perkembangan Santri.
Kedua berita itu, bersama beberapa karya peserta lainnya, disunting dan terbit di Tagar.co pada hari yang sama. Sementara itu, penghargaan karya foto jurnalistik dan caption terbaik diberikan kepada Naufal Faaiz Akbar.
Harapan untuk Pelatihan Lanjutan
Arinda mengatakan pelatihan tersebut membantunya memahami cara menyusun berita dan menyampaikan informasi kepada pembaca.
“Pelatihan jurnalistik ini sangat membantu kami memahami bagaimana cara menulis berita yang baik dan menyampaikan informasi yang menarik,” ujarnya.
Ia berharap peserta mendapat kesempatan untuk belajar lebih lanjut. “Semoga ada kelanjutan untuk tahapan berikutnya setelah pelatihan jurnalistik ini,” katanya.
Kepala Kader Ulama PPIC eLKISI Muhammad Hidayatullah mengatakan kemampuan jurnalistik perlu diperkuat di lingkungan pesantren, terutama bagi asatiz yang menjalankan fungsi media dan kehumasan.
“Masih minim kemampuan jurnalistik di kalangan pemangku kepentingan, padahal hal itu penting untuk kepentingan lembaga agar lebih dikenal masyarakat. Karena itu, dibutuhkan pelatihan seperti ini sekaligus sebagai upgrading bagi asatiz, terutama bagian media di PPIC eLKISI,” ujarnya.
Menurut Hidayatullah, tulisan yang baik dapat membantu masyarakat mengenal kegiatan eLKISI. Publikasi tersebut juga dapat digunakan untuk menyampaikan informasi Penerimaan Santri Baru dan kegiatan dakwah digital PPIC eLKISI. (#)







