Tuntaskan Amanah Raker 2016, 42 Asatidzah eLKISI Mojokerto Ikuti Wisuda Sarjana dan Magister di Garut

Rombongan asatidzah eLKISI Mojokerto bertolak ke Garut ikuti wisuda
Rombongan asatidz Pondok Pesantren Islamic Center eLKISI Mojokerto membentangkan spanduk wisuda Angkatan 2026/2027 saat bertolak menuju Garut untuk mengikuti prosesi wisuda di Hotel Santika Garut, Jumat (25/9/2026). (Foto: Dok. eLKISI)

PONPES eLKISI — Rasa syukur mengiringi puluhan tenaga pendidik Pondok Pesantren Islamic Center eLKISI Mojokerto saat tiba di Garut, Jumat (25/9/2026). Rombongan asatidzah eLKISI bertolak menggunakan bus pariwisata. Mereka bersiap menyongsong prosesi wisuda akbar di Hotel Santika Garut pada Sabtu (26/9/2026).

Sebelum agenda wisuda dimulai, para asatidz mengabadikan momen kebersamaan sembari membentangkan spanduk kelulusan. Agenda ini menandai keberhasilan mereka menyelesaikan studi akademik di eLKISI INSTITUTE yang masih meng-induk ke Institut Agama Islam Persis (IAI Persis) Garut.

Tercatat sebanyak 42 asatidzah eLKISI resmi menuntaskan jenjang pendidikan tinggi pada periode ini. Rinciannya, 22 asatidzah berhasil menyelesaikan program Sarjana (S1). Sementara itu, 20 asatidzah lainnya sukses meraih gelar Magister (S2).

Realisasi Komitmen Raker eLKISI VII

Pencapaian akademik ini memiliki arti strategis bagi kemajuan pesantren ke depan. Pengasuh Pesantren eLKISI, KH Fathur Rohman, menegaskan arti penting kelulusan ini. Momen tersebut menjadi wujud nyata amanah Rapat Kerja (Raker) eLKISI VII tahun 2016 silam.

“Pondok sejak 2016 telah mematok target mutu sumber daya insani secara terukur. Targetnya, seluruh pengajar minimal lulus S1. Selain itu, sedikitnya 40 orang lulus S2 dan dua orang meraih gelar S3,” terang KH Fathur Rohman.

Oleh sebab itu, pesantren senantiasa memfasilitasi para pengajar agar terus mengembangkan kompetensi keilmuan. Upaya peningkatan kualifikasi ini berjalan beriringan dengan tugas rutin mendampingi santri di asrama maupun kelas.

Peningkatan Mutu Asatidzah eLKISI untuk Generasi Khairu Ummah

Selain itu, KH Fathur Rohman menjelaskan bahwa mutu pendidikan santri berbanding lurus dengan kapasitas para pendidiknya. Pasalnya, ketika wawasan guru semakin mendalam, kualitas transfer keilmuan dan pembentukan karakter generasi penerus akan semakin optimal.

Tak hanya itu, perjalanan akademik ini membuktikan daya juang para asatidzah eLKISI dalam menuntut ilmu di tengah padatnya tugas dakwah. Mereka membuktikan bahwa kesibukan mengabdi bukanlah hambatan untuk terus belajar dan meraih gelar kesarjanaan.

Dengan demikian, bekal ilmu yang diraih para asatidzah eLKISI membawa dampak positif bagi kemajuan pendidikan Islam. Amanah keilmuan ini menjadi modal penting bagi pesantren. Bekal ini siap mengantarkan para santri menjadi generasi khairu ummah yang berakhlak mulia dan tangguh. (za/red)