Adab Berdiskusi di Media Sosial Menurut Panduan Islam

Kemudahan berinteraksi di ruang digital kerap kali memicu percakapan panas yang berujung pada saling mencela dan merusak tali persaudaraan. Setiap mukmin dituntut menjaga kesantunan bertutur kata saat menyampaikan gagasan pribadi maupun merespons pandangan orang lain di dunia maya. Etika komunikasi menjadi barometer utama kematangan iman dan adab seorang hamba saat berselancar di jagat media daring.

Pentingnya Menerapkan Adab Berdiskusi di Media Sosial

Penyampaian pandangan atau kritik konstruktif harus senantiasa didasari oleh niat tulus mencari keridhaan Allah, bukan demi memuaskan nafsu kesombongan atau menjatuhkan kehormatan sesama. Memahami adab berdiskusi di media sosial menuntun setiap netizen muslim untuk mengedepankan tabayyun, kesantunan logika, dan pilihan kata yang bijak. Allah Subhanahu wa Ta’ala telah memberikan pedoman komunikasi terbaik melalui firman-Nya yang agung:

ادْعُ إِلَىٰ سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ ۖ وَجَادِلْهُم بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ ۚ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَن ضَلَّ عَن سَبِيلِهِ ۖ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ

Artinya: “Serulah manusia kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik, dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS. An-Nahl: 125)

Menjauhi Perdebatan Kusir Demi Merawat Persaudaraan

Kecenderungan untuk selalu merasa paling benar di kolom komentar sering kali hanya melahirkan dendam serta mengikis kepekaan hati nurani dari keikhlasan. Sikap berani menahan diri dari perdebatan kusir yang tak berbuah maslahat justru mencerminkan tingginya kematangan akhlak dan ketakwaan seorang muslim. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam menjanjikan balasan istimewa bagi siapa saja yang mampu meredam egonya demi menjaga persatuan:

عَنْ أَبِي أُمَامَةَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: أَنَا زَعِيمٌ بِبَيْتٍ فِي رَبَضِ الْجَنَّةِ لِمَنْ تَرَكَ الْمِرَاءَ وَإِنْ كَانَ مُحِقًّا

Artinya: “Dari Abu Umamah ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: Aku menjamin sebuah rumah di pinggiran surga bagi siapa saja yang meninggalkan perdebatan kusir meskipun dirinya berada pada pihak yang benar.” (HR. Abu Dawud no. 4800)

Mengubah ruang percakapan daring menjadi sarana menebar nasihat yang santun akan menjaga keharmonisan ukhuwah serta mendatangkan ketenteraman bagi masyarakat digital. Kemampuan mengendalikan jemari di layar gawai membuktikan kemuliaan akhlak penuntut ilmu yang sejati.

Menjaga lisan dan jari di media digital merupakan cerminan ketakwaan sejati yang menyelamatkan seorang mukmin di akhirat kelak.

Kanal Informasi & Media Sosial Resmi Pondok Pesantren eLKISI Mojokerto:

(za/red)

Pondok Pesantren Islamic Center eLKISI

Pesantren Berbasis Edukasi dan Sosial Keummatan

BERITA TERBARU

Pondok Pesantren Islamic Center eLKISI

eLKISI IT Team © Copyright  2024. All Rights Reserved