PELAYARAN SAMUDRA — Gemuruh deburan ombak dan deru mesin kapal penumpang KM Lawit milik PT Pelni tidak menyurutkan ghiroh dakwah para santri Pondok Pesantren Islamic Center eLKISI Mojokerto. Di tengah pelayaran bahari mengarungi perairan nusantara menuju Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), musala kapal disulap menjadi majelis ilmu yang syahdu dan sarat hikmah.
Usai salat Dhuhur berjamaah, suasana musala kapal yang padat oleh para penumpang musafir dari berbagai latar belakang mendadak teduh. Berdiri di hadapan mikrofon mimbar musala dengan balutan baju koko marun dan ikatan udeng khas santri, Bahy Althof Mujahidin, santri kelas 11 SMA eLKISI, tampil percaya diri membawakan kultum bertema “Urgensi Menghidupkan Sunnah Nabi ﷺ dalam Kehidupan Sehari-hari”.

Menghidupkan Sunnah Nabi di Tengah Keterbatasan Safar
Dalam tausiyahnya yang lugas dan menggugah, Bahy mengajak seluruh jemaah musafir untuk senantiasa meneladani akhlak dan sunnah Rasulullah ﷺ, terutama dalam menjaga adab perjalanan (*adabus safar*), mempererat ukhuwah islamiyah, dan tetap mendirikan salat tepat waktu kendati berada di atas gelombang laut.
“Safar dan keterbatasan ruang di atas kapal bukan alasan untuk melupakan tuntunan baginda Nabi ﷺ. Justru di tengah perjalanan seperti inilah keikhlasan, kesabaran, dan ketaatan kita diuji. Menghidupkan sunnah nabi adalah lentera keselamatan lahir dan batin bagi seorang mukmin,” ungkap Bahy di hadapan para jemaah yang menyimak dengan penuh perhatian.
Para penumpang kapal tampak terkesima menyaksikan seorang remaja belia dengan ketenangan retorika dan penguasaan dalil yang matang. Ruang musala berpanel dinding putih dengan hiasan kaligrafi Arab itu menjadi saksi bisu bagaimana dakwah santri menjangkau sudut-sudut tak terduga di penjuru nusantara.
Ekspedisi Pengabdian Masyarakat: 20 Santri SMA eLKISI Menuju Bumi Flores
Kehadiran Bahy Althof Mujahidin bersama 19 santri rekannya dari kelas 11 SMA eLKISI di kapal KM Lawit bukanlah perjalanan pelesir biasa. Mereka merupakan rombongan relawan santri terpilih yang diberangkatkan resmi oleh pondok pesantren dalam rangka Tugas Pengabdian Masyarakat di Pulau Flores, NTT.
Program pengabdian masyarakat ini merupakan agenda kaderisasi unggulan Pondok Pesantren eLKISI Mojokerto untuk melatih kepekaan sosial, ketangguhan mental, dan kemandirian dakwah santri sebelum mereka terjun seutuhnya ke tengah umat. Selama masa penugasan di Flores, para santri akan mengajar mengaji, membina kajian Islam pelosok, hingga membantu kegiatan sosial keummatan bagi saudara-saudara muslim di daerah minoritas.
Kiprah para santri di atas kapal KM Lawit ini menjadi bukti nyata pengejawantahan filosofi pendidikan Pondok Pesantren eLKISI: “Mencetak da’i di mana pun dan ketika menjadi apa pun”. Bahwa medan dakwah seorang santri tidak terbatas di ruang kelas, masjid pesantren, atau lingkungan asrama semata, melainkan di mana pun kaki berpijak—bahkan di atas gelombang samudra lepas.
Kanal Informasi & Media Sosial Resmi Pondok Pesantren eLKISI Mojokerto:
- YouTube: eLKISITV
- TikTok: ponpes eLKISI Mojokerto
- Facebook: ponpes.elkisi
- Instagram: @ponpes.elkisi
- Website Resmi: elkisi.com
(za/red)















