Menjaga Kemurnian Aqidah dari Praktik Ramalan Modern

Kemegahan kubah masjid dan menara di bawah langit malam bertabur bintang lambang kemurnian aqidah
Menjaga kemurnian aqidah dari jeratan ramalan modern menjadi kewajiban asasi setiap muslim di era digital.

Fenomena ramalan nasib kini bermetamorfosis ke dalam format digital modern yang sangat digandrungi generasi muda melalui aplikasi zodiak, pembacaan garis tangan daring, hingga kartu tarot interaktif. Kemasan teknologi yang canggih sering kali membuat masyarakat muslim lengah dan menganggapnya sekadar hiburan psikologis yang tidak berbahaya. Padahal, keterikatan batin pada ramalan masa depan berpotensi besar merusak pondasi tauhid seorang mukmin kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Urgensi Menjaga Kemurnian Aqidah di Tengah Arus Ramalan Modern

Umat Islam diwajibkan untuk senantiasa menjaga kemurnian aqidah dari segala bentuk keyakinan menyimpang yang dapat menodai keimanan kepada takdir Ilahi. Perbuatan mendatangi atau mengakses layanan peramal—kendati hanya bermodal klik di layar telepon genggam dengan alasan rasa ingin tahu—merupakan dosa besar yang berkonsekuensi berat. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam telah memberikan peringatan keras mengenai ancaman tertolaknya pahala ibadah shalat bagi mereka yang mendekati peramal:

مَنْ أَتَى عَرَّافًا فَسَأَلَهُ عَنْ شَيْءٍ لَمْ تُقْبَلْ لَهُ صَلَاةُ أَرْبَعِينَ لَيْلَةً

“Barangsiapa mendatangi peramal lalu menanyakan kepadanya tentang sesuatu, maka shalatnya tidak akan diterima selama empat puluh malam.” (HR. Muslim no. 2230).

Bahaya Zodiak dan Horoskop Online Merusak Sendi Tauhid

Dampak buruk ramalan daring menjadi berlipat ganda manakala seseorang mulai mempercayai kebenaran prediksi zodiak mengenai masa depan, jodoh, rezeki, maupun kepribadian. Penyerahan keyakinan kepada selain Allah dapat menjerumuskan pelakunya ke dalam jurang syirik yang membatalkan keislaman. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam menegaskan konsekuensi akidah yang sangat fatal apabila seseorang membenarkan perkataan peramal:

مَنْ أَتَى كَاهِنًا أَوْ عَرَّافًا فَصَدَّقَهُ بِمَا يَقُولُ فَقَدْ كَفَرَ بِمَا أُنْزِلَ عَلَى مُحَمَّدٍ

“Barangsiapa mendatangi dukun atau peramal lalu membenarkan apa yang dikatakannya, maka sungguh ia telah kafir terhadap apa yang diturunkan kepada Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam.” (HR. Abu Dawud no. 3904, dinilai shahih oleh Al-Albani).

Oleh karena itu, setiap muslim hendaknya membersihkan gawai dan media sosialnya dari konten ramalan serta menggantungkan seluruh harapan hidup hanya kepada ketentuan takdir Allah semata.

Kanal Informasi & Media Sosial Resmi Pondok Pesantren eLKISI Mojokerto:

(za/red)

Pondok Pesantren Islamic Center eLKISI

Pesantren Berbasis Edukasi dan Sosial Keummatan

BERITA TERBARU

Pondok Pesantren Islamic Center eLKISI

eLKISI IT Team © Copyright  2024. All Rights Reserved