Belajar Terintegrasi di Edupark, Santri SMP eLKISI Gali Enam Bidang Ilmu dari Seekor Ayam

Santri SMP eLKISI mengamati organ tubuh ayam pada kegiatan pembelajaran terintegrasi di Edupark
Santri putri SMP eLKISI mengamati dan mendiskusikan anatomi organ tubuh ayam dalam Integrated Learning di Edupark eLKISI, Selasa (6/10/2026). (Foto: Tagar.co/Naufal Faiz)

Suasana belajar yang berbeda tampak di kawasan alam terbuka Edupark Pondok Pesantren eLKISI, Pungging, Mojokerto, pada Selasa (6/10/2026). Sebanyak 50 santri SMP eLKISI dari kelas VIII C dan VIII D meninggalkan bangku kelas konvensional untuk mengikuti agenda pembelajaran terintegrasi (Integrated Learning).

Uniknya, seluruh rangkaian pembelajaran lintas disiplin ilmu tersebut berpusat pada satu objek kajian nyata, yakni seekor ayam. Melalui metode kontekstual ini, para santri diajak menautkan teori di buku cetak dengan pengalaman lapangan secara langsung.

Praktik Fiqih dan Sains Terpadu Santri SMP eLKISI

Kegiatan berawal dari pendalaman syariat Islam mengenai tata cara penyembelihan hewan halal. Bersama bimbingan Ustaz Ali Murtadlo, S.Pd., para santri putri mempraktikkan langsung teknik memegang unggas dan menyembelihnya sesuai adab serta rukun fikih.

Setelah prosesi penyembelihan rampung, ayam tersebut menjadi media observasi pada mata pelajaran Biologi. Guru Biologi SMP eLKISI, Kholisotul Fuadah, S.Pd., mendampingi para santri melakukan pembedahan guna mengamati anatomi organ dalam secara mendalam.

Di bawah panduan asatizah, santri memeriksa sistem pernapasan, saluran pencernaan, peredaran darah, hingga mekanisme reproduksi unggas. Pengamatan konkret ini memudahkan santri memahami fungsi organ tubuh tanpa sekadar menghafal gambar ilustrasi.

Praktik penyembelihan ayam sesuai syariat Islam oleh santri SMP eLKISI
Santri SMP eLKISI mempraktikkan tata cara penyembelihan ayam secara syar’i di bawah bimbingan asatizah di Edupark eLKISI. (Foto: Tagar.co/Naufal Faiz)

Eksplorasi Lingkungan dan Asah Kecakapan Hidup

Pembelajaran sains kemudian berpadu dengan wawasan sosial kemasyarakatan. Guru IPS SMP eLKISI, Claresta, S.Pd., mengajak santri mengeksplorasi ekosistem Edupark untuk mempelajari interaksi sosial dan pemanfaatan sumber daya alam sekitar.

Tak berhenti di situ, para santri segera beralih menuju area perapian untuk mengolah daging ayam tersebut. Di bawah pengawasan para ustazah, setiap kelompok santri dilatih membersihkan potongan daging, meracik bumbu, dan memasak secara higienis.

Aktivitas memasak bersama ini menjadi wahana penempaan kecakapan hidup (life skills) sekaligus solidaritas tim. Seluruh anggota kelompok dituntut saling berbagi peran agar sajian matang tepat waktu.

Santri SMP eLKISI mengolah dan memasak daging ayam secara berkelompok di Edupark
Kerja sama santri putri SMP eLKISI dalam mengolah masakan daging ayam sehat di Edupark eLKISI. (Foto: Tagar.co/Naufal Faiz)

Matematika Finansial, Gizi Sehat, dan Presentasi Bahasa Inggris

Setelah hidangan tersaji, materi berlanjut ke penerapan matematika praktis bersama guru Matematika SMP eLKISI, Khoirun Nisa, M.Pd. Para santri menghitung rincian modal belanja bahan, beban operasional, serta menentukan kalkulasi harga jual yang ideal.

Pada sesi puncak, santri mempresentasikan proses memasak dan kandungan nutrisi hidangan menggunakan bahasa Inggris. Penyajian makanan juga wajib menerapkan pedoman gizi seimbang “Isi Piringku” demi memastikan standar kesehatan terpenuhi.

Rangkaian Integrated Learning ini membuktikan bahwa pembelajaran holistik mampu menyatukan enam bidang ilmu sekaligus: agama, biologi, sosial, matematika, bahasa, dan kesehatan. Dengan demikian, santri memperoleh pemahaman komprehensif yang aplikatif bagi kehidupan sehari-hari.

(za/red)

Pondok Pesantren Islamic Center eLKISI

Pesantren Berbasis Edukasi dan Sosial Keummatan

BERITA TERBARU

Pondok Pesantren Islamic Center eLKISI

eLKISI IT Team © Copyright  2024. All Rights Reserved