Santri Azhari dan Kader Ulama’ Ikuti Coaching Penulisan Risalah Akhir Bahasa Arab

0

Mojokerto-eLKISI.com,

Pondok Pesantren Islamic Center eLKISI mengadakan Coaching Clinic Penulisan Risalah Akhir Bahasa Arab. Coaching dilaksanakan di Auditorium lantai 3 Pondok Pesantren Islamic Center eLKISI pada hari Sabtu 22 Januari 2022. Pembicara pelatihan Dr. Hj. Dewi Chamidah, M.Pd. Beliau adalah dosen tetap Pendidikan Bahasa Arab UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Koordinator Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA). Pengasuh pusat Ma’had Al-Jamiah.

Coaching Clinic dilaksanakan dua sesi. Sesi pertama bersama para santri Kader Ulama dan Azhari SMA eLKISI. Sesi kedua bersama asaatid pengampu bahasa Arab SMA eLKISI. Sesi pertama dimulai pukul 08.00. Acara dibuka oleh Ustadz Gunanto Amintoko, M.Pd, Kepala SMA eLKISI.Santri eLKISI sudah terbiasa menulis karya tulis ilmiah dalam bahasa Indonesia. Di jenjang SMA terdapat tugas wajib santri untuk menulis buku. Dengan adanya pelatihan ini diharapkan para santri tidak hanya pandai menulis dengan bahasa Indonesia, namun juga memiliki kemampuan menulis berbahasa Arab. Pelatihan ini juga diharapkan meningkatkan prestasi santri dalam perlombaan Bahasa Arab.

Peserta pelatihan di sesi satu adalah sebanyak 50 santri yang terhimpun dari kelas khusus kader ulama dan kelas internasional Azhari. Para santri mengikuti dengan antusias dan khidmat penyampaian materi Dr. Hj. Dewi Chamidah, M.Pd.Pemaparan materi awal memotivasi santri menulis dan belajar bahasa Arab. “Ilmu yang kita pelajari akan mudah hilang apabila tidak kita tulis. Bagaimana ilmu yang kita pelajari akan bermanfaat untuk generasi mendatang, 20-30 tahun kedepan. Maka perlu belajar Karya Tulis Ilmiah”, tutur narasumber tetap di P4TK Bahasa Kemdikbud RI.

Beliau menyampaikan tata cara pembuatan karya tulis berbahasa Arab, mekanisme dan trik-triknya. Bagaimana penulisan Bahasa Arab yang baik dan benar. Harus sesuai dengan kaidah bahasa Arab. Memperhatikan judul, tema, dan topik penulisan. Penulisan paragraf. Serta menjelaskan project plan menulis. Setelah pemaparan teori penulisan karya ilmiah bahasa Arab. Para santri praktek membuat draft atau outline tulisan bahasa Arab.

Di sesi kedua, kegiatan coaching untuk asatidz pembina bahasa Arab. Di sesi ini dilakukan evaluasi terkait dengan kemampuan para santri. Dan juga mendiskusikan strategi menggapai prestasi lomba dalam bahasa arab. Kegiatan coaching ini merencanakan kegiatan yang terstruktur untuk melahirkan para santri eLKISI yang mahir menulis bahasa Arab.

Dalam kesempatan ini juga digunakan berdiskusi tentang “Program Sit In” di universitas Timur Tengah. Program ini memungkinkan santri untuk belajar secara temporer di kampus Timur Tengah. Beliau bahkan menjelaskan, lembaga sebesar eLKISI seharusnya bisa menjalin kerjasama langsung dengan Al Azhar Mesir. Semoga kegiatan coaching ini mendapatkan berkah dari Allah SWT. (AZ)

Penerimaan Santri Baru SMP-SMA 2022-2023 (Kelas Khusus Peminatan)

0
eLKISI Unggulan - Kader Ulama

Alhamdulillah, Pada tahun ajaran 2022/2023 ini, Allah ijinkan eLKISI IIBS membuka kelas baru SMP-SMA dengan fokus terhadap kompetensi peminatan masing-masing santri.

Kompetensi Peminatan tersebut, antara lain:

SMP eLKISI

1. TAHFIDHUL QUR’AN 30 JUZ

Kuota: 20 santri khusus putri

Output: Hafal 30 Juz & 260 Hadits, diterima di Kelas Kader Ulama (KU) dan Azhari SMA eLKISI tanpa tes.

———-

2. AZHARI

Kuota: 20 santri

Output: Melanjutkan SMA di Al-Azhar Mesir, diterima di SMA eLKISI Kelas Azhari tanpa tes

———–

3. REGULER

Kuota: 20 santri

Output: Hafal Min plus 3 juz dan 260 hadits, diterima di SMA eLKISI tanpa tes

————

SMA eLKISI

1. TAHFIDHUL QUR’AN 30 JUZ

Kuota: 20 santri khusus putri

Output: Hafal 30 Juz & 260 Hadits

Fasilitas: Pengajar, di antaranya Syaikh bersanad (proses mendatangkan), Camp Tahfidh

————

2. KADER ULAMA

Kuota: 20 santri

Output: Hafal Al-Qur’an plus 10 juz & 420 hadits Umdatul Ahkam, Hafal mutun ilmi, Aktif berbahasa Arab, Berpeluang Kuliah di Timteng, & Mahir mengoperasikan Maktabah Syamilah.

Fasilitas: Pengajar, Syaikh & alumni Timteng dan LIPIA, Dauroh terjadwal Masyayikh. Dipandu saat mendaftar & berangkat ke Timteng.

———–

3. AZHARI

Kuota: 20 santri

Output: Hafal Al-Qur’an plus 6 juz & 260 hadits, Aktif berbahasa Arab, Melanjutkan Kuliah di Al-Azhar Mesir.

Fasilitas: Pengajar: Syaikh & alumni Timteng dan LIPIA, Daurah terjadwal masyayikh, mendapatkan 3 ijazah (eLKISI, Al-Azhar, & Nasional).

————

4. SAINS

Kuota: 20 santri

Output: Hafal Al-Qur’an plus 5 juz dan, 180 hadits. Kuliah di PTN Favorit

Fasilitas: Camp Sains & MTK, Camp Tahfidh, diterima di ADI Jatim tanpa tes.

————

5. MULTIMEDIA

Kuota: 20 santri

Output: Hafal Al-Qur’an plus 5 Juz dan 180 hadits. Menguasai desain grafis & dasar-dasar jurnalistik, dan mampu mengoperasikan TV satelit dan Streaming

Fasilitas: Workshop multimedia terjadwal, Lab multimedia, dibimbing wartawan berpengalaman, TV eLKISI.

KELAS OLIMPIADE

DAFTAR JALUR PRESTASI

(Ada dispensasi/ beasiswa dengan syarat & ketentuan berlaku)

MATEMATIKA & SAINS

Output: Hafal Al-Qur’an plus 3 juz & 180 hadits, Kuliah di PTN Favorit.

Fasilitas: Dibina mentor nasional & dikutsertakan di event olimpiade.

  • Syarat: Hafal 2 juz Al-Qur’an, lulus Tes, Pernah juara/finalis kompetisi MTK-Sains di 3 tahun terakhir (bukti: piala/sertifikat)

OLAHRAGA

Output: Hafal plus 3 juz & 180 hadits.

Fasilitas : Dibina pelatih berpengalaman, diikutsertakan dalam event/kejuaraan

Syarat: Hafal 2 juz Al-Qur’an, Lulus Tes. Pemah juara di event/kejuaraan olahraga (dibuktikan dengan piala/sertifikat)

==========

Negara & Kampus Sebaran Alumni:

Arab Saudi, Mesir, Sudan, Turki, Unair Sby, Unesa Sby, Brawijaya Malang, UM Malang, Unej Jember, Trunojoyo Madura, UNS Solo, UIN, Poltekes

============

Daftar langsung tes

Biaya Pendidikan: Rp 16.500.000

INFO PENDAFTARAN:

eLKISI Service Center: 0321-6850002
Ustadz Samsul : 081218768485

Dua Santri SMA eLKISI diterima di Jami’ah Malik Su’ud KING SAUD UNIVERSITY, SAUDI ARABIA

0
Dua Santri SMA eLKISI diterima di Jami’ah Malik Su’ud KING SAUD UNIVERSITY, SAUDI ARABIA

Alhamdulillah bini’matihi tatimmus sholihat.

2 santri SMA eLKISI atas nama Bilal Bangsawan dan Ahmad Nadhif, santri kelas kader ulama’ SMA eLKISI diterima kuliah di Jami’ah Malik Su’ud KING SAUD UNIVERSITY, SAUDI ARABIA.

Mereka menyusul 4 temannya di kelas Kader Ulama’ yang insyaa Allah juga akan berangkat ke Al-Azhar University, Kairo Mesir.

Semoga Allah jadikan mereka generasi muwahhid, shalih, dan kelak bermanfaat untuk ummat.

Membaca atau Bacaan Qur’an Bagian dari “Protokol Langit”

0

Oleh M. Anwar Djaelani,
penulis buku “Keluarga Sakinah Perindu Jannah”

Pandemi Covid-19 adalah ujian sangat berat. Lihatlah, banyak yang sakit dan tak sedikit yang meninggal. Meski begitu, tetaplah optimis karena angka kesembuhan cukup menggembirakan.

Selanjutnya, ikhtiar agar kita lulus (dalam arti luas) dari pandemi ini harus terus kita lakukan. Maka, taatilah “Protokol Langit” sekaligus patuhilah “Protokol Bumi”.

“Protokol Langit” bersandar kepada petunjuk Allah dan Rasul-Nya. “Protokol Bumi” mengacu kepada panduan ulama dan ilmuwan. Dalam hal ini, ulama akan memberi dasar-dasar keagamaan dalam menghadapi pandemi Covid-19. Sementara, ilmuwan akan memberi petunjuk mulai dari bagaimana cara mencegah tertular (dikenal sebagai Protokol Kesehatan) sampai membantu proses penyembuhannya jika pada akhirnya kita terinfeksi Covid-19.

Jangan Cemas!

Menghadapi pandemi, jangan bersedih. Tetaplah bersikap positif, dengan menunjukkan “kejaiban” seorang mukmin. Ajaib, karena mereka bersyukur ketika mendapat karunia Allah berupa nikmat dan bersabar saat menerima pemberian Allah berbentuk ujian semisal sakit.

Menghadapi pandemi, jangan sedih dan apalagi panik. Di titik ini, ingatlah selalu nasihat Ibnu Sina. Bapak Kedokteran itu memberi nasihat: Bahwa kecemasan adalah separo dari penyakit, ketenangan adalah separo dari obat, dan kesabaran adalah langkah awal penyembuhan.

“Protokol Langit”

Menghadapi pandemi, taatilah “Protokol Langit”. Semakin mendekatlah kepada Allah. Tunjukkanlah kecintaan kita kepada-Nya. Adapun di antara indikator cinta adalah selalu ingat kepada yang kita cintai.

Al-Qur’an adalah “Surat Cinta” Allah kepada kita. Benar, “Surat Cinta” sebab berisi petunjuk agar kita selamat dan bahagia ketika hidup di dunia. Bahkan, jika kita amalkan Al-Qur’an, Kitab Suci itu akan membimbing kita agar bahagia pula di akhirat terutama di saat “bertemu” dengan Allah.

Terutama di saat pandemi, lebih dekatlah kepada Al-Qur’an. Membaca Al-Qur’an adalah sebentuk cara dalam mengingat Allah. Dengan sering membaca (dan mempelajari) Al-Qur’an akan didapat banyak hal termasuk hati akan menjadi tenang dan ini sudah separo obat. Perhatikan ayat ini: “….. (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram”.

Dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram. Maknanya, situasi kejiwaan kita tenang. Jika posisi ini sudah kita capai, maka mengacu kepada panduan Ibnu Sina, separo obat sudah kita miliki bahkan langsung bekerja.

Obat, Obat!

Selanjutnya, ingat-ingatlah selalu hal berikut ini. Al-Qur’an itu memiliki banyak nama. Salah satunya, Asy-Syifa’. Disebut Asy-Syifa’ karena Al-Qur’an dapat dijadikan sebagai obat untuk mengobati penyakit hati (semisal kekufuran, kebodohan, dan dengki) serta dapat pula digunakan mengobati penyakit fisik.

Perhatikan, membaca atau mendengar bacaan Al-Qur’an bisa menjadi obat yang menyembuhkan, sebagaimana disebut QS Israa’ [17]: 82, bahwa: “Dan Kami turunkan dari Al-Qur’an suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al-Qur’an itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian”. Renungkanlah juga, QS Yunus [10]: 57 ini: “Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman”.

Penelitian, Menegaskan!

Benarkah membaca atau mendengarkan bacaan Al-Qur’an bisa menyembuhkan? Pertama, kita yakin bahwa itu sepenuhnya benar! Bukankah di QS Al-Baqarah [2]: 2-3 ada penegasan, bahwa: “Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa, yaitu mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat, dan menafkahkan sebahagian rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka.

Kedua, kita bertambah yakin tentang itu karena ada penelitian yang membenarkan hal itu. Mari baca hasil penelitian “Efek Terapi Membaca Al-Qur’an: Sebuah Studi Ilmiah” di www.okezone.com 9 April 2020. Bahwa, Dr. Ahmed Al-Qadhi meneliti topik itu di Klinik Besar Florida Amerika Serikat. Penelitian itu ditunjang peralatan elektronik terbaru untuk mendeteksi detak jantung, ketahanan otot, tekanan darah, juga ketahanan kulit terhadap aliran listrik. Hasilnya, terbukti terjadi perubahan fisiologis pada sistem saraf otak dari pihak yang diteliti, yang mendengarkan pembacaan Al-Qur’an.

Studi ini melakukan 120 eksperimen kepada dua jenis kelamin, kelompok usia yang berbeda, non-muslim dan tidak mengerti Bahasa Arab. Percobaan dengan teknik komparasi, membandingkan pembacaan ayat-ayat Al-Qur’an dengan teks Arab biasa. Sementara, pihak yang diteliti tidak bisa membedakan antara bacaan Al-Qur’an dan teks Arab biasa.

Percobaan Dr. Ahmed Al-Qadhi menyimpulkan bahwa terdapat 97 persen efek positif pada subjek percobaan yang mendengarkan bacaan dari Al-Qur’an dibandingkan dengan yang hanya mendengarkan teks Arab biasa. Efek yang dimaksud adalah dapat melahirkan ketenangan jiwa dan penyembuhan penyakit. Ini membuktikan bahwa mendengarkan Al-Qur’an bisa menjadi obat. Ini efek psikis sekaligus fisik.

Dr. Ahmed Al-Qadhi berhasil membuktikan bahwa mendengarkan bacaan ayat-ayat Al-Qur’an, baik mereka yang bisa berbahasa Arab maupun tidak, dapat merasakan perubahan psikologis yang sangat besar.

Inti hasil penelitian, mereka yang mendengarkan bacaan Al-Qur’an mengalami penurunan depresi, penurunan kesedihan, peningkatan ketenangan jiwa, dan bisa menangkal berbagai macam penyakit. Sekali lagi, hal yang didapat dua sekaligus yaitu efek positif psikis dan fisik.

Penemuan yang serupa juga didapat oleh peneliti lainnya, Muhammad Salim. Hasilnya, dipublikasikan oleh Universitas Boston Amerika Serikat.

Lebih jauh, baik Dr. Ahmed Al-Qadhi dan Muhammad Salim bisa membuktikan bahwa membaca Al-Qur’an dengan bersuara bisa menimbulkan vibrasi yang mampu membuat sel-sel yang rusak di tubuh manusia jadi sembuh dan bisa bekerja dengan baik.

Hanya Dia!

Alhasil, jangan cemas dan apalagi panik! Allah tak akan pernah memberi beban di luar batas kemampuan kita (baca QS Al-Baqarah [2]: 286).

Sungguh, kapanpun, pegang erat “Surat Cinta” Allah lewat QS Asy-Syuaraa’ [26]: 80-82 ini: “Dan, apabila aku sakit, Dialah Yang menyembuhkan aku, dan yang akan mematikan aku kemudian akan menghidupkan aku (kembali), dan yang amat kuinginkan akan mengampuni kesalahanku pada hari kiamat”.

Adapun di antara jalan Allah menyembuhkan atau memberi kita kesehatan, ikutilah “Protokol Langit” dan “Protokol Bumi”. Lakukan kedua-duanya secara bersamaan. Setelah semua usaha kita kerjakan, lalu bertawakkal-lah kepada Allah. Berserah diri-lah kepada Allah, bahwa hanya Dia-lah yang membuat kita tak terpapar penyakit apapun. Bahwa, jika kemudian kita sakit maka hanya Dia pula-lah yang bisa menyembuhkan. []

Pesona Keluarga “Kekasih Allah”

0

Oleh M. Anwar Djaelani

“Kekasih Allah!” Itulah, sebutan untuk Ibrahim As. Predikat tersebut sangat tepat. Disematkan kepadanya, lantaran Bapak Para Nabi itu selalu membenarkan apapun yang datang dari Allah.

Selanjutnya, Allahu Akbar! Seperti Ibrahim As, performa keluarganya (dalam hal ini istri dan anak) juga mempesona. Untuk itu, mempelajari perjalanan hidup mereka, sungguh bermanfaat. Hal ini, karena dari mereka kita akan menyaksikan berbagai demonstrasi pengorbanan dalam meraih Ridha Allah.

Allahu Akbar, Allahu Akbar!

Ibrahim As lulus dari berbagai ujian. ”Dan (ingatlah), ketika Ibrahim diuji Tuhannya dengan beberapa kalimat (perintah dan larangan), lalu Ibrahim menunaikannya” (QS [2]: 124).

Ibrahim As diuji ketika berusaha “menemukan” siapa Tuhan: Bintang-kah? Bulan-kah? Matahari-kah? Atau, Tuhan itu haruslah sesuatu yang tak tergantung/dipengaruhi oleh sesuatu yang lain? (baca QS [6]: 74-83).

Ibrahim As diuji ketika berani mendakwahi penduduk negerinya sendiri (termasuk ayahnya, juga Namrudz rajanya). Mereka, penyembah berhala (baca QS [26]: 69-104, QS [19]: 41-50, QS [2]: 258, dan QS [21]: 51-70 ).

Ibrahim As diuji ketika harus memilih: Lebih menyukai kampung halaman sendiri atau hijrah ke tempat lain karena dakwahnya tak mendapatkan sambutan (baca QS [29]: 26).

Ibrahim As diuji ketika sampai di usia 80 tahun, tak berputra. Kemudian, ketika pada akhirnya berputra, Allah masih juga mengujinya: “Korbankan Ismail!”

Atas ujian super-berat itu Ibrahim pun tetap taat kepada Allah. Dia laksanakan perintah Allah itu dengan sepenuh ketundukpatuhan seorang hamba.

Allahu Akbar, Allahu Akbar!

Sementara, ada episode lain yang tak kalah menggetarkan. Hajar, istri Ibrahim As sekaligus ibunda Ismail As cemerlang menunjukkan karakternya sebagai wanita shalihah. Dia memperagakan dengan baik ketaatan seorang hamba kepada Allah. Juga, kesetiaan seorang istri kepada suami yang shalih. Pun, keikhlasan seorang ibu yang meletakkan dasar-dasar ketauhidan bagi putranya.

Bahwa, atas titah Allah, Ibrahim As beserta keluarganya hijrah ke Mekkah. Setelah itu, Ibrahim As segera pergi meninggalkan Hajar dan Ismail As di tempat yang-ketika itu-belum berpenghuni dan gersang.

Ditinggal sendirian bersama Ismail As (yang masih menyusu) di “tempat tak bersahabat” dan dengan perbekalan yang terbatas, Hajar ridha. Hanya saja, sebagai manusia, sempat muncul kekhawatiran yang lalu Hajar ungkapkan kepada Ibrahim As: “Ke mana engkau akan pergi? Untuk siapakah engkau meninggalkan kami di lembah yang gersang dan mengerikan ini?”

Ibrahim As tak menjawab. Dia terus melangkah.

Atas hal itu, Hajar lalu mengulang-ulang pertanyaannya. Dia berharap belas-kasih sang suami yang tak kunjung menjawab dan terus menjauh.

Hajar-pun berseru: “Allah-kah yang memerintahmu?”

Untuk pertanyaan terakhir itu, Ibrahim As menjawab: “Benar!”

Hajar lalu berkata: “Jika demikian halnya, maka Allah tak akan menyia-nyiakan kami.”

Selanjutnya, lihatlah! Ketika perbekalan air habis dan Ismail As membutuhkannya, Hajar berikhtiar mencarinya. Hajar berlari kecil menuju bukit Sofa. Dari ketinggian bukit itu, dia berharap bisa melihat (sumber) air. Tapi, tak ditemukannya. Lalu, Hajar, dengan masih berlari-lari kecil, menuju bukit Marwah. Dari bukit inipun tak dilihatnya (sumber) air. Berkali-kali Hajar mengulang melihat dari ketinggian bukit Sofa lalu berganti dari bukit Marwah.

Sejurus kemudian, Allah lalu “menghidangkan” (sumber) air zamzam tak jauh dari Ismail As. Inilah isyarat berbalasnya sikap tunduk-patuh seorang hamba kepada Allah.

Allahu Akbar, Allahu Akbar!

Kembali ke sepenggal kisah Ibrahim As di atas. Bahwa, pada akhirnya Ibrahim As berputra.

Lalu, ada fragmen yang menggetarkan: Korbankan Ismail! Perhatikan ayat ini: ”Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: ’Hai anakku, sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!’ Ia menjawab: ’Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; Insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar’.” (QS [ 37]: 102).

Ismail As dengan sabar menerima situasi super-sulit itu. Tak ragu-ragu Ismail As menyatakan sikap ketundukpatuhannya kepada Allah lewat kalimat: “Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu. Insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar.”

Di sisi lain, pada diri Ibrahim As sempat terjadi pertarungan batin: Cinta Allah atau sayang anak. Di titik ini, yaitu terutama di saat-saat kritis, seperti biasa setan menggoda iman. Tapi, Ibrahim As menggeleng. Dia tak akan tunduk kepada setan. Ibrahim As bertekad untuk hanya selalu membesar-besarkan Allah dan mengecilkan yang selain-Nya.

Allah kemudian membalas sikap ketundukpatuhan Ibrahim As dan Ismail As. Caranya? Perhatikan ayat ini: “Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar” (QS [37]: 107). Allahu-Akbar!

Keluarga, Strategis!

Iman di diri Ibrahim As, Hajar, dan Ismail As memberi mereka keyakinan. Bahwa, Allah tak akan menyia-nyiakan hamba yang berbakti kepada-Nya.

Ibrahim As dan keluarganya adalah teladan. Benar, teladan dalam hal kekokohan aqidah. Teladan dalam hal ketundukpatuhan kepada apapun yang menjadi ketentuan Allah.

Keluarga dengan performa seperti Keluarga Ibrahim As, sungguh mempesona. Keluarga dengan kualifikasi seperti itu benar-benar akan bisa memainkan peran paling penting dalam “pembangunan” sebuah kaum. Ini mudah kita pahami, sebab di dalam keluarga-lah kali pertama fondasi aqidah dipancangkan. Pada gilirannya, kuatnya aqidah seseorang dan kokohnya aqidah suatu keluarga akan mewarnai performa suatu kaum.

Ibrahim As dan keluarganya patu kita teladani. Untuk itu, Allah tak cukup sekali meminta kita “membaca” Ibrahim As. “Dan bacakanlah kepada mereka kisah Ibrahim” (QS [26]: 69). “Ceritakanlah (hai Muhammad) kisah Ibrahim di dalam Al-Kitab (Al-Qur’an) ini. Sesungguhnya ia adalah seorang yang sangat membenarkan, lagi seorang Nabi” (QS [19]: 41).

Sebagaimana Ibrahim As, selalulah ikhlas berserah diri kepada Allah. “Dan, siapakah yang lebih baik agamanya daripada orang yang ikhlas menyerahkan dirinya kepada Allah, sedangkan dia-pun mengerjakan kebaikan, dan ia mengikuti agama Ibrahim yang lurus? Dan, Allah mengambil Ibrahim menjadi kesayangan-Nya” (QS [4]: 125).

Seperti Ibrahim As dan keluarganya, selalulah besarkan Allah dan kecilkan yang selain-Nya. Senantiasalah tunduk dan patuh kepada-Nya. Dahulukanlah untuk sesegera mungkin berkorban di jalan Allah dengan cara menunaikan segenap perintah-Nya dan meninggalkan semua larangan-Nya.

Sungguh, hanya dengan bersikap seperti itulah, insya Allah semua persoalan yang kita hadapi dapat kita selesaikan dengan baik. Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar! []

Dibuka Indent Penerimaan Santri Baru Tahun Akademik 2022-2023 dan 2023-2024

0
Santri Ponpes eLKISI Mojokerto

Bismillahirrahmanirrahim,

Alhamdulillah, Kabar gembira bagi bapak/ibu yang mempunyai putra-putri yang sedang duduk dibangku Sekolah Dasar kelas 4 dan 5 juga SMP kelas 7 dan 8.

Dibuka! Indent Penerimaan Santri Baru Jenjang SMP dan SMA eLKISI IIBS-International Islamic Boarding School Mojokerto Jawa Timur Tahun Pelajaran 2022-2023 & 2023-2024.

eLKISI IIBS membuka kesempatan pendaftaran inden bagi putra putri bapak/ibu untuk bergabung menjadi Santri di Kampus Peradaban eLKISI IIBS Mojokerto salah satu Pondok Pesantren terbaik di Jawa Timur.

Keuntungan Daftar Indent:
1. Bebas Tes Masuk
2. Infaq Gedung sesuai dengan tahun pelajaran saat mendaftar

Syarat Daftar Indent:
1. Membayar infaq formulir pendaftaran Rp 350.000,-
2. Mengisi dan menyerahkan formulir pendaftaran
3. Membayar DP infaq gedung minimal Rp 5.000.000,-

Berikut profil lulusan santri regular:

SMP eLKISI, in syaa Allah:
– Beraqidah Salimah
– Beramal Sesuai Al Qur’an dan As Sunnah
– Memiliki Adab yang Baik
– Hafal (plus) 2 Juz Al Qur’an
– Hafal 500 Hadits Maudlu’i (Tematik)
– Mandiri

SMA eLKISI, in syaa Allah:
– Beraqidah Salimah
– Beramal Sesuai Al Qur’an dan As Sunnah
– Memiliki Adab yang Baik
– Hafal (plus) 5 Juz Al Qur’an
– Hafal 300 Hadits Maudlu’i (Tematik)
– Siap menjadi Imam dan Khotib
– Berpeluang Kuliah di Timur Tengah
– Menguasai Multimedia
– Mempunyai Karya Buku
– Memiliki Jiwa Kepemimpinan (Leadership)
– Mandiri

Kurikulum:
– Ciri Khas Pesantren
– Al Azhar Cairo
– Nasional

Informasi dan Pendaftaran:
Gedung Pelayanan (lt. 2)
Kampus Pusat eLKISI IIBS
Jl.Mojosari-Trawas Km-8, Dusun Kemuning Ds. Mojorejo Kec. Pungging Kab. Mojokerto Jawa Timur.
www.elkisi.com
eLKISI Service Center (0321) 685 0002
WA : 081218768485 (Ustadz Syamsul), 085214130009 (Ustadz Kuncoro)

Silahkan disebarkan, barangkali ada yang membutuhkan, Jazakumullah khayran.

Prosedur Pendaftaran Calon Santri Baru Pondok Pesantren Islamic Center eLKISI

0

PROSEDUR PENDAFTARAN OFFLINE

  1. Melakukan pendaftaran secara resmi di Kantor Pelayanan Pondok Pesantren Islamic Center eLKISI
  2. Membeli formulir pendaftaran:
    – KB-TK dan SDAI = Rp 150.000,-
    – SMP, SMA, eLKISI Institute = Rp 350.000,-
  3. Mengisi dan menyerahkan formulir
  4. Menyerahkan:
    – Fotocopy Akta Kelahiran
    – Fotocopy Kartu Keluarga
    – Pas foto ukuran 3×4 berwarna sebanyak 3 lembar

PROSEDUR PENDAFTARAN ONLINE

  1. Melakukan pendaftaran secara online melalui website resmi psb.elkisi.com
  2. Untuk mendapatkan Kode Aktivasi Pendaftaran, silahkan membayar formulir pendaftaran sebesar:
    – KB-TK dan SDAI = Rp 150.000,-
    – SMP, SMA, eLKISI Institute = Rp 350.000,-

dan Transfer ke:
Nomor Rekening : 4440888028
a.n : Yayasan eLKISI
Bank Syariah Indonesia (BSI) ex. BSM 
Kode Bank 451

Note : Bagi Bapak/Ibu yang sudah melakukan pembayaran/transfer harap segera megirim bukti transfer ke nomor (WA) 081555729761 untuk mendapatkan KODE AKTIVASI PENDAFTARAN

Asatidzah eLKISI Warnai Hari Guru Nasional dengan Lomba Menulis

0
literasi guru pondok pesantren modern elkisi mojokerto jawa timur

Peringatan Hari Guru Nasional 2019 di Pondok Pesantren Islamic Center eLKISI dimanfaatkan untuk kegiatan lomba menulis tingkat asatidzah. Semua karya tulis dikumpulkan dan dinilai oleh ustadz Anwar Jaelani.

Alhamdulillah para asatidzah cukup antusias mengikuti lomba ini. Dari dua belas karya tulis yang masuk dalam penilaian, terpilih tiga karya tulis yang terbaik sebagai berikut:

  1. Ustadzah Nurul Kholifah dengan karya tulis “Antara Amarah dan Kasih Sayang”
  2. Ustadzah Rohmatin dengan karya “Termotivasi Santri, Nikmati Hafalan Kitab Suci”, serta
  3. Ustadz Syamsul Arif dengan karya “Dari Aksi Sosial Empati Gunung Kelud: Peduli Sesama Membuka Pintu Berkah”.

Kegiatan ini sudah dilaksanakan mulai senin (11/11) lalu. Puncak penilaiannya adalah pada saat peringatan Hari Guru Nasional senin (25/11). Para pemenang mendapatkan hadiah masing-masing sebuah buku “Warnai Dunia dengan Menulis” karya tulis ustadz Anwar Jaelani dan juga uang pembinaan Rp 750.000,- untuk Juara I, Rp 500.000,- untuk Juara II, dan Rp 250.000,- untuk Juara III.

Kantor Pelayanan Pondok Pesantren Islamic Center eLKISI

0
Kantor Pelayanan Ponpes elkisi mojokerto

Kantor Pelayanan (Lantai 2)
Komplek Pondok Pesantren Islamic Center eLKISI
Jl. Raya Mojosari Trawas Km 8 Dusun Kemuning Desa Mojorejo
Kec. Pungging Kab. Mojokerto Jawa Timur Kode Pos 61384
Telp. (+62 321) 6850002
email : elkisi@gmail.com
facebook : https://www.facebook.com/PonpesModerneLKISI
instagram : instagram.com/ponpes.elkisi


Buka Setiap Hari
Mulai Pukul 08.00 s.d 20.00 WIB

Kampus Peradaban (Pusat) Pondok Pesantren Islamic Center eLKISI

0
Gedung pelayanan ponpes adab elkisi mojokerto

Kampus Peradaban (Pusat) Pondok Pesantren Islamic Center eLKISI
SMP eLKISI, SMA eLKISI, eLKISI Institute (S1)
Jl. Raya Mojosari Trawas Km 8 Dusun Kemuning Desa Mojorejo
Kec. Pungging Kab. Mojokerto Jawa Timur Kode Pos 61384
Telp. (+62 321) 6850002 ; elkisi@gmail.com

KB-TK LQC (Pondok Pesantren Islamic Center eLKISI)
Jl. Raya Mojosari Trawas Km 8 Dusun Mojodadi RT 07 RW 03 Desa Purworejo
Kec. Pungging Kab. Mojokerto Jawa Timur Kode Pos 61384
Telp. (+62 321) 6850002 ; +62 81230088746

SD Alam Islami eLKISI (Pondok Pesantren Islamic Center eLKISI)
Jl. Raya Mojosari Trawas Km 8 Dusun Mojodadi RT 11 RW 03 Desa Purworejo
Kec. Pungging Kab. Mojokerto Jawa Timur Kode Pos 61384
Telp. (+62 321) 6850002 ; +62 8563136106

Santri SMA eLKISI Raih Juara I Olimpiade Matematika dan Sains

0
Santri SMA eLKISI Juara Olimpiade Matematika dan Sains

Alhamdulillah, Santri Kelas XI SMA eLKISI Ma’had Elkisi Mojokerto Niswah Qonita & Mirna Dwi Rahmawati berhasil Meraih Juara I Olimpiade Matematika dan Sains tingkat SMA dalam ajang eLKISI Awards #2019 setelah mengalahkan 2 pasangan finalis lainnya dari MAIT Darul Fikri Sidoarjo dan SMAN 1 Puri Mojokerto yang mendapat Juara 2 dan 3.

Dengan prestasi yang diraih ini, semoga Niswah dan Mirna menjadi ahlul hadits yang mahir matematika dan sains. Karena Islam juga berbicara tentang sains.

Kenclengan Surga Dari Sisa Belanja

0
Kenclengan Surga dari Sisa Belanja Baitul Maal eLKISI

KENCLENGAN SURGA
“Dari Sisa Belanja”

Nabi Muhammad shallahu ‘alaihi wasallam bersabda: _Jangan sesekali meremehkan kebaikan sekecil apapun. (HR. Muslim)

Menyisihkan sisa uang belanja atau jajan biarpun Rp 1000 atau bahkan 500 setiap hari untuk dimasukkan ke “KENCLENGAN SURGA” tentunya sangat bermanfaat buat masa depan kita di akhirat. Karena setiap orang berada dalam lindungan sedekahnya. Maka istiqomahlah bersedekah.

Nabi Muhammad shallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
Masing-masing orang berada dalam naungan sedekahnya (HR. Ibnu Hibban dan Hakim)

Baitul Maal eLKISI menfasilitasi Bapak/Ibu/Saudara semua yang ingin bersedekah dan wakaf untuk pesantren, masjid dan kemashlahatan ummat dengan menyisikan sisa belanja harian untuk dimasukkan ke kencelengan, dan kami ambil pada setiap bulannya, in syaa Allah.

Monggo, yang berminat bisa menghubungi Kantor layanan Baitul Maal eLKISI. Atau nomor kontak 081218768485 (in syaa Allah siap melayani jemput wakaf & sedekah)

Alamat:
Jl. Mojosari Trawas km8, Kemuning, Mojorejo, Pungging Mojokerto Kode Pos 61384