Hikmah Agung Peristiwa Fathu Makkah Teladan Pemaafan Umat

Sejarah panjang peradaban manusia mencatat banyak peristiwa penaklukan kota yang berujung pada pertumpahan darah, penindasan, dan pembalasan dendam. Akan tetapi, pembebasan Kota Makkah oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam memberikan teladan paling paripurna tentang keluhuran akhlak serta kemuliaan ajaran Islam. Peristiwa bersejarah ini membuktikan bahwa kemenangan sejati diraih bukan dengan kekerasan, melainkan dengan ketundukan kepada Allah Ta’ala.

Kemenangan Moral Gemilang dalam Peristiwa Fathu Makkah

Masuknya puluhan ribu pasukan kaum muslimin ke Tanah Suci pada bulan Ramadan tahun kedelapan hijriah berlangsung secara damai tanpa perlawanan bersenjata yang berarti. Pembebasan kota suci ini menegaskan bahwa misi agung dakwah Islam adalah menyelamatkan martabat manusia dari kezaliman serta membersihkan tauhid dari segala noda kemusyrikan jahiliyah.

إِذَا جَآءَ نَصْرُ ٱللَّهِ وَٱلْفَتْحُ ﴿١﴾ وَرَأَيْتَ ٱلنَّاسَ يَدْخُلُونَ فِى دِينِ ٱللَّهِ أَفْوَاجًا ﴿٢﴾ فَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ وَٱسْتَغْفِرْهُ ۚ إِنَّهُۥ كَانَ تَوَّابًۢا ﴿٣﴾

Terjemahan: “Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan, dan engkau melihat manusia berbondong-bondong masuk agama Allah, maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampunan kepada-Nya. Sungguh, Dia Maha Penerima tobat.” (QS. An-Nasr: 1-3).

Ketika meraih puncak kejayaan gemilang tersebut, Baginda Nabi justru menundukkan kepala dengan penuh ketawadhuan di atas untanya hingga janggut beliau hampir menyentuh pelana. Tidak ada arak-arakan kesombongan atau pesta kemenangan yang melalaikan, melainkan lantunan tasbih, tahmid, dan istighfar yang menggetarkan langit Makkah.

Teladan Pemaafan Agung Terhadap Mantan Musuh Dakwah

Saat seluruh penduduk kafir Quraisy diliputi ketakutan mencekam atas perlakuan buruk mereka di masa lampau terhadap kaum muslimin, Rasulullah menunjukkan sifat pemaaf yang tiada tandingannya. Beliau tidak menaruh dendam kesumat sedikit pun atas penindasan, boikot ekonomi, maupun pengusiran kejam yang pernah mereka lakukan.

اذْهَبُوا فَأَنْتُمُ الطُّلَقَاءُ

Terjemahan: “Pergilah kalian semua, karena sesungguhnya kalian adalah orang-orang yang bebas merdeka.” (HR. Al-Baihaqi dalam As-Sunan Al-Kubra no. 18275).

Pernyataan penuh rahmat dan kasih sayang tersebut seketika meluluhkan benih kebencian yang telah bersarang di hati penduduk Makkah selama bertahun-tahun. Ketulusan akhlak kenabian inilah yang mengetuk sanubari mereka secara mendalam hingga akhirnya mereka berbondong-bondong menyatakan keislaman dengan kerelaan batin sejati.

Keteladanan dari peristiwa Fathu Makkah mengajarkan kita bahwa pintu maaf yang tulus jauh lebih berkuasa menaklukkan hati daripada pedang atau kekuasaan. Semoga kita senantiasa mampu meneladani kelembutan jiwa Baginda Rasulullah dalam merajut perdamaian di kehidupan bermasyarakat.

(za/red)

Pondok Pesantren Islamic Center eLKISI

Pesantren Berbasis Edukasi dan Sosial Keummatan

BERITA TERBARU

Pondok Pesantren Islamic Center eLKISI

eLKISI IT Team © Copyright  2024. All Rights Reserved