Dinamika kehidupan modern abad dua puluh satu menyuguhkan gempuran pemikiran materialisme dan sekularisme yang berpotensi menggoyahkan keyakinan spiritual seorang hamba. Tidak sedikit insan beriman yang larut dalam keraguan eksistensial akibat paparan informasi tanpa saringan yang berseliweran di layar gawai setiap hari. Menyadari urgensi mengokohkan fondasi iman merupakan bekal keselamatan paling fundamental agar qalbu tetap terpaut erat pada jalan lurus yang diridhai Allah Ta’ala.
Urgensi Mengokohkan Fondasi Iman Menghadapi Badai Syubhat
Keimanan seorang muslim tidak boleh dibiarkan mengapung di atas persangkaan hampa tanpa ditopang oleh pemahaman tauhid yang mendalam serta hujjah yang kukuh. Menuntut ilmu syar’i bersumber dari Al-Qur’an dan Sunnah secara konsisten adalah pilar utama guna menangkis beragam racun pemikiran yang merusak akal sehat. Allah Subhanahu wa Ta’ala menjanjikan keteguhan hati bagi siapa saja yang bersungguh-sungguh merawat keimanan mereka sebagaimana termaktub dalam firman-Nya:
يُثَبِّتُ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا بِالْقَوْلِ الثَّابِتِ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي الْآخِرَةِ ۖ وَيُضِلُّ اللَّهُ الظَّالِمِينَ ۚ وَيَفْعَلُ اللَّهُ مَا يَشَاءُ
Artinya: “Allah meneguhkan iman orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh (kalimat tauhid) dalam kehidupan di dunia dan di akhirat; dan Allah menyesatkan orang-orang yang zalim dan Allah memperbuat apa yang Dia kehendaki.” (QS. Ibrahim: 27).
Keteguhan kalimat tauhid yang bersemi di dalam dada menjadi perisai rohani paling perkasa saat fitnah syubhat dan syahwat datang mendera silih berganti. Tanpa fondasi akidah yang kokoh, manusia akan gampang terombang-ambing oleh tren kehidupan serba semu yang menjauhkan diri dari hakikat penciptaan.
Istiqamah Berpegang Teguh pada Kebenaran Tauhid Hakiki
Menjaga kemurnian akidah di tengah gelombang zaman membutuhkan kesabaran luar biasa dan pengorbanan batin yang tidak mudah. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mengabarkan jauh hari perihal tantangan berat yang bakal dihadapi oleh umat beriman pada masa-masa penuh fitnah. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam melukiskan keteguhan iman tersebut dalam sabda penuh hikmah:
يَأْتِي عَلَى النَّاسِ زَمَانٌ الصَّابِرُ فِيهِمْ عَلَى دِينِهِ كَالْقَابِضِ عَلَى الْجَمْرِ
Artinya: “Akan datang kepada manusia suatu zaman di mana orang yang bersabar memegang teguh agamanya laksana orang yang menggenggam bara api.” (HR. Tirmidzi No. 2260).
Perumpamaan menggenggam bara api menandakan betapa beratnya memegang teguh prinsip syariat tatkala mayoritas lingkungan sekitar mulai mengabaikan nilai kebenaran. Ketabahan mempertahankan akidah inilah yang mengantarkan hamba beriman menuju kemuliaan derajat di surga kelak.
Semoga Allah Ta’ala senantiasa melimpahkan taufik-Nya guna meneguhkan qalbu kita di atas agama Islam dan menjauhkan kita dari kesesatan akidah.
Kanal Informasi & Media Sosial Resmi Pondok Pesantren eLKISI Mojokerto:
- YouTube: eLKISITV
- TikTok: ponpes eLKISI Mojokerto
- Facebook: ponpes.elkisi
- Instagram: @ponpes.elkisi
- Website Resmi: elkisi.com
(za/red)
















