Keberkahan ilmu tidak semata-mata diukur dari tingginya kecerdasan akal maupun banyaknya gelar akademik yang berhasil diraih seseorang. Perjalanan menimba pengetahuan memerlukan landasan akhlak mulia agar cahaya hikmah mampu meresap ke dalam sanubari penuntutnya secara mendalam. Tanpa tata krama yang benar, wawasan luas justru rentan menjerumuskan pemiliknya pada jurang kesombongan intelektual dan hilangnya rasa hormat.
Landasan Keutamaan dan Adab Menuntut Ilmu dalam Sunnah
Pondasi paling mendasar bagi seorang penuntut ilmu adalah memurnikan niat semata-mata mengharap ridha Allah Subhanahu wa Ta’ala. Niat yang lurus menghindarkan diri dari ambisi duniawi yang semu, seperti mengejar pujian manusia, mendebat orang bodoh, atau mencari popularitas sosial. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjanjikan kemudahan jalan menuju surga bagi siapa saja yang menempuh jalan pembelajaran dengan penuh ketulusan hati.
مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ
Artinya: “Barangsiapa menempuh suatu jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR. Muslim no. 2699, hadits shahih)
Janji kemuliaan tersebut menuntut tanggung jawab moral bagi setiap pembelajar untuk senantiasa rendah hati dan menjauhkan diri dari sifat riya. Menghormati guru serta menghargai sesama teman belajar adalah bagian inti dari kesungguhan menuntut ilmu agar memperoleh limpahan berkah.
Keteladanan Ulama Salaf dalam Mendahulukan Adab
Generasi ulama salaf senantiasa memposisikan penempaan adab di atas penguasaan ilmu teori dan cabang-cabang hukum syariat. Imam Malik bin Anas rahimahullah berpesan kepada para pemuda Quraisy agar mempelajari adab sebelum mendalami ilmu pengetahuan secara luas. Al-Qur’an sendiri menegaskan bahwa Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan berilmu yang menghiasi diri dengan ketakwaan sejati.
يَرْفَعِ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ مِنكُمْ وَٱلَّذِينَ أُوتُوا۟ ٱلْعِلْمَ دَرَجَٰتٍ ۚ وَٱللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ
Artinya: “Niscaya Allah akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Mujadilah: 11)
Sikap tawadhu di hadapan guru dan kesungguhan mengamalkan setiap ilmu yang dipelajari merupakan manifestasi nyata dari keberkahan ilmu. Melalui adab luhur, ilmu yang diperoleh akan menjadi lentera penerang yang membawa rahmat dan kemaslahatan bagi umat.
Mengedepankan adab adalah kunci utama terbukanya pintu pemahaman agama yang mendalam dan penuh keberkahan hidup. Semoga para penuntut ilmu senantiasa dianugerahi keistiqamahan dalam menghiasi pengetahuannya dengan kemuliaan akhlak.
Kanal Informasi & Media Sosial Resmi Pondok Pesantren eLKISI Mojokerto:
- YouTube: eLKISITV
- TikTok: ponpes eLKISI Mojokerto
- Facebook: ponpes.elkisi
- Instagram: @ponpes.elkisi
- Website Resmi: elkisi.com
(za/red)
















