Pererat Silaturahmi dengan Sekolah Asal Santri, eLKISI Tawarkan Edupark sebagai Laboratorium Alam Pembelajaran

Pererat Silaturahmi Sekolah Asal Santri, eLKISI Tawarkan Edupark sebagai Laboratorium Alam Pembelajaran
Ustaz Dr. Akhmad Kuncoro, M.Kom.I menyerahkan piagam penghargaan kepada Ustaz Kokom Julianto, M.Pd. di SD Muhammadiyah 2 Sidoarjo.

Mojokerto, eLKISI.com — Pondok Pesantren Islamic Center eLKISI terus memperkuat hubungan silaturahmi dan sinergi kerja sama dengan sekolah-sekolah asal para santrinya. Salah satu upaya nyata tersebut diwujudkan melalui kunjungan silaturahmi ke SD Muhammadiyah 2 Sidoarjo pada Selasa (13/10/2026), sekaligus menyampaikan apresiasi atas kepercayaan pihak sekolah dalam mendidik para alumninya yang kini menimba ilmu di eLKISI.

Kunjungan delegasi pesantren dipimpin langsung oleh Kepala SMP eLKISI, Ustaz Dr. Akhmad Kuncoro, M.Kom.I, didampingi jurnalis dan tim humas Ustaz Fulung Wahyu Nugroho, S.Sos. Kehadiran rombongan disambut hangat oleh Ustaz Kokom Julianto, M.Pd., yang bertugas di bagian tata usaha (TU) SD Muhammadiyah 2 Sidoarjo.

Pertemuan yang berlangsung dalam suasana akrab dan penuh kekeluargaan ini menjadi momentum berharga untuk mempererat tali ukhuwah islamiyah. Bagi Ustaz Kuncoro, kunjungan ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bentuk penghormatan tulus terhadap sekolah dasar yang telah menjadi bagian penting dari fondasi awal perjalanan pendidikan para santri.

Tawarkan Fasilitas Edupark sebagai Laboratorium Alam

Dalam kesempatan tersebut, Ustaz Kuncoro menyampaikan apresiasi mendalam kepada pimpinan dan dewan guru SD Muhammadiyah 2 Sidoarjo karena telah melahirkan banyak lulusan berprestasi yang melanjutkan jenjang pendidikan di Pondok Pesantren Islamic Center eLKISI.

Lebih dari sekadar silaturahmi, eLKISI membuka peluang kolaborasi strategis di bidang pendidikan dengan menawarkan pemanfaatan fasilitas Edupark eLKISI sebagai laboratorium alam terbuka yang dapat diakses oleh para siswa untuk proses pembelajaran langsung di luar kelas.

Melalui fasilitas laboratorium alam Edupark, kegiatan belajar-mengajar tidak lagi terbatas di dalam ruang kelas yang monoton. Para siswa dapat memperoleh pengalaman belajar kontekstual dengan mengamati ekosistem alam, bereksplorasi secara saintifik, serta mengaitkan materi pelajaran dengan fenomena lingkungan sehari-hari.

  • Eksplorasi Sains & Lingkungan: Praktikum lapangan biologi, fisika terapan, dan ekologi alam ramah lingkungan (eco-pesantren).
  • Program Karakter & Spiritual: Kegiatan tadabbur alam, tahfiz Al-Qur’an tematik alam, serta mukhayyam tarbawi.
  • Kepemimpinan & Kemandirian: Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS), outbound edukatif, dan pembentukan jiwa kepanduan.

Sinergi ini membuka ruang kolaborasi holistik antara institusi sekolah dasar dan pesantren modern. Dengan menjadikan alam semesta sebagai media ajar, para siswa diharapkan tidak hanya cakap secara teoretis, namun juga matang dalam adab, tangguh, mandiri, serta memiliki kepedulian tinggi terhadap kelestarian lingkungan.

Kunjungan yang Menghadirkan Cerita dari Seorang Alumni

Momen silaturahmi ini terasa kian istimewa dengan hadirnya Muhammad Salman Alfarisi, salah seorang alumni berprestasi SD Muhammadiyah 2 Sidoarjo yang kini menempuh studi sebagai santri kelas VII di SMP eLKISI.

Kehadiran Salman memberikan warna tersendiri. Ia hadir bukan lagi sebagai tamu semata, melainkan bukti hidup representasi proses pendidikan yang terus berkesinambungan dan bertumbuh pesat setelah menempuh pembinaan intensif di lingkungan asrama pesantren.

Ustaz Kuncoro secara terbuka memperkenalkan salah satu capaian istimewa Salman, yakni keberhasilannya menghafal sebanyak 105 hadis nabawi di luar hafalan Al-Qur’an. Prestasi ini membuktikan kesungguhan kurikulum kepesantrenan eLKISI dalam menyeimbangkan ilmu pengetahuan umum dan pendalaman tsaqafah islamiyah.

Muhammad Salman Alfarisi santri kelas VII SMP eLKISI dites hafalan 105 hadis di SD Muhammadiyah 2 Sidoarjo
Muhammad Salman Alfarisi santri kelas VII SMP eLKISI dengan hafalan 105 hadis dites langsung oleh Ustaz Taufiqurrohman guru ngaji SDnya dulu. 13/10/2026 oleh Fulung Wahyu Nugroho

Diuji Secara Acak, Salman Tunjukkan Kesiapan Hafalan Hadis

Suasana ruang kantor seketika berubah khidmat sekaligus penuh antusias ketika Ustaz Taufiqurrohman, guru mengaji Salman sewaktu di SD Muhammadiyah 2 Sidoarjo, menguji langsung daya ingat dan hafalan hadis mantan muridnya tersebut.

Pengujian dilakukan secara spontan dan acak guna mengukur tingkat mutqin (kekuatan) hafalan hadis yang dimiliki Salman. Ujian terbuka ini sekaligus menjadi momen pembuktian otentik hasil pola pembinaan talaqqi dan muraja’ah harian di Pesantren eLKISI.

Salah satu materi yang diujikan adalah hadis sahih tentang adab makan, yang diriwayatkan dari sahabat Umar bin Abu Salamah radhiyallahu ‘anhu:

عَنْ عُمَرَ بْنِ أَبِي سَلَمَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ : يَا غُلَامُ، سَمِّ اللَّهَ وَكُلْ بِيَمِينِكَ وَكُلْ مِمَّا يَلِيْكَ

“Wahai anak kecil, sebutlah nama Allah (bacalah Bismillah), makanlah dengan tangan kananmu, dan makanlah makanan yang ada di dekatmu.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Tak berhenti di situ, Salman juga diminta melafalkan hadis peringatan larangan makan menggunakan tangan kiri beserta sanad lengkapnya dari Iyas bin Salamah bin Al-Akwa’ radhiyallahu ‘anhu:

عَنْ إِيَاسِ بْنِ سَلَمَةَ بْنِ الْأَكْوَعِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، أَنَّ أَبَاهُ حَدَّثَهُ: أَنَّ رَجُلًا أَكَلَ عِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ ﷺ بِشِمَالِهِ فَقَالَ: كُلْ بِيَمِينِكَ قَالَ : لَا أَسْتَطِيعُ، قَالَ : لَا اسْتَطَعْتَ، مَا مَنَعَهُ إِلَّا الْكِبْرُ، قَالَ: فَمَا رَفَعَهَا إِلَى فِيهِ

“Seorang laki-laki makan di dekat Rasulullah ﷺ dengan tangan kirinya. Beliau bersabda: ‘Makanlah dengan tangan kananmu.’ Orang itu menjawab: ‘Aku tidak bisa.’ Beliau bersabda: ‘Semoga kamu tidak bisa!’ Tidak ada yang menghalanginya menuruti perintah melainkan kesombongan. Maka setelah itu tangannya tidak dapat lagi diangkat ke mulutnya.” (HR. Muslim)

Dengan tenang, fasih, dan lancar, Salman berhasil menjawab seluruh soal ujian tanpa terbata-bata. Bagi Salman, menghafal hadis bukan semata-mata mengejar kuantitas hafalan, melainkan menumbuhkan kecintaan terhadap sunnah Rasulullah ﷺ, melatih ketekunan muraja’ah, dan mengamalkannya dalam adab sehari-hari.

Merawat Sinergi, Menyiapkan Generasi Berilmu dan Berkarakter

Kunjungan silaturahmi SMP eLKISI ke SD Muhammadiyah 2 Sidoarjo menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan generasi muslim adalah amanah estafet yang membutuhkan sinergi erat lintas institusi. Sekolah dasar meletakkan fondasi akhlak, adab, dan dasar keilmuan, sementara pondok pesantren melanjutkan pembinaan melalui penguatan akidah, tahfiz Al-Qur’an dan hadis, kedisiplinan ibadah, serta kemandirian santri.

Ustaz Kuncoro berharap silaturahmi ini terus berlanjut ke tahap perjanjian kerja sama (MoU) konkret, baik dalam pemanfaatan Edupark eLKISI untuk studi wisata edukasi, pelatihan guru, maupun pertukaran program pengembangan minat bakat santri.

Hubungan antara sekolah asal dan pesantren tidak pernah terputus ketika seorang siswa lulus. Sebaliknya, kolaborasi yang terjalin erat akan menjadi mata rantai emas dalam mencetak generasi Qur’ani yang cerdas secara intelektual, kokoh spiritual, dan siap memimpin peradaban masa depan.

Media Sosial Resmi Pondok Pesantren eLKISI:

(ful/red)

Pondok Pesantren Islamic Center eLKISI

Pesantren Berbasis Edukasi dan Sosial Keummatan

BERITA TERBARU

Pondok Pesantren Islamic Center eLKISI

eLKISI IT Team © Copyright  2024. All Rights Reserved