KAIRO — Para mahasiswa alumni eLKISI di Mesir menerima untaian nasihat berharga dari tiga ulama di Kairo. Pertemuan penuh khidmat tersebut berlangsung di Sekretariat eLKISI lantai 3 Kairo pada Ahad malam (27/9/2026). Melalui forum ini, para masyayikh menekankan bahwa menuntut ilmu di bumi para nabi bukan sekadar berpindah tempat tinggal. Lebih dari itu, para penuntut ilmu memikul amanah besar umat dan keluarga di tanah air.
Pesan Menjaga Waktu dan Niat Menuntut Ilmu
Syekh Ahmad Abdul ‘Azhim Muhammad mengawali tausiyah dengan mengingatkan besarnya nikmat belajar di Al-Azhar. Beliau berpesan agar waktu emas di Mesir tidak tersita untuk urusan yang kurang bernilai. Karena itu, mahasiswa mesti cermat memilah aktivitas penunjang studi. Menuntut ilmu merupakan jalan mulia menuju surga, sehingga kesungguhan menjadi kunci utama keberhasilan.
Selanjutnya, Syekh Abdullah Hasyim menegaskan bahwa fondasi penuntut ilmu bertumpu pada kemurnian niat. Beliau membagi niat menjadi dua tingkatan, yakni niat ‘ammah dan niat khassah. Secara umum, thalabul ilmi merupakan wujud ibadah kepada Allah Ta‘ala. Di sisi lain, niat khusus mencakup tekad mendalam untuk menyebarkan syiar ilmu kepada masyarakat luas.
Enam Bekal Pokok Mahasiswa Alumni eLKISI di Mesir
Selain niat lurus, Syekh Abdullah menguraikan enam bekal penuntut ilmu merujuk pesan Imam Syafi‘i. Keenam bekal tersebut meliputi kecerdasan (dzaka), kecintaan pada ilmu (al-hirsh), serta kesungguhan berjuang (al-ijtihad). Tidak kalah penting, santri memerlukan sarana penunjang (bulghah), bimbingan guru bersanad (shuhbatul ustadz), dan proses waktu yang panjang (thulu zaman). Oleh sebab itu, tradisi talaqqi bersama masyaikh harus terus dihidupkan.
Kemudian, beliau menerangkan tahapan belajar yang mencakup mendengar, menghafal, memahami, hingga penerapan (tathbiq). Ilmu syariat terbagi menjadi ilmu wasail seperti kaidah nahwu, serta ilmu maqashid seperti tafsir dan fikih. Dengan demikian, penerapan kaidah langsung pada ayat Al-Qur‘an membuat pemahaman semakin kokoh dan mendalam.
Tantangan Jihad Keilmuan dan Menghindari Fanatisme
Sementara itu, Syekh Muhammad Ala’ mengingatkan bahwa jihad penuntut ilmu sarat ujian mental dan godaan duniawi. Beliau juga mewanti-wanti bahaya sikap ta‘ashub atau fanatisme sempit dalam khazanah fikih. Oleh karena itu, para mahasiswa alumni eLKISI di Mesir diharapkan senantiasa berwawasan luas dan menghormati ragam ijtihad ulama.
Perjalanan studi di Timur Tengah ini selaras dengan misi penguatan kader ulama di Pondok Pesantren eLKISI. Program pembinaan kader yang rutin dikawal melalui Markaz Lughoh eLKISI terbukti melahirkan generasi berakhlak mulia. Sebagaimana dilansir melalui Tagar.co, para mahasiswa kini semakin mantap menapaki jenjang sarjana.
Pada akhirnya, pertemuan ditutup dengan untaian doa kebaikan bagi para guru dan santri. Semoga segenap santri dan mahasiswa alumni eLKISI di Mesir senantiasa dimudahkan dalam menimba ilmu syar‘i serta kembali membawa kemaslahatan nyata bagi persyarikatan dan umat. (za/red)















