MOJOKERTO – Pondok Pesantren Islamic Center eLKISI Mojokerto resmi melepas keberangkatan rombongan relawan santri pengabdian SMA eLKISI kelas 11 menuju Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Prosesi pelepasan berlangsung khidmat bertepatan dengan momentum agenda rutin Hari Sambang Santri di lingkungan pondok pesantren, Mojokerto, Jawa Timur.
Keberangkatan para santri membawa misi ganda: aksi kemanusiaan pascabencana alam yang menimpa wilayah Flores beberapa pekan lalu sekaligus pengabdian dakwah kemasyarakatan. Pelepasan disaksikan langsung oleh jajaran pimpinan pesantren, para masyayikh, dewan asatidz, serta ratusan wali santri yang hadir berkunjung.

Sinergi Santri Lintas Peminatan Tanggap Bencana
Rombongan relawan beranggotakan santri putra kelas 11 gabungan dari berbagai program unggulan di SMA eLKISI. Mereka berasal dari Kelas Reguler, Kelas Internasional Azhari, hingga program Kader Ulama.
Perpaduan latar belakang ini dirancang agar santri saling melengkapi di medan pengabdian. Mereka tidak hanya sigap dalam aksi fisik dan tanggap darurat pascabencana, melainkan juga siap memimpin kegiatan keagamaan, pembinaan madrasah, dan pendampingan psikososial bagi warga terdampak.

Tiga Bulan Mengabdi: Ujian Kematangan dan Dedikasi
Program pengabdian ke Flores NTT ini memiliki tantangan lebih besar karena berlangsung selama tiga bulan penuh. Durasi ini memperpanjang jam terbang para santri yang sebelumnya terbiasa mengikuti program dakwah Ramadhan selama 10 hingga 15 hari sejak kelas 7 SMP eLKISI.
Waktu tiga bulan di pelosok Flores menjadi laboratorium kehidupan nyata bagi relawan santri. Santri dituntut mampu membaur bersama masyarakat, memahami dinamika sosial lokal, dan menghadirkan solusi konkret di lapangan secara mandiri serta bertanggung jawab.

Pembekalan Intensif dan Karakter Kesiapsiagaan Sosial
Penugasan ke daerah terdampak bencana bukan agenda seremonial spontan. Sejak awal menempuh pendidikan di pesantren, para santri telah digembleng melalui kurikulum terpadu yang menitikberatkan kepemimpinan, kepedulian sosial, ketahanan mental, dan kesiapsiagaan dakwah.
Melalui pembinaan fisik teratur serta pembinaan spiritual mendalam, santri memiliki kesiapan mental yang tangguh. Disiplin pesantren menjadi modal berharga dalam menghadapi medan pengabdian yang dinamis di lokasi bencana.

Wejangan Direktur dan Berkah Doa Masyayikh Azhari
Pelepasan relawan dipimpin langsung secara resmi oleh Direktur Pondok Pesantren eLKISI, Dr. K.H. Fathur Rohman, M.Pd.I. Dalam tausiyah pengarahannya, beliau menegaskan pentingnya meluruskan niat semata-mata mengharap ridha Allah SWT, menjaga akhlak mulia, serta senantiasa menjadi teladan dan pembawa manfaat di mana pun berada.
Keberangkatan tim relawan kian bermakna dengan kehadiran narasumber dan Masyayikh Azhari bertoga khas Al-Azhar Mesir. Doa restu yang dipanjatkan para ulama menambah kekuatan spiritual serta tekad santri untuk mengemban misi dakwah rahmatan lil ‘alamin.

Agenda Hari Sambang Santri yang biasanya dipenuhi suasana temu kangen keluarga pun berbalut rasa bangga dan haru. Para orang tua melepas putra-putranya dengan iringan doa tulus demi bakti nyata santri kepada umat dan bangsa.
(za/red)
















