Home Blog Page 12

JANGAN LENGAH!

Oleh: Dr. KH. Fathur Rohman, M.Pd.I (Pengasuh Ponpes eLKISI Mojokerto)

Segala puji hanya milik Allah, Tuhan semesta alam. Shalawat serta salam kita haturkan kepada junjungan kita, Nabi Muhammad ﷺ, beserta keluarga, sahabat, dan seluruh pengikutnya hingga akhir zaman.

“Jangan Lengah!”. Kehidupan dunia penuh dengan ujian dan godaan yang dapat membuat kita lalai dari tujuan utama kita sebagai hamba Allah. Lengah dalam beribadah, lengah dalam menjaga akhlak, dan lengah dalam mempersiapkan kehidupan akhirat adalah bahaya besar yang harus kita hindari.

1. Bahaya Kelengahan dalam Iman

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:

“Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada diri mereka sendiri. Mereka itulah orang-orang yang fasik.”
(QS. Al-Hasyr: 19)

Ayat ini menjadi peringatan bahwa kelalaian dalam mengingat Allah akan membuat kita kehilangan arah dalam hidup.

Banyak orang yang terlalu sibuk dengan dunia, sehingga lupa akan tanggung jawabnya sebagai hamba Allah.

2. Lengah dalam Beribadah

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Bersegeralah melakukan amal saleh sebelum datangnya fitnah seperti potongan-potongan malam yang gelap.”
(HR. Muslim)

Betapa banyak dari kita yang menunda-nunda shalat, mengabaikan Al-Qur’an, atau kurang peduli dengan sedekah. Padahal, tidak ada yang tahu kapan ajal akan menjemput. Jangan sampai kita menyesal di akhir hayat karena telah lengah dalam menjalankan kewajiban sebagai seorang Muslim.

3. Lengah dalam Menjaga Akhlak

Kelengahan juga bisa terjadi dalam menjaga akhlak. Pergaulan, media sosial, dan lingkungan sering kali membuat kita terlena hingga tanpa sadar kita terjerumus dalam ghibah, fitnah, atau perbuatan maksiat. Nabi ﷺ bersabda:

“Sesungguhnya orang yang paling baik Islamnya adalah yang paling baik akhlaknya.” (HR. Ahmad)

Jangan sampai kelengahan membuat kita jauh dari akhlak yang diajarkan Rasulullah ﷺ.

4. Lengah dalam Mempersiapkan Akhirat

Allah SWT mengingatkan dalam Al-Qur’an:

“Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdaya.” (QS. Al-Hadid: 20)

Banyak manusia yang terlalu fokus mengejar dunia hingga lupa menyiapkan bekal untuk akhirat. Ingatlah, harta, jabatan, dan popularitas tidak akan berarti jika kita tidak memiliki amal kebaikan yang cukup untuk menghadapi kehidupan setelah mati.

Sebagai penutup, saya ingatkan kembali, janganlah kita menjadi orang yang lengah. Jangan lengah dalam iman, dalam ibadah, dalam menjaga akhlak, dan dalam mempersiapkan kehidupan akhirat. Semoga Allah SWT selalu membimbing kita agar tetap berada di jalan yang lurus.

Marilah kita berdoa kepada Allah agar diberikan hati yang selalu mengingat-Nya dan dijauhkan dari kelalaian yang dapat merugikan kita di dunia dan akhirat.

“Ya Allah, janganlah Engkau jadikan hati kami lalai dari mengingat-Mu, bimbinglah kami menuju jalan yang Engkau ridhai, dan jadikanlah kami hamba-hamba-Mu yang istiqamah dalam ketaatan.”

Aamiin ya Rabbal ‘Alamin.

Semoga makalah ini bermanfaat dan dapat menjadi pengingat bagi kita semua.

Khutbah Idul Fitri 1446 H, Mencetak Generasi yang Fitrah

Oleh : Dr. KH. Fathur Rohman, M.Pd.I (Direktur/Pengasuh Ponpes eLKISI Mojokerto)

Khutbah Pertama

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, laa ilaaha illallah, Allahu Akbar wa lillahil hamd.

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,

Marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Hari ini kita merayakan Idul Fitri, hari kemenangan setelah sebulan penuh kita melatih diri melalui ibadah puasa. Hari ini juga adalah momen kembalinya kita kepada fitrah, kesucian, dan kemurnian jiwa sebagaimana bayi yang baru dilahirkan.

Idul Fitri bukan sekadar hari raya, tetapi juga momentum untuk membangun generasi yang fitrah—generasi yang memiliki keimanan kuat, akhlak mulia, dan keteguhan dalam menjalankan Islam. Rasulullah SAW bersabda:

“Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah. Maka kedua orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi, Nasrani, atau Majusi.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Hadis ini mengajarkan bahwa setiap anak memiliki potensi kebaikan dan kesucian sejak lahir. Namun, lingkungan dan pendidikan yang akan menentukan apakah ia tetap berada dalam fitrah Islam atau menyimpang dari jalan yang benar.

Maka, sebagai orang tua, pendidik, dan masyarakat, kita memiliki tanggung jawab besar dalam mencetak generasi yang tetap berada di atas fitrah. Bagaimana caranya?

  1. Menanamkan Tauhid Sejak Dini
    Anak-anak harus dididik dengan nilai-nilai tauhid, mengenalkan Allah SWT sebagai satu-satunya Tuhan yang disembah, serta membangun kecintaan kepada Rasulullah SAW.
  2. Memberikan Teladan yang Baik
    Anak-anak lebih banyak belajar dari perilaku kita dibandingkan sekadar nasihat. Jika kita ingin generasi yang jujur, maka kita harus jujur. Jika ingin mereka shalat, kita harus mencontohkan shalat tepat waktu.
  3. Membiasakan Ibadah Sejak Kecil
    Ajarkan anak-anak untuk mencintai shalat, membaca Al-Qur’an, dan menjalankan kewajiban agama dengan penuh kesadaran, bukan karena paksaan.
  4. Mendidik dengan Kasih Sayang
    Rasulullah SAW adalah suri teladan dalam mendidik dengan kelembutan. Generasi yang fitrah tidak lahir dari kekerasan, tetapi dari cinta dan kasih sayang.

Ma’asyiral Muslimin,

Hari ini adalah hari kita kembali kepada fitrah. Mari jadikan hari ini sebagai awal komitmen untuk membimbing anak-anak kita agar tetap berada di atas fitrah Islam. Jika kita berhasil, maka kita telah berkontribusi dalam membangun generasi yang kuat iman dan akhlaknya.

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, wa lillahil hamd.

Khutbah Kedua

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, laa ilaaha illallah, Allahu Akbar wa lillahil hamd.

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,

Di hari yang suci ini, marilah kita memperbanyak istighfar dan doa, semoga Allah menerima amal ibadah kita selama Ramadan dan mengampuni segala dosa kita.

Ya Allah, jadikanlah kami orang-orang yang selalu istiqamah dalam keimanan. Bimbinglah anak-anak kami agar tetap berada di atas fitrah Islam. Anugerahkan kepada mereka akhlak yang mulia, ilmu yang bermanfaat, dan hati yang taat kepada-Mu.

Ya Allah, berkahilah negeri kami dengan generasi yang beriman dan bertakwa, yang akan menjadi pemimpin masa depan yang adil dan amanah.

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, wa lillahil hamd.

Taqabbalallahu minna wa minkum, shiyamana wa shiyamakum.* Semoga Allah menerima amal kita semua.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Geprek! Anti Galau, “Resep Rahasia” Hidup Enjoy

0

Resensi Buku:
Judul: Geprek! Anti Galau, “Resep Rahasia” Hidup Enjoy
Penulis: Cak Muhid
Jumlah Halaman: xii + 110
Penerbit: eLKISI
Tahun Terbit: 2025

Sinopsis

Buku ini hadir sebagai panduan bagi generasi Z dan milenial yang sering terjebak dalam kegalauan, baik karena urusan cinta, karier, media sosial, maupun pencarian makna hidup. Menggunakan bahasa yang ringan, asik, dan relatable, buku ini mengajak pembaca untuk memahami konsep tawakkal—percaya dan berserah kepada Tuhan setelah berusaha maksimal.

Dibumbui dengan kisah inspiratif, analogi kekinian, serta pembahasan seputar mindset, buku ini menyoroti berbagai aspek kehidupan yang sering menjadi sumber keresahan. Dari dilema antara cinta dan uang, ketergantungan terhadap media sosial, hingga tekanan hidup di era hustle culture—semuanya dibahas dengan gaya santai tetapi tetap berbobot.

Keunggulan Buku

✅ Bahasa gaul & santai: Nggak terasa kayak baca buku motivasi berat, tapi tetap insightful.
✅ Relevan dengan realita Gen Z: Bahas topik yang relatable, seperti toxic relationship, social media cleanse, dan skill vs passion.
✅ Penuh refleksi & solusi: Nggak cuma curhat, tapi juga kasih cara buat keluar dari kegalauan.
✅ Inspiratif & aplikatif: Bukan sekadar teori, tapi bisa langsung diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Kelebihan & Kekurangan

  • Cocok buat yang butuh motivasi tanpa merasa digurui.
  • Banyak contoh konkret yang dekat dengan keseharian.
  • Gaya penyampaian fresh dan modern.
  • Mungkin kurang cocok buat yang lebih suka bacaan filosofis mendalam.

Kesimpulan

Geprek Anti Galau adalah bacaan wajib buat kamu yang sering overthinking, ngerasa stuck, atau pengen upgrade mindset tanpa harus ribet. Dengan pendekatan yang fun dan relatable, buku ini bisa jadi teman refleksi sekaligus panduan buat tetap waras di tengah dunia yang makin kompleks.

Buku ini recommended buat:
✔️ Gen Z & milenial yang pengen hidup lebih mindful
✔️ Orang yang sering overthinking atau galau akut
✔️ Siapa pun yang mau belajar konsep tawakkal dengan cara yang asik

MANUSIA TERLAHIR DALAM KEADAAN FITRAH

Oleh : Dr. KH. Fathur Rohman, M.Pd.I
Pengasuh Ponpes eLKISI Mojokerto

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

كُلُّ مَوْلُودٍ يُولَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ، فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ أَوْ يُنَصِّرَانِهِ أَوْ يُمَجِّسَانِهِ

“Setiap anak yang lahir dilahirkan di atas fitrah. Kemudian, kedua orang tuanya yang menjadikannya Yahudi, Nasrani, atau Majusi.” (HR. Bukhari No. 1358, Muslim No. 2658)

Hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim memiliki makna mendalam tentang fitrah manusia. Berikut adalah penjelasan para ulama mengenai hadis di atas:

Kata “fitrah” dalam hadis ini memiliki beberapa tafsiran yang dikemukakan oleh para ulama:

a. Imam An-Nawawi
Dalam Syarh Shahih Muslim, Imam An-Nawawi menjelaskan bahwa fitrah dalam hadis ini berarti Islam. Artinya, setiap manusia dilahirkan dengan potensi untuk mengenal Allah dan menerima kebenaran Islam, tetapi pengaruh lingkungan, terutama orang tua, dapat mengubah keyakinannya.

b. Ibnu Taimiyyah
Ibnu Taimiyyah dalam kitab Majmu’ Al-Fatawa menjelaskan bahwa fitrah adalah kecenderungan alami manusia untuk menerima kebenaran. Manusia pada dasarnya memiliki naluri untuk mengenal dan menyembah Allah, tetapi lingkungan dan pendidikan dapat mempengaruhi keyakinannya.

c. Ibnu Katsir
Dalam tafsirnya, Ibnu Katsir menyebutkan bahwa hadis ini menunjukkan bahwa semua manusia lahir dalam keadaan suci dan memiliki kecenderungan untuk menerima Islam. Namun, pengaruh keluarga dan masyarakat dapat mengubah keyakinan tersebut.

d. Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah
Ibnu Qayyim dalam Tuhfatul Maudud menjelaskan bahwa fitrah yang dimaksud dalam hadis ini adalah fitrah tauhid. Allah telah menciptakan manusia dengan kecenderungan untuk mengenal-Nya, tetapi pengaruh lingkungan dan budaya bisa membuat seseorang menyimpang dari fitrah aslinya.

e. Al-Qadhi Iyadh
Beliau menafsirkan fitrah sebagai keadaan alami manusia yang suci dan cenderung kepada kebaikan. Namun, faktor eksternal seperti keluarga, budaya, dan lingkungan dapat mempengaruhi seseorang untuk mengikuti agama atau keyakinan tertentu.

Kesimpulan
Hadis di atas menunjukkan bahwa manusia lahir dalam keadaan suci dan memiliki kecenderungan untuk mengenal kebenaran. Namun, faktor pendidikan dan lingkungan sangat berperan dalam membentuk keyakinan seseorang. Oleh karena itu, Islam menekankan pentingnya mendidik anak dengan nilai-nilai tauhid sejak kecil agar tetap berada di atas fitrah yang lurus.  
Wallohu a’lam.

Kreatifitas Santri eLKISI PDR di Klaten Jawa Tengah, Membentuk Klub Bahasa Inggris hingga Bantu Menanam Padi

0

Klaten, 26 Maret 2025 – Santri Praktik Dakwah Ramadhan (PDR) Pondok Pesantren eLKISI yang bertugas di Klaten Jawa Tengah kembali menunjukkan dedikasi mereka. Tak hanya aktif dalam bidang keagamaan, tetapi juga dalam pemberdayaan masyarakat.

Tidak hanya ngajir ngaji ibu-ibu dan adik-adik TPQ, santriwati eLKISI juga membentuk klub bahasa Inggris dasar dalam upaya meningkatkan keterampilan berbahasa Inggris untuk adik-adik TPQ di tempat tersebut.

Klub Bahasa Inggris yang dibentuk oleh para santriwati eLKISI ini bertujuan untuk memperkenalkan dan meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris dasar untuk adik-adik TPQ.

Mereka tampak ceria dan antusias mengikuti kegiatan yang di mentori oleh Zienta Vitalia Amares santri kelas 10 Sains 2 Ponpes eLKISI ini.

Keceriaan Adik-adik TPQ di Klaten Ikuti Klub Bahasa Inggris bersama Santriwati eLKISI

Tak mau kalah dengan santri putri, santri putra yang bertugas PDR di tempat tersebut juga turut andil dalam program pemberdayaan masyarakat.

Muhammad Nafi’ santri kelas 11 Sains 1 Ponpes eLKISI bersama tiga temannya turut berpartisipasi aktif dalam kegiatan masyarakat, salah satunya membantu petani menanam padi.

“Saya sangat senang dengan antusiasme para santri eLKISI, mereka tak hanya aktif di kegiatan keagamaan tetapi juga aktif berkegiatan sosial salah satunya mau membantu kami menanam padi di sawah, ujar Ibu Nurhayati salah satu petani di tempat tersebut.

Santri Putra PDR eLKISI di Klaten Siap Bantu Tanam Padi di Sawah

Kegiatan ini mencerminkan semangat para santri Ponpes eLKISI untuk tidak hanya fokus pada pendidikan agama, tetapi juga turut serta dalam pemberdayaan masyarakat dan pengembangan kemampuan yang bermanfaat bagi kehidupan sehari-hari.

Dengan adanya klub Bahasa Inggris dan keterlibatan dalam aktivitas pertanian, para santri berharap dapat memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan masyarakat sekitar dan turut serta menciptakan perubahan positif di masa depan. [jo]

Jamaah di Berbagai Daerah Puas dengan Kinerja Santri PDR Ponpes eLKISI

0

eLKISI, 24 Maret 2025 – Jamaah di berbagai daerah menyampaikan apresiasi tinggi terhadap kinerja santri yang sedang menjalani Program Praktik Dakwah Ramadhan (PDR).

Aktifitas dakwah yang dilakukan oleh santri Ponpes eLKISI ini dinilai berhasil memberikan dampak positif di tempat mereka bertugas.

Sejak awal ramadhan, Ponpes eLKISI menyebarkan 300 santrinya untuk melaksanakan Program PDR dan disebar ke berbagai daerah di dalam negeri bahkan sampai ke luar negeri (Singapura).

Kebersamaan Santri PDR eLKISI bersama wali asuh di Berbek Waru Sidoarjo

Salah seorang jamaah di daerah Waru Sidoarjo, Ibu Ida, mengungkapkan bahwa dakwah yang dilakukan oleh santri sangat berbeda.

“Mereka tidak hanya datang untuk meramaikan masjid dan mengajar anak-anak TPQ, tapi juga ikut berinteraksi sosial dengan warga sekitar. “ ujarnya.

Kehangatan santri eLKISI mengajar ngaji Ibu-ibu di Klaten Jawa Tengah

Di Klaten Jawa Tengah salah seorang jamaah Ibu Sumayyah juga mengungkapkan kebanggaanya kepada santri eLKISI yang bertugas PDR di tempatnya.

“Santri-santri yang hebat, mereka senantiasa beradab dan penuh kesabaran mengajar ngaji dan membaca Al Quran kepada kita yang usia sudah tidak muda lagi”, kata Ibu Sumayyah.

Momen buka bersama terakhir Santri eLKISI bersama Bapak-bapak jamaah di Sembung Gresik

Di Gresik, salah satu jamaah, Bapak Hidayat, mengaku sangat puas dengan kontribusi santri Ponpes eLKISI.

“Santri-santri ini datang dengan semangat dan penuh motivasi untuk belajar sekaligus berdakwah. Mereka tidak hanya menyampaikan ilmu agama, tetapi juga menunjukkan teladan yang baik dalam kehidupan sehari-hari,” jelasnya.

Pihak Ponpes eLKISI pun menyambut baik tanggapan positif dari masyarakat. Penanggung jawab program PDR Ponpes eLKISI, Ustadz Agung Purwono, M.Pd, menyampaikan bahwa program praktek dakwah ini merupakan bagian dari misi pesantren untuk melahirkan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga mampu berkontribusi positif di masyarakat.

Santri eLKISI bersama Wali asuh di Madiun

“Harapannya, para santri ini dapat membawa perubahan yang baik di tengah masyarakat, memperkuat ukhuwah Islamiyah, dan menjaga persatuan umat,” ujar Agung Purwono.

Dengan adanya kegiatan ini diharapkan dapat terus berkembang dan semakin banyak santri yang terlibat dalam dakwah yang membawa manfaat bagi masyarakat. [jo]

Untuk Apa Kaya jika Tidak Bermanfaat

Oleh : Dr. KH. Fathur Rohman, M.Pd.I
Pengasuh Ponpes eLKISI Mojokerto

Dalam satu riwayat kita diingatkan, “Jaga kayamu sebelum fakirmu”. Artinya, tidak sedikit orang yang diberi Allah kaya dan harta melimpah tetapi ia tidak tahu harus berbuat apa dengan hartanya.

Dalam riwayat lain, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengingatkan.

عن أبي هريرة رضي الله عنه قال: قال رسول الله ﷺ: “يقول العبد: مالي مالي، وإنما له من ماله ثلاث: ما أكل فأفنى، أو لبس فأبلى، أو تصدق فأمضى، وما سوى ذلك فذاهب وتاركه للناس” (رواه مسلم، رقم 2958).


“Seorang hamba berkata: ‘Hartaku, hartaku!’ Padahal hartanya hanyalah tiga hal: apa yang ia makan lalu habis, apa yang ia pakai lalu usang, atau apa yang ia sedekahkan lalu tersimpan (sebagai pahala). Selain itu, ia akan pergi dan ditinggalkan untuk orang lain.”

Imam Al-Ghazali dalam Ihya Ulumuddin membahas bahwa kekayaan tanpa manfaat ibarat beban yang akan dipertanggungjawabkan di akhirat, bukan sebuah keuntungan.

Ibn Qayyim menyebutkan bahwa harta yang tidak digunakan dalam kebaikan akan menjadi penyesalan di akhirat.

Nah, untuk apa harta kita, dan akan kita kemanakan harta kita. Semoga hadits dan nasehat para ulama di atas bisa menjadi pedoman kita.
wallohu a’lam.

Kiai Fathur mengiai kajian dalam acara silaturahim dan buber keluarga besar ponpes eLKISI Mojokerto

Keseruan Santriwati eLKISI Bantu Petani Panen Padi

0

Pacitan, 20 Maret 2025 – Suasana pagi yang cerah membuat santriwati eLKISI yang bertugas Praktik Dakwah Ramadhan (PDR) di Pacitan ini terlihat antusias membantu kegiatan masyarakat yang sebagian besar berprofesi sebagai petani.

Kegiatan sosial ini merupakan bagian dari program PDR Ponpes eLKISI. Program PDR sendiri bertujuan untuk menebarkan nilai dakwah dan melatih kepekaan sosial melalui keterlibatan langsung para santri.

Santri eLKISI Membantu Ibu Tani Memanen Padi

Salah satu santriwati yang bertugas di tempat tersebut Anisa Jilan, mengungkapkan keseruannya bisa membantu kegiatan para petani ini.

“Ini merupakan pengalaman yang luar biasa bagi kami, bisa langsung membantu kegiatan para petani di sawah. Dan dari kegiatan ini saya mendapatkan pengalaman yang luar biasa dan saya juga mengerti tentang asal-usul nasi yang kita makan tiap hari”, Ujar santriwati Kelas 10 Ponpes eLKISI ini.

Dengan adanya kegiatan ini diharapkan menjadi wadah untuk mempererat tali silaturahmi antar generasi dan juga menjalin hubungan yang baik antara jamaah dengan Ponpes eLKISI. [jo]

20 Santri eLKISI Sukses Raih Impian, Diterima di PTN Melalui Jalur SNBP

0

Mojokerto, 19 Maret 2025 – Sebanyak 20 Santri SMA Pondok Pesantren Islamic Center eLKISI berhasil meraih impian mereka dengan diterima di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2025.

Keberhasilan ini merupakan hasil bukti nyata atas kualitas pendidikan di Ponpes eLKISI yang yang selama ini berfokus pada pendidikan holistik, menggabungkan antara ilmu agama dan pengetahuan umum.

Hal ini sejalan dengan visi eLKISI untuk melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas dalam aspek spiritual, tetapi juga mampu bersaing di dunia akademik.

Kepala SMA eLKISI, Gunanto Amintoko, M.Pd bersyukur atas pencapaian ini. “Alhamdulillah, atas prestasi yang luar biasa ini. Kami berterima kasih kepada jajaran pengasuh Ponpes eLKISI atas dukungannya, para guru dan semangat santri dalam hal ini”, ungkapnya.

Para santri yang lolos tersebar di berbagai perguruan tinggi ternama seperti Universitas Brawijaya, ITS, PENS, Universitas Negeri Malang, Universitas Negeri Surabaya, Univ. Trunojoyo dan UPN Veteran.

Gunanto juga menambahkan bahwasannya tahun ini santri eLKISI yang diterima di PTN lewat jalur SNBP ada peningkatan jumlah.

“Alhamdulillah juga untuk tahun ini ada 20 orang santri yang diterima di PTN melalui jalur SNBP. Meningkat sebanyak 7 orang dari tahun lalu yang hanya 13 orang. Dan insya Allah ini juga merupakan siswa terbanyak tingkat SMA Swasta di Kabupaten Mojokerto yang diterima lewat jalur SNBP”, pungkasnya.

Program SNBP merupakan program siswa berprestasi untuk melanjutkan pendidikan ke PTN tanpa mengikuti ujian tertulis. Semoga dengan keberhasilan ini diharapkan menjadi motivasi bagi santri eLKISI lainnya untuk terus mengukir prestasi. [jo]

Kultum setelah Salat Tarawih Sudah Menjadi Menu Tiap Hari Santri eLKISI di Tempat Tugas PDR

0

Sidoarjo & Gresik, 17 Maret 2025 – Salah satu program santri Pondok Pesantren eLKISI yang bertugas Praktik Dakwah Ramadhan (PDR) adalah kultum. Selain itu mereka juga mengajar ngaji, menjadi marbot, menjadi muadzin dan imam salat juga berinteraksi dengan masyarakat dalam kegiatan sosial.

Kegiatan kultum terjadwal dilaksanakan setelah salat tarawih. Bukan hal yang baru bagi santri Pondok Pesantren eLKISI, mereka sudah terlatih untuk memberikan tausyiah singkat di hadapan para jamaah setelah salat seperti kebiasaan yang dilakukan di Pesantren.

Seperti yang dilakukan Naufal Aulia Rahman santri Kelas 10 Pesantren Internasional Azhari Ponpes eLKISI dengan cakapnya menyampaikan kultum di hadapan puluhan jamaah setelah salat tarawih di Masjid Al Islam Banjar Kemuning Sedati Sidoarjo.

Tak hanya itu, Hikam Zalafi santri Kelas 12 Ponpes eLKISI juga tak kalah semangatnya menyampaikan tausyiahnya di hadapan para jamaah di Masjid Mengareh Kecamatan Bungah Kabupaten Gresik.

Hikam Zalafi Kelas 12 menyampaikan Kultum di depan jamaah masjid daerah Mengareh Bungah Gresik

Penanggung jawab program PDR eLKISI, Ustadz Agung Purwono, M.Pd menyampaikan harapannya kepada santri eLKISI yang bertugas.

“Kegiatan kultum oleh santri eLKISI ini diharapkan bisa menambah lagi kepercayaan diri para santri untuk berbicara di depan umum (public speaking skill), dan juga bisa menyampaikan ilmunya yang telah diperoleh di pesantren”, Ujar Ustadz Agung dengan penuh bangga. [jo]

Suasana Kebersamaan yang Hangat di Musim Hujan, Ibu-ibu di Gresik Ngaji Bareng Santri eLKISI

0

Gresik, 16 Maret 2025 – Suasana yang hangat usai salat tarawih di Musala Al Jami’ Kecamatan Wringianom Kabupaten Gresik. Nampak santri eLKISI yang bertugas Praktik Dakwah Ramadhan (PDR) di wilayah tersebut berbaur bersama ibu-ibu jamaah.

Mereka tak hanya sekadar berkumpul, tetapi juga melakukan kegitan yang positif yaitu ngaji bareng. Ibu-ibu ini tak merasa segan meskipun harus belajar kepada santri eLKISI yang usianya jauh di bawah mereka.

Kegiatan ini menunjukkan bahwa tiada batas usia bagi siapapun yang mau belajar meski sudah memasuki usia yang tak muda lagi.

Salah satu santri eLKISI yang bertugas PDR, Salsabila Az Zahra mengungkapkan kebahagiannya di momen yang penuh hangat tersebut.

“inilah kegiatan kami disini, setiap selesai salat tarawih saya dengan teman-teman yang lain yang PDR disini ngumpul bareng sama ibu-ibu untuk belajar dan mengajar membaca Al Quran,” ungkap Santriwati Kelas 10 Ponpes eLKISI ini.

Dengan adanya kegiatan ini diharapkan menjadi wadah untuk mempererat tali silaturahmi antar generasi dan juga menjalin hubungan yang baik antara jamaah dengan Ponpes eLKISI. [jo]

Ngabuburit Ala Santri eLKISI, Mengisi Kajian Menjelang Buka di Lamongan dan Madiun

0

Lamongan & Madiun, 16 Maret 2025 – Abdullah Hamam Firdaus Santri Kelas 10 Pesantren Internasional Azhari Ponpes eLKISI Mojokerto memanfaatkan waktu ngabuburit (menunggu waktu buka puasa) dengan mengisi kajian.

Firdaus dan temannya M. Azzam Firdaus yang juga santri Pesantren Internasional Azhari Ponpes eLKISI ini bertugas Praktik Dakwah Ramadhan (PDR) di Wilayah Kecamatan Laren Kabupaten Lamongan.

Kajian yang diikuti oleh Santri TPQ dan warga sekitar ini berjalan dengan penuh hikmat. Kajian ini berlangsung selama 30 menit sebelum azan maghrib.

Dalam tausyiyahnya, Firdaus menjelaskan tentang keutamaan puasa di bulan ramadhan. Dia juga mengungkapkan kebahagiaanya dapat memberikan kajian di tempat dia bertugas.

“Alhamdulillah, ini merupakan pengalaman yang luar biasa bagi saya, diberi kesempatan untuk memberikan kajian sebelum buka puasa”, ujar Firdaus dengan penuh bangga.

Ghifari Arrayan Santri Kelas X Ponpes eLKISI mengisi Kajian Menjelang Buka di Madiun

Tak hanya firdaus, Ghifari Arrayan santri Kelas 10 Ponpes eLKISI juga diberi kepercayaan untuk mengisi kajian menjelang buka puasa di Wilayah Pilang Kenceng Madiun.

Kegiatan yang berlangsung sebelum buka puasa ini, dihadiri oleh 50 orang jamaah masjid tersebut. Ghifari dengan semangat menyampaikan materi yang disampaikan di dalam kajian.

Kegiatan Praktik Dakwah Ramadhan sendiri merupakan salah satu program unggulan di Pondok Pesantren eLKISI dalam menebar dakwah islam melalui keterlibatan lansung santri eLKISI mulai dari kelas VIII SMP hingga kelas XII. [jo]