Santriwati Kelas 8D Ungkap Rahasia “Pensil Patah” Lewat Praktikum Pembiasan Cahaya

praktikum pembiasan cahaya oleh santriwati kelas 8D

Mojokerto — Proses belajar sains kembali berlangsung seru di kelas 8D hari ini. Para siswa melakukan praktikum fisika bertajuk “Misteri Pensil Patah”, sebuah kegiatan yang dirancang untuk membuktikan salah satu sifat cahaya: cahaya merambat lurus, tetapi dapat berbelok ketika memasuki medium berbeda.

Dalam teori fisika, perubahan arah cahaya ini disebut pembiasan. Ketika cahaya berpindah dari satu medium ke medium lain—misalnya dari udara ke air—kecepatannya ikut berubah. Perubahan kecepatan inilah yang membuat arah cahaya membelok sehingga benda yang berada di dalam medium tampak bergeser atau bahkan terlihat patah.

Melalui praktikum hari ini, para siswa kelas 8D mempelajari dan membuktikan langsung fenomena tersebut. Sebuah pensil diletakkan sebagian di dalam berbagai jenis zat, seperti air, minyak, susu, serta campuran minyak dan air. Hasilnya? Pensil yang sejatinya lurus tiba-tiba tampak patah, meloncat, atau bergeser posisinya ketika dilihat dari permukaan.

Fenomena ini bukan karena pensilnya benar-benar patah, melainkan karena cahaya yang membawa informasi visual tentang pensil mengalami pembiasan saat melewati batas dua medium berbeda. Setiap zat memiliki indeks bias berbeda sehingga efek “patah” yang terlihat juga bervariasi.

Antusiasme siswa tampak jelas saat mereka mengamati perubahan pada pensil, mencatat hasil percobaan, dan mendiskusikan mengapa setiap medium menghasilkan bentuk pembiasan yang tidak sama. Praktikum ini tidak hanya menambah pemahaman, tetapi juga menumbuhkan rasa ingin tahu tentang bagaimana cahaya bekerja dalam kehidupan sehari-hari—mulai dari pelangi, kolam yang tampak dangkal, hingga kaca pembesar.

Melalui kegiatan sederhana namun sarat ilmu ini, siswa diharapkan semakin memahami bahwa fisika bukan sekadar teori di atas kertas, tetapi nyata dan menyenangkan saat dieksplorasi langsung. (af)

praktikum pembiasan cahaya yang dibimbing oleh ustadzah Hanna Nur Izzati, M. Pd,