Ramadhan di Bumi Kairo: Halaqah Al-Qur’an, Nasihat Ulama, dan Senja yang Menghangatkan Ukhuwah

di Ma’had Al-Azhar li Ta‘līm al-Lughah al-‘Arabiyyah li al-Nāṭiqīn bihā, yang beralamat di Hay Sadis, Madinat Nasr, Kairo

Kairo, 11 Maret 2026 — Sore hari di bulan Ramadhan selalu menghadirkan nuansa khusus di Kota Kairo. Langit yang perlahan berubah menjadi jingga keemasan, hembusan angin senja yang lembut, dan lantunan tilawah yang terdengar dari berbagai penjuru kota menghadirkan suasana yang menenangkan jiwa. Dalam momentum penuh keberkahan ini, terselenggara sebuah kegiatan bermakna di Ma’had Al-Azhar li Ta‘līm al-Lughah al-‘Arabiyyah li al-Nāṭiqīn bihā yang terletak di Hay Sadis, Madinat Nasr, Kairo.

Gedung yang berjarak sekitar 1,6 kilometer dari asrama Markaz Lughah itu menjadi tempat berkumpulnya para mahasiswi Markaz Lughah elKISI Banat dalam kegiatan Ramadhan yang menggabungkan halaqah Al-Qur’an, tausiyah ilmiah, tur edukasi, dan buka puasa bersama. Kegiatan ini merupakan inisiatif Markaz Tathwīr atas arahan langsung Syaikh Ahmad Abdul ‘Adzim Al-Azhari, sebagai bagian dari pembinaan ilmiah dan spiritual untuk para penuntut ilmu di lingkungan Al-Azhar.

Sekitar lima puluh mahasiswi, baik dari angkatan baru maupun angkatan sebelumnya, hadir mengikuti kegiatan ini. Mereka didampingi para musyrif dan musyrifah, di antaranya Ustazah Haqqiya, Lc., Dipl., Ustazah Elly, Ustaz Usama Nabhan, Lc., Ustaz Hisyam, serta Ustaz Abyanrafa. Hadir pula jajaran Markaz Tathwīr seperti Dr. Muhammad Baha Al-Azhari dan Dr. Muwaffaq Al-Azhari, yang memberikan dukungan serta apresiasi terhadap kegiatan pembinaan yang dinilai sangat penting bagi para ṭālibāt al-‘ilm.

Halaqoh santri eLKISI banat di Ma’had Al-Azhar li Ta‘līm al-Lughah al-‘Arabiyyah li al-Nāṭiqīn bihā, yang beralamat di Hay Sadis, Madinat Nasr, Kairo

Acara dimulai dengan halaqah Al-Qur’an. Para mahasiswi duduk melingkar, membaca dan menyimak ayat-ayat suci dengan penuh kekhusyukan. Lantunan tilawah yang menggema di dalam ruangan menghadirkan ketenangan yang sulit digambarkan dengan kata-kata. Di tengah padatnya aktivitas akademik, halaqah ini menjadi penyegar hati sekaligus pengingat bahwa ilmu yang berkah berawal dari kedekatan seorang penuntut ilmu dengan Al-Qur’an.

Setelah halaqah, Syaikh Ahmad Abdul ‘Adzim Al-Azhari menyampaikan tausiyah tentang kemuliaan Lailatul Qadar dan hubungannya dengan perjalanan seorang penuntut ilmu. Beliau menekankan pentingnya menghidupkan malam-malam Ramadhan dengan ibadah, doa, dan munajat. Menurut beliau, keberkahan ilmu sering kali lahir dari malam-malam yang dilalui dengan ketulusan, kesungguhan, dan kedekatan seorang hamba dengan Rabb-nya. Nasihat tersebut disimak dengan saksama oleh para mahasiswi, menjadi pengingat mendalam bahwa kekuatan akademik harus berjalan seiring dengan kekuatan spiritual.

Usai tausiyah, para peserta diajak berkeliling gedung Ma’had untuk mengenal lebih dekat fasilitas yang tersedia. Ruang belajar, ruang administrasi, hingga fasilitas penunjang lainnya dijelaskan fungsi dan perannya, memberikan gambaran menyeluruh mengenai pusat pembelajaran yang menjadi tujuan banyak pelajar dari berbagai negara untuk mendalami bahasa Arab.

Menjelang berbuka, para peserta diarahkan menuju rooftop gedung. Dari ketinggian ini, hamparan langit Kairo yang tengah memerah dilihat dengan jelas. Pemandangan senja Ramadhan di kota para ulama itu benar-benar memukau. Para mahasiswi tampak antusias mengabadikan momen sunset yang hangat dan syahdu, menciptakan kenangan manis yang akan sulit dilupakan. Perpaduan antara indahnya senja, suasana Ramadhan, dan kebersamaan antarpenuntut ilmu membuat suasana semakin penuh makna.

Saat azan Maghrib berkumandang, seluruh peserta berbuka bersama. Hidangan berupa nasi biryani gurih bertabur kismis, dipadukan dengan kofta, kurma, dan minuman ‘ashir yang menyegarkan, tersaji hangat di hadapan mereka. Buka puasa bersama ini bukan sekadar makan bersama, tetapi menjadi kesempatan untuk mempererat ukhuwah, saling berbagi cerita, serta menguatkan satu sama lain dalam perjalanan panjang menuntut ilmu di negeri Kinanah.

Kegiatan ini menjadi bukti bahwa menuntut ilmu di Al-Azhar tidak hanya berlangsung di ruang kelas. Pembelajaran sejati juga tumbuh melalui nasihat ulama, kebersamaan dalam ibadah, pengalaman spiritual, dan interaksi penuh nilai dengan sesama penuntut ilmu. Melalui kegiatan semacam ini, diharapkan para mahasiswi semakin mencintai Al-Qur’an, semakin dekat kepada Allah, serta memiliki ukhuwah yang kokoh di antara sesama penuntut ilmu di bumi Kairo. (US)

Santri eLKISI banat di Mesir sedang berbuka puasa bersama