Sidoarjo — Suasana Musholla Baitusyakur di Perumahan Unimas Garden Regency, Waru, Sidoarjo terasa lebih hidup selama bulan Ramadan tahun ini. Hal itu berkat inisiatif mulia dua dai muda dari SMA eLKISI kelas 12, Dimas Kevin Al Mudzaky dan Bagas Salman Al Farizi, yang mengadakan kegiatan belajar membaca Al‑Qur’an untuk anak-anak setiap malam setelah salat tarawih.
Kegiatan ini lahir dari kepedulian kedua dai muda tersebut terhadap anak-anak di lingkungan perumahan yang membutuhkan wadah positif selama Ramadan. Mereka memulainya dengan cara sederhana: mengajak anak-anak bermain dan berinteraksi, hingga muncul kedekatan dan rasa nyaman. Setelah tercipta suasana akrab, barulah mereka mengajak anak-anak mengikuti kegiatan belajar membaca Al‑Qur’an secara rutin.
✨ Antusiasme anak-anak terus meningkat
Setiap malam, selama kurang lebih 45 menit, anak-anak mengikuti pembelajaran membaca Al‑Qur’an dengan penuh semangat. Sejak hari pertama hingga kini, kegiatan terus berjalan tanpa henti. Metode belajar dibuat hangat, ramah, dan menyenangkan sehingga anak-anak tidak merasa terbebani.
“Alhamdulillah, anak-anak semakin aktif mengaji. Mereka punya kegiatan positif di bulan Ramadan, dan kami senang bisa memfasilitasi,” ujar salah satu dai muda.
✨ Apresiasi dari wali santri
Wali santri menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas hadirnya kegiatan ini.
“Alhamdulillah dan terima kasih atas kegiatan belajar mengaji untuk anak-anak. Dengan kegiatan ini, mereka punya aktivitas sekaligus lebih rajin mengaji selama Ramadan.”
Apresiasi tersebut menjadi semangat tambahan bagi para dai muda untuk terus melanjutkan program ini sepanjang Ramadan.
✨ Membangun lingkungan yang Qur’ani
Kegiatan sederhana ini menjadi contoh nyata bagaimana dakwah remaja dapat berpengaruh besar bagi masyarakat sekitar. Dengan pendekatan yang lembut, hangat, dan penuh perhatian, dua dai SMA eLKISI ini berhasil menumbuhkan kecintaan anak-anak pada Al‑Qur’an sejak dini. Lingkungan Musholla Baitusyakur kini tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga ruang tumbuhnya generasi Qur’ani, yang belajar membaca huruf demi huruf dengan penuh kegembiraan. (af)





