Munaqosyah Dimulai: Santri Kelas 9 dan 12 Ponpes eLKISI Hadapi Ujian Al Qur’an dan Hadits

Munaqosyah eLKISI 2026
Munaqosyah Ponpes eLKISI 2026

Mojokerto, 7 Maret 2026 — Pondok Pesantren Islamic Center eLKISI resmi memulai rangkaian Munaqosyah sebagai ujian penentu kelulusan santri kelas 9 dan 12. Mengusung standar khas eLKISI yang menekankan spesialisasi hafalan hadits, ujian akhirus sanah tahun ini menilai dua aspek utama secara menyeluruh: kekuatan hafalan (hadits dan Al‑Qur’an) serta nilai adab santri selama proses pendidikan.

Fokus Ujian: Hadits, Al‑Qur’an, dan Adab

Pada Munaqosyah 2026, santri menyetorkan hafalan hadits dengan penekanan pada sanad, matan, dan pemahaman makna, diikuti setoran Al‑Qur’an yang menilai tartil, tajwid, dan ketepatan makhraj. Hasil hafalan ini disandingkan dengan nilai-nilai adab—disiplin, kepatuhan tata tertib, etika berinteraksi, dan konsistensi ibadah—untuk menetapkan keputusan kelulusan secara adil dan berimbang.

Suasana Hari Pertama: Khidmat, Tertib, dan Lancar

Sejak pagi, para santri tampak serius melakukan murajaah. Panitia menata alur ujian secara bergiliran, memastikan setiap sesi berjalan rapi, fokus, dan kondusif. Di ruang ujian, santri menghadapi pertanyaan dewan penguji dengan tenang; beberapa diminta menguraikan makna ringkas hadits, sebagian lainnya memperbaiki detail tajwid—sekaligus mendapat umpan balik yang membangun.

Apresiasi dari Pengampu

Ust. Shohibul Muttaqien, Lc, M.Pd, menyampaikan rasa syukur atas kelancaran pelaksanaan hari pertama:

“Alhamdulillah, pada hari ini adalah hari pertama Munaqosyah, dan semuanya berjalan dengan lancar. Para santri dengan lahap ‘memakan’ semua pertanyaan yang diajukan oleh dewan penguji.”

Pernyataan ini mencerminkan kesiapan santri yang ditempa melalui bimbingan intensif, rutinitas murajaah, dan penguatan mental-spiritual selama masa pendidikan.

Ujian Hafalan Hadits dan Al Qur’an
Ustadz Shohibul Muttaqien, Lc, M. Pd, disela-sela menguji santri

Mengapa Adab Disandingkan dengan Hafalan?

eLKISI menempatkan adab sebagai bingkai ilmu. Dengan menyandingkan nilai hafalan dan adab, Munaqosyah tidak hanya menilai seberapa banyak yang dihafal, tetapi juga bagaimana ilmu itu membentuk watak. Model kelulusan ini diharapkan melahirkan lulusan yang kuat hafalannya, matang akhlaknya, dan rendah hati dalam berdakwah.

Mekanisme Ujian yang Membimbing

Munaqosyah disusun berjenjang dan proporsional:

  • Setoran hadits: penyebutan sanad, pelafalan matan, dan penjelasan makna ringkas.
  • Setoran Al‑Qur’an: penilaian tartil, tajwid, makhraj, dan kesinambungan hafalan.
  • Umpan balik langsung: koreksi penguji diberikan di tempat agar santri mendapat perbaikan konkret untuk sesi berikutnya.

Pendekatan “tegas namun membimbing” ini membuat santri keluar ruangan bukan hanya membawa nilai, tetapi juga catatan perbaikan yang jelas.

Dukungan Penuh dari Pembina & Teman Sebaya

Di luar ruang ujian, musyrif/ah dan guru tahfizh aktif memberi penguatan mental. Budaya ta’awun (saling membantu) tampak dalam kelompok-kelompok kecil yang meninjau ulang hafalan teman. Suasana ini mempertegas identitas eLKISI sebagai ekosistem yang kolaboratif dan menumbuhkan.

Harapan untuk Sesi Selanjutnya

Panitia menyiapkan ritme yang konsisten untuk hari-hari Munaqosyah berikutnya—menjaga kualitas pengujian sekaligus memberi ruang adaptasi bila ada kebutuhan teknis. Seluruh pihak berharap santri dapat mempertahankan performa dan menuntaskan rangkaian ujian dengan hasil terbaik.

Komitmen eLKISI: Lulusan Qur’ani, Berilmu & Beradab

Melalui Munaqosyah, eLKISI menegaskan komitmen melahirkan generasi Qur’ani yang kuat hafalan hadits dan Al‑Qur’an, tunduk pada adab, serta siap berkontribusi bagi umat. Kelulusan bukan sekadar pencapaian akademik, tetapi akumulasi karakter yang ditempa dari hari ke hari. (af)


📣 Hubungi & Ikuti Perkembangan Untuk informasi resmi, jadwal rinci, dan dokumentasi Munaqosyah 2026, silakan menghubungi panitia pesantren atau mengikuti update melalui kanal komunikasi eLKISI.
CP Panitia: (0823-3353-9899) • Email: (elkisi@gmail.com)
Alamat: Jl. Raya Mojosari–Trawas Km. 08, Mojorejo, Pungging, Mojokerto, Jawa Timur.