Pada hari Jumat, 20 Maret 2026, suasana penuh kebahagiaan dan keberkahan menyelimuti para mahasantri Markaz Lughoh ELKISI dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri. Momentum yang dinanti-nantikan setelah sebulan penuh berpuasa ini diwujudkan dengan pelaksanaan Shalat Idul Fitri secara berjamaah di Masjid Jami’ Al-Kabir, Bimadinaty, yang terletak di kawasan New Cairo.
Sejak dini hari, semangat telah terpancar dari wajah para mahasantri. Pada pukul 04.30 waktu Kairo, mereka telah bersiap dan berkumpul untuk memulai perjalanan. Dengan menggunakan empat unit kendaraan coaster, rombongan berangkat bersama, didampingi oleh para musyrif dan musyrifah: Ustaz Usama Nabhan, Lc., Ustaz Hisyam Alamsyah, Ustazah Elly, dan Ustazah Haqqiyah, Lc., Dipl., yang dengan penuh perhatian membersamai perjalanan tersebut.
Perjalanan menuju lokasi shalat yang memakan waktu kurang lebih 40 menit terasa begitu istimewa. Di sepanjang jalan, para mahasantri disuguhi panorama keindahan kota New Cairo yang tertata rapi—hamparan taman-taman hijau yang luas, pepohonan yang asri, serta air mancur yang menghiasi sudut-sudut kota, menciptakan suasana yang menenangkan sekaligus membangkitkan rasa syukur. Udara pagi yang sejuk semakin menambah kekhusyukan hati dalam menyambut hari kemenangan.
Setibanya di Masjid Jami’ Al-Kabir, para mahasantri segera mempersiapkan diri untuk melaksanakan Shalat Idul Fitri. Shalat dimulai pada pukul 06.20 waktu setempat, dengan suasana yang khidmat dan penuh kekhusyukan. Bertindak sebagai imam sekaligus khatib adalah Syekh Mahmud Al-‘Abidi Al-Azhari, yang juga merupakan imam masjid tersebut.
Dalam khutbahnya, beliau menyampaikan pesan yang sarat makna dan menyentuh hati:
إن العيد نعمة، وإن الفرح والسرور فيه سنة، وإن صلة الأرحام فيه” رحمة، وإن الصدقة فيه القربة، وإدخال السرور على البسطاء والأبناء والفقراء سعادة تملأ الكون حبًا وسلامًا وبهجة.”
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa Idul Fitri bukan hanya tentang kegembiraan semata, tetapi juga tentang memperkuat nilai-nilai kasih sayang, kepedulian sosial, serta mempererat hubungan antarsesama. Hari raya adalah momentum untuk menyebarkan kebahagiaan, khususnya kepada mereka yang membutuhkan, sehingga tercipta masyarakat yang penuh cinta, kedamaian, dan kebersamaan.
Usai pelaksanaan shalat, para mahasantri tidak menyia-nyiakan kesempatan berharga untuk mengabadikan momen kebersamaan dengan Syekh Mahmud Al-‘Abidi Al-Azhari. Sesi foto bersama ini menjadi kenangan indah yang akan selalu dikenang sebagai bagian dari perjalanan menuntut ilmu di negeri para ulama.
Setelah rangkaian kegiatan di masjid selesai, rombongan kembali ke markaz dengan penuh rasa syukur dan kebahagiaan. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan acara halal bihalal yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Para mahasantri bersama musyrif dan musyrifah saling berjabat tangan (tashāfuh), saling memaafkan, serta mempererat kembali tali ukhuwah Islamiyah yang telah terjalin.
Momen ini menjadi sangat bermakna, karena tidak hanya menjadi simbol berakhirnya Ramadhan, tetapi juga menjadi awal yang baru untuk memperbaiki diri, memperkuat persaudaraan, dan menumbuhkan semangat kebersamaan dalam menuntut ilmu.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan nilai-nilai Idul Fitri—yakni kebersihan hati, keikhlasan, kepedulian, dan persatuan—dapat terus tertanam dalam diri setiap mahasantri, serta menjadi bekal dalam perjalanan mereka sebagai penuntut ilmu dan calon penerus dakwah di masa yang akan datang.
Idul Fitri bukan sekadar perayaan, melainkan momentum untuk kembali kepada fitrah—dengan hati yang bersih, jiwa yang tenang, serta tekad yang kuat untuk menjadi pribadi yang lebih baik.
Penulis : Gus Raffa





