Kairo, 3 April 2026 — Hari kedua lawatan PPIC eLKISI Mojokerto di Kairo, Mesir, dimanfaatkan untuk melakukan kunjungan koordinasi ke Qitok Ma’had Al-Azhar al-Sharif. Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kerja sama pendidikan antara eLKISI dan lembaga pendidikan Al-Azhar.
Rombongan eLKISI dipimpin oleh Dr. Fathurrahman Fadhil selaku Direktur eLKISI dan disambut langsung oleh Syaikh Dr. Ayman Abd al-Ghani, Kepala Sektor Ma’had Al-Azhar Mesir. Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh semangat kolaborasi untuk pengembangan pendidikan Islam internasional.

Dalam sambutannya, Dr. Fathurrahman Fadhil menyampaikan apresiasi atas dukungan yang telah diberikan Ma’had Al-Azhar terhadap pengembangan pendidikan Islam di Indonesia, khususnya di Jawa Timur. Ia menegaskan komitmen eLKISI untuk terus memperluas kerja sama strategis dengan Al-Azhar.
“eLKISI berterima kasih atas dukungan dan kerja sama yang telah diberikan oleh Ma’had Al-Azhar. Kami berkomitmen untuk terus mengembangkan sinergi ini guna meningkatkan kualitas pendidikan Islam di Indonesia,” ujarnya.
Sementara itu, Syaikh Dr. Ayman Abd al-Ghani menyambut baik kunjungan tersebut dan berharap eLKISI dapat terus berkembang menjadi lembaga pendidikan Islam unggulan di Indonesia. Ia juga menegaskan kesiapan pihak Al-Azhar untuk terus memberikan dukungan dalam penguatan mutu pendidikan Islam.

“Kami berharap eLKISI terus meningkatkan kualitas pendidikannya dan menjadi salah satu lembaga pendidikan Islam terkemuka di Indonesia. Al-Azhar siap memberikan dukungan dan kerja sama untuk kemajuan pendidikan Islam,” ungkapnya.
Kunjungan ini turut dihadiri oleh sejumlah pejabat eLKISI, di antaranya Dr. Hairul Warizin selaku sekretaris yayasan, Syaikh Ahmad Abdul Azhim, Ust. Muchtar Sudibyo, Lc., MA., Pembina Ma’had Al-Azhary eLKISI, serta Muhammad Dhia. Kehadiran para tokoh ini memperkuat posisi eLKISI dalam membangun jaringan pendidikan internasional.
Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak membahas berbagai peluang kerja sama di bidang pendidikan, penelitian, dan pengembangan keilmuan Islam. Selain itu, diskusi juga menyoroti pentingnya peningkatan kualitas pendidikan Islam di Indonesia dan Mesir melalui pertukaran pengalaman, kurikulum, serta pembinaan santri dan mahasiswa. (hawari)




