Membentuk Karakter Da’i Tangguh: Santri Pengabdian eLKISI Bimbing Makhorijul Huruf Al-Qur’an di Nagekeo NTT

Santri relawan pengabdian eLKISI membina halaqoh Al-Qur'an di Mbay Nagekeo NTT
Santri relawan pengabdian Pondok Pesantren eLKISI membimbing halaqoh Al-Qur'an di Kelurahan Mbay, Nagekeo, NTT.

NAGEKEO, elkisi.com — Komitmen mencetak kader dakwah yang berakar kuat pada nilai-nilai keumatan terus diwujudkan secara nyata oleh Pondok Pesantren Islamic Center eLKISI Mojokerto. Pada Senin sore (2/11/2026), empat santri relawan pengabdian eLKISI—Agha, Nugi, Mursyid, dan Nuh—kembali menggelar agenda halaqoh Al-Qur’an dan bimbingan makhorijul huruf bersama anak-anak dan santri lokal di Kelurahan Mbay, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kegiatan yang dimulai tepat usai sholat ashar berjamaah ini menjadi potret nyata pembentukan karakter da’i lapangan. Di serambi mushola yang sederhana, para santri relawan membimbing adik-adik binaan dengan penuh kesabaran, membedah ketepatan makhraj setiap huruf hijaiyah, serta mengoreksi bacaan ayat demi ayat secara talaqqi dan musyafahah.

Dedikasi Nyata Da’i Muda di Bumi Flores

Tugas pengabdian masyarakat di pelosok Nusantara bukan sekadar agenda seremonial, melainkan kawah candradimuka bagi santri eLKISI. Terjun langsung ke tengah masyarakat Kelurahan Mbay menuntut kepekaan sosial, keteladanan akhlak, dan kematangan mental sebagai seorang juru dakwah.

Agha, salah satu santri relawan yang bertugas, menuturkan bahwa pendekatan personal menjadi kunci utama dalam mengajarkan Al-Qur’an kepada anak-anak di daerah penugasan. Menurutnya, anak-anak memiliki antusiasme belajar yang sangat tinggi ketika didekati dengan metode halaqoh yang interaktif dan bersahabat.

Santri pengabdian eLKISI membimbing makhorijul huruf santri di Nagekeo NTT
Suasana hangat halaqoh sore: Relawan santri pengabdian Pondok Pesantren eLKISI membenahi makhorijul huruf dan bacaan Al-Qur’an santri di Kelurahan Mbay, Aesesa, Kab. Nagekeo, NTT.

Fokus Pembenahan Makhorijul Huruf dan Koreksi Bacaan

Dalam sesi halaqoh sore tersebut, keempat relawan santri membagi peserta ke dalam kelompok-kelompok kecil. Langkah ini dilakukan agar bimbingan tajwid dapat berjalan intensif dan tepat sasaran.

Materi difokuskan pada pengenalan tempat keluarnya huruf (makhorijul huruf) yang kerap tertukar, seperti pelafalan huruf ‘ain, ha, kha, hingga shad dan dhad. Melalui koreksi bacaan langsung, para santri binaan diarahkan agar mampu membaca ayat suci Al-Qur’an dengan tartil dan kaidah yang benar.

Lebih dari sekadar transfer ilmu tajwid, kegiatan rutin ba’da ashar ini menjadi sarana penanaman adab dan kecintaan mendalam terhadap kalam ilahi sejak usia dini di tanah Flores.

Menempa Karakter Da’i yang Tanggap dan Melayani

Program pengabdian santri Pondok Pesantren eLKISI dirancang secara terpadu untuk membentuk profil santri yang berilmu amaliah dan beramal ilmiah. Kehadiran Nugi, Mursyid, Nuh, dan Agha di Kecamatan Aesesa membuktikan bahwa ruh dakwah pesantren hadir menyapa setiap sudut negeri.

Kemandirian dalam menyiapkan materi, keikhlasan melayani umat, dan keteladanan dalam ibadah berjamaah menjadi bekal tak ternilai dalam membangun integritas seorang da’i sejati. Pengalaman berharga di Nagekeo ini diharapkan semakin memantapkan kesiapan mereka untuk terus berkhidmat bagi agama, bangsa, dan peradaban Islam.

Kanal Informasi & Media Sosial Resmi Pondok Pesantren eLKISI Mojokerto:

(za/red)

Pondok Pesantren Islamic Center eLKISI

Pesantren Berbasis Edukasi dan Sosial Keummatan

BERITA TERBARU

Pondok Pesantren Islamic Center eLKISI

eLKISI IT Team © Copyright  2024. All Rights Reserved