NAGEKEO, elkisi.com — Beralaskan terpal sederhana di bawah naungan tenda darurat sekolah ramah anak, suasana khusyuk dan syahdu menyelimuti para siswa dan santri binaan di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT). Pascagempa bumi yang melanda wilayah Flores, rutinitas ibadah sholat berjamaah tetap ditegakkan dengan disiplin tinggi di lingkungan belajar darurat.
Dalam dokumentasi lapangan, tampak saf sholat tertata rapi. Di saf sebelah kiri, para siswa laki-laki mengenakan kemeja putih, sarung, dan peci, sementara di saf sebelah kanan para siswi berdiri khusyuk mengenakan mukena. Seorang pendidik memimpin sholat sebagai imam dengan penuh ketenangan di hadapan papan tulis darurat.
Ibadah Berjamaah: Fondasi Ketahanan Jiwa Pascabencana
Pelaksanaan sholat berjamaah di tengah keterbatasan fasilitas pascabencana bukan sekadar kewajiban ritual, melainkan pilar utama penguatan mental dan spiritual anak-anak penyintas. Berdiri sejajar dalam satu saf menghadirkan rasa persaudaraan yang erat, saling menguatkan, dan menumbuhkan optimisme untuk bangkit bersama.
Di bawah tenda berlogo ruang kelas darurat Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikbudristek) Ramah Anak, anak-anak diajarkan untuk senantiasa menggantungkan harapan kepada Allah SWT. Disiplin sholat tepat waktu menjadi wahana efektif dalam menanamkan ketenangan batin dan mengikis kecemasan akibat trauma bencana gempa.
Keteladanan Karakter Da’i Muda dan Sinergi Pendidikan Lapangan
Kehadiran para pengajar serta relawan santri pengabdian Pondok Pesantren eLKISI di wilayah Nagekeo turut memberikan warna nyata dalam pembiasaan adab islami ini. Selain mendampingi kegiatan belajar mengajar dan tahsin makhorijul huruf, para relawan secara konsisten memberi teladan dalam menegakkan sholat berjamaah lima waktu.
Interaksi hangat antara guru, santri relawan, dan anak-anak binaan menciptakan suasana belajar yang kondusif kendati gedung sekolah belum sepenuhnya pulih. Langkah konkret ini mencerminkan komitmen kuat pesantren dalam mendidik kader dakwah yang berjiwa tangguh, empati, dan siap mengabdi di segala kondisi medan.
Menjaga Nilai Ketakwaan Sejak Dini
Meski sarana ibadah darurat beralaskan terpal plastik di atas tanah, ketertiban para siswa membuktikan bahwa keterbatasan fisik tidak menghalangi kesungguhan menghadap Sang Pencipta. Pendidikan karakter berbasis tauhid inilah yang diharapkan terus tertanam kuat dalam dada para tunas bangsa di tanah Flores.
Semangat pantang menyerah anak-anak Nagekeo menjadi inspirasi bagi kita semua, bahwa di balik setiap ujian musibah selalu ada hikmah penguatan iman, persaudaraan, dan ketakwaan yang semakin kokoh.
Kanal Informasi & Media Sosial Resmi Pondok Pesantren eLKISI Mojokerto:
- YouTube: eLKISITV
- TikTok: ponpes eLKISI Mojokerto
- Facebook: ponpes.elkisi
- Instagram: @ponpes.elkisi
- Website Resmi: elkisi.com
(za/red)
















