NAGEKEO, elkisi.com — Bencana gempa bumi yang melanda kawasan Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), menyisakan kerusakan fisik pada berbagai sarana publik dan ruang kelas madrasah. Meski demikian, semangat belajar generasi muda tidak pernah padam. Di tengah keterbatasan, aktivitas kegiatan belajar mengajar (KBM) serta pembinaan tilawah Al-Qur’an tetap berjalan khidmat di dalam tenda darurat penampungan di Kabupaten Nagekeo.
Beralaskan terpal biru dan berdinding tenda bantuan Kementerian Sosial (Kemensos), puluhan siswa dan santri tampak duduk bersila dengan penuh antusias. Di hadapan meja kecil dan papan tulis portabel, seorang guru membimbing jalannya pembelajaran agama serta tadarus Al-Qur’an dengan metode halaqoh yang teratur.
Pendidikan Tetap Berjalan di Tengah Keterbatasan
Kondisi ruang kelas permanen yang rusak berat pascagempa menuntut pemanfaatan fasilitas kedaruratan demi menjaga keselamatan murid dan tenaga pengajar. Keberadaan tenda sekolah darurat menjadi benteng utama agar anak-anak tidak kehilangan hak memperoleh pendidikan dan pembinaan spiritual.
Para murid mengenakan seragam sekolah rapi, lengkap dengan peci dan jilbab putih. Mushaf Al-Qur’an dan modul pembelajaran terbuka di pangkuan masing-masing, menjadi saksi keteguhan hati anak-anak Flores dalam menuntut ilmu di tengah situasi pemulihan pascabencana.
Peran Dukungan Psikososial dan Penguatan Spiritual
Selain melanjutkan kurikulum pembelajaran, kegiatan di dalam tenda darurat difokuskan pada pemulihan psikologis anak (psychological first aid) serta penguatan mental spiritual. Lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an yang bergema di balik terpal pengungsian terbukti mampu menghadirkan ketenangan batin, mengikis rasa trauma, dan memulihkan keceriaan siswa.
Pola pendampingan yang intensif dan komunikatif membantu anak-anak kembali berinteraksi secara ceria bersama teman sebaya. Kehangatan ini sekaligus memulihkan optimisme bahwa masa depan mereka tetap cerah meski sempat teruji oleh musibah alam.
Sinergi Kemanusiaan untuk Pemulihan Generasi Bangsa
Upaya percepatan pemulihan layanan pendidikan di Kabupaten Nagekeo terus mendapat perhatian luas dari berbagai pihak, mulai dari instansi pemerintah, lembaga kemanusiaan, hingga relawan santri dan elemen masyarakat. Semangat tolong-menolong ini membuktikan kokohnya solidaritas kebangsaan.
Dengan keteladanan para pendidik dan ketulusan para pembina di lapangan, tenda darurat bukan sekadar tempat berlindung sementara, melainkan kawah perjuangan yang mendidik karakter tangguh, sabar, dan penuh tawakal bagi generasi penerus di bumi Nusa Tenggara.
Kanal Informasi & Media Sosial Resmi Pondok Pesantren eLKISI Mojokerto:
- YouTube: eLKISITV
- TikTok: ponpes eLKISI Mojokerto
- Facebook: ponpes.elkisi
- Instagram: @ponpes.elkisi
- Website Resmi: elkisi.com
(za/red)
















