MANGGARAI TIMUR, elkisi.com — Jejak pengabdian kemanusiaan dan dakwah para santri Pondok Pesantren Islamic Center eLKISI Mojokerto terus merambah pelosok Nusa Tenggara Timur. Di Dusun Ronting, Desa Satar Kampas, Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur, dua relawan santri pengabdian—Nadhif dan Ilham—terjun langsung membersamai siswa-siswi di Posko Darurat SMP Abdurrahman Wahid.
Langkah pengabdian ini bermula dari pertemuan hangat antara Nadhif, Ilham, dan Kepala Sekolah SMP Abdurrahman Wahid, Ust. Ahmad Yani, di Musholla Darurat Baitul Ismail pada malam sebelumnya. Dalam silaturahmi tersebut, Ust. Ahmad Yani menyambut terbuka kehadiran relawan santri dan mengajak mereka untuk mengisi bimbingan mengaji serta pembinaan karakter keislaman bagi para murid.
Sambang Sekolah dan Rajutan Kebersamaan
Keesokan paginya, didampingi oleh Bang Roziq (rekan dari Ust. Kahar), tim relawan santri berkunjung langsung ke kompleks SMP Abdurrahman Wahid guna meninjau kondisi riil sarana belajar pascabencana. Kendati mayoritas murid beragama Islam dan terdapat beberapa siswa beragama Kristen, suasana kekeluargaan dan toleransi terjalin dengan sangat harmonis di lingkungan sekolah.
Kehadiran para relawan santri disambut penuh antusiasme dan senyum ceria oleh para peserta didik di tenda posko darurat Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

Rangkaian Kegiatan: Dhuha, Tahsin, hingga Gemuruh Sholawat
Mengawali kegiatan di posko darurat, Nadhif dan Ilham memimpin pelaksanaan Sholat Dhuha secara berjamaah bersama para siswa. Suasana khidmat menyelimuti tenda darurat beralaskan terpal biru, membiasakan disiplin ibadah sunnah sejak dini sebagai sarana penguatan mental spiritual di tengah keterbatasan sarana.
Agenda dilanjutkan dengan halaqoh tahsin Al-Qur’an, di mana para santri membimbing pelafalan dan membenahi makhraj bacaan surat-surat pendek (Juz ‘Amma) secara talaqqi. Tidak hanya itu, atas permintaan ceria dari para siswa, relawan santri juga melantunkan dan mengajarkan syair-syair sholawat Nabi. Nyanyian pujian kepada Rasulullah ﷺ tersebut seketika mencairkan suasana, menghadirkan kegembiraan dan tawa lepas anak-anak di tenda penampungan.
Pesan dan Harapan Mendalam Kepala Sekolah
Melihat antusiasme luar biasa dari para muridnya, Kepala Sekolah SMP Abdurrahman Wahid, Ust. Ahmad Yani, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi yang mendalam atas kehadiran relawan santri eLKISI.
“Ini tadi bagus, untuk menambah semangat mereka dalam belajar. Besok-besok datang ke sini lagi setiap hari, ajari mereka sholawat. Mereka senang dengan kehadiran kalian semua,” ungkap Ust. Ahmad Yani penuh kehangatan.
Lebih lanjut, beliau menitipkan pesan yang menyentuh kalbu bagi para santri pengabdian:
“Kalau kalian pulang ke Jawa nanti, ada sesuatu yang kalian tinggalkan di NTT sini—ada kenangan bagi mereka.”
Jejak Abadi Pengabdian Santri
Pesan tulus tersebut menegaskan bahwa misi pengabdian bukan sekadar rutinitas mengajar, melainkan upaya menanamkan benih cinta ilmu, keteladanan akhlak, dan persaudaraan lintas pulau yang akan terus dikenang sepanjang hayat.
Pondok Pesantren eLKISI terus berkomitmen mendidik generasi santri yang siap hadir melayani umat, menyalakan pelita harapan di daerah pelosok, dan membuktikan bahwa kepedulian tulus mampu melintasi batas geografis demi masa depan generasi bangsa.
Kanal Informasi & Media Sosial Resmi Pondok Pesantren eLKISI Mojokerto:
- YouTube: eLKISITV
- TikTok: ponpes eLKISI Mojokerto
- Facebook: ponpes.elkisi
- Instagram: @ponpes.elkisi
- Website Resmi: elkisi.com
(za/red)















