Tata Cara Ruqyah Syar’iyyah Menurut Sunnah Rasulullah

Tata Cara Ruqyah Syar'iyyah Menurut Sunnah Rasulullah

Kesehatan jasmani dan ketenteraman batin merupakan anugerah nikmat teramat agung yang senantiasa didambakan oleh setiap insan beriman dalam menjalani kehidupan dunia. Ketika ujian penyakit fisik maupun gangguan spiritual datang menyapa, syariat Islam telah menyediakan petunjuk terapi penyembuhan yang sepenuhnya berakar pada kemurnian tauhid. Memahami dan mempraktikkan Tata Cara Ruqyah Syar’iyyah menjadi langkah ikhtiar preventif sekaligus kuratif yang mulia agar seorang hamba terhindar dari jurang kesyirikan dan tipu daya dukun berkedok pengobatan alternatif.

Panduan Praktis Tata Cara Ruqyah Syar’iyyah Sesuai Batasan Tauhid

Praktik ruqyah yang benar wajib didasarkan pada keikhlasan niat dan keyakinan mutlak bahwa kesembuhan hanyalah hak prerogatif Allah ‘Azza wa Jalla semata, bukan bersumber dari kekuatan pribadi seorang peruqyah. Para ulama salaf telah menetapkan konsensus tentang tiga kriteria utama ruqyah syar’iyyah: menggunakan ayat-ayat Al-Qur’an atau doa ma’tsur yang diajarkan Nabi, menggunakan bahasa Arab yang jelas maknanya tanpa mantra asing misterius, serta keyakinan bahwa ruqyah hanyalah wasilah doa. Kalamullah merupakan mukjizat hidup yang dikaruniakan Allah sebagai syifa’ atau obat penawar bagi setiap keluh kesah penyakit jiwa maupun raga:

وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِينَ ۙ وَلَا يَزِيدُ الظَّالِمِينَ إِلَّا خَسَارًا

Artinya: “Dan Kami turunkan dari Al-Qur’an suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman, dan Al-Qur’an itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zhalim selain kerugian.” (QS. Al-Isra’: 82)

Ketentuan Doa Perlindungan Sesuai Tuntunan Hadits Shahih

Pelaksanaan terapi ruqyah mandiri di rumah sangat dianjurkan dengan tata cara sederhana yang dicontohkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Seseorang dapat bersuci terlebih dahulu dengan berwudhu, kemudian meletakkan tangan kanan pada bagian tubuh yang terasa nyeri sembari membaca doa permohonan kesembuhan. Bacaan surah Al-Fatihah, Ayat Kursi, dan rangkaian Al-Mu’awwidzat (Surah Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Nas) dibaca dengan penuh tadabbur lalu ditiupkan secara halus pada kedua telapak tangan untuk diusapkan ke seluruh tubuh. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan garis demarkasi yang sangat tegas terkait pengobatan ruqyah sebagaimana diriwayatkan oleh sahabat Auf bin Malik al-Asyja’i radhiyallahu ‘anhu:

اعْرِضُوا عَلَيَّ رُقَاكُمْ، لَا بَأْسَ بِالرُّقَى مَا لَمْ يَكُنْ فِيهِ شِرْكٌ

Artinya: “Perlihatkanlah kepadaku bacaan ruqyah kalian itu. Tidak mengapa melakukan ruqyah selama di dalamnya tidak terdapat unsur kesyirikan.” (HR. Muslim, no. 2200)

Berdasarkan hadits sahih ini, setiap praktik pengobatan yang mencampurkan mantra tidak jelas, jimat bertuliskan rajah, atau pemanggilan khodam jin secara tegas dihukumi haram dan membatalkan keabsahan aqidah seorang muslim.

Dengan senantiasa merutinkan dzikir pagi-petang dan membentengi keluarga lewat ruqyah syar’iyyah mandiri, rumah tangga seorang muslim akan senantiasa dinaungi rahmat dan terpelihara dari marabahaya.

Kanal Informasi & Media Sosial Resmi Pondok Pesantren eLKISI Mojokerto:

(za/red)

Pondok Pesantren Islamic Center eLKISI

Pesantren Berbasis Edukasi dan Sosial Keummatan

BERITA TERBARU

Pondok Pesantren Islamic Center eLKISI

eLKISI IT Team © Copyright  2024. All Rights Reserved