Menyapa Subuh di Masjid Darurat Desa Waso: Santri eLKISI Isi Tausiyah Al-Qur’an dan Sambut Kerinduan Mengaji Kaum Ibu

Tausiyah ba'da Subuh oleh santri SMA eLKISI di Masjid Darurat Desa Waso Flores NTT
M. Dzahwan Iqbal, santri kelas 11 SMA eLKISI, menyampaikan tausiyah ba'da Subuh di Masjid Darurat Desa Waso di hadapan warga Muslim setempat.

FLORES, elkisi.com — Fajar di pesisir Desa Waso menyingsing bersama gema nasihat kebaikan. Di dalam bangunan masjid darurat berdinding triplek sederhana dengan beralaskan sajadah hijau, lantunan ayat suci dan pesan ketakwaan mengalir khidmat selepas sholat Subuh berjamaah, Rabu (4/11/2026).

Adalah M. Dzahwan Iqbal, santri kelas 11 SMA Pondok Pesantren Islamic Center eLKISI Mojokerto yang tergabung dalam Tim Relawan Pengabdian Santri, tampil ke hadapan jamaah memberikan tausiyah ba’da Subuh bertajuk “Pentingnya Mempelajari Al-Qur’an dan Mengamalkannya”.

Mengenakan jas almamater hitam, sarung, dan peci, Dzahwan memaparkan urgensi menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman utama kehidupan sehari-hari, penawar kegelisahan batin, serta cahaya petunjuk di tengah berbagai cobaan hidup. Kajian Subuh tersebut dihadiri oleh warga Muslim setempat yang menyimak dengan penuh perhatian, sementara sebagian bapak-bapak lainnya telah bersiap bertolak ke laut lepas untuk mencari nafkah.

M. Dzahwan Iqbal menyampaikan tausiyah ba'da Subuh di Masjid Darurat Desa Waso
M. Dzahwan Iqbal, santri kelas 11 SMA eLKISI, memegang mikrofon menyampaikan tausiyah subuh di Masjid Darurat Desa Waso di hadapan para sesepuh dan warga setempat.

Kerinduan Mengaji Kaum Ibu Desa Waso

Di balik keterbatasan fasilitas masjid darurat pascabencana, hadir sebuah aspirasi menyentuh hati dari kalangan kaum ibu Desa Waso. Mereka menyampaikan kerinduan mendalam untuk belajar membaca Al-Qur’an secara rutin dan terbimbing.

“Bila mana ada ustadzah yang membantu mengajari ngaji, kami ingin sekali mengaji dan belajar membaca Al-Qur’an dengan benar,” tutur salah seorang ibu setempat mewakili harapan jamaah perempuan Desa Waso.

Kerinduan tulus ini menjadi potret betapa tingginya dahaga spiritual masyarakat pesisir terhadap ilmu agama. Meskipun disibukkan dengan peran domestik dan kondisi pascabencana, antusiasme ibu-ibu untuk mendekatkan diri kepada Al-Qur’an tetap menyala dan menjadi catatan penting bagi kelanjutan program dakwah di wilayah ini.

Laboratorium Karakter Da’i Muda di Pelosok Negeri

Penugasan para santri pengabdian eLKISI selama tiga bulan di pelosok Flores bukan sekadar menguji kemampuan orasi dan wawasan keilmuan, melainkan menjadi kawah candradimuka dalam membentuk kepekaan empati sosial. Berbaur dengan para nelayan, mendengar keluh kesah warga, serta melihat langsung kebutuhan dakwah akar rumput mendidik santri menjadi kader umat yang rendah hati dan berjiwa pelayan.

Kehadiran relawan santri eLKISI di Desa Waso disambut hangat oleh para sesepuh dan tokoh masyarakat. Masjid darurat yang dibangun seadanya kini hidup dengan syiar ilmu, dzikir, serta jalinan silaturahmi yang semakin erat antara generasi muda santri dan masyarakat lokal.

Harapan Dakwah Berkelanjutan

Merespons besarnya antusiasme warga—khususnya kaum ibu yang haus akan bimbingan Al-Qur’an—tim pengabdian eLKISI berikhtiar terus mengoordinasikan langkah pembinaan berkelanjutan, termasuk membuka ruang halaqoh tilawah dan tahsin yang ramah bagi seluruh kalangan.

Semoga setiap butir keringat dan untaian nasihat yang tercurah di tanah Flores ini menjadi amal jariyah yang mengalirkan keberkahan bagi para santri, pondok pesantren, dan kaum muslimin secara luas.

Kanal Informasi & Media Sosial Resmi Pondok Pesantren eLKISI Mojokerto:

(za/red)

Pondok Pesantren Islamic Center eLKISI

Pesantren Berbasis Edukasi dan Sosial Keummatan

BERITA TERBARU

Pondok Pesantren Islamic Center eLKISI

eLKISI IT Team © Copyright  2024. All Rights Reserved