Kesibukan aktivitas harian kerap kali membuat seorang hamba melalaikan amalan sunnah pengiring sholat fardhu. Padahal, syariat Islam telah menetapkan amalan ringan yang memiliki bobot pahala berlipat ganda untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta. Menjaga rutinitas ibadah sunnah menjadi bukti ketulusan cinta seorang muslim kepada tuntunan Baginda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Meraih Keutamaan Sholat Sunnah Rawatib dan Istana di Surga
Sholat sunnah rawatib terbagi menjadi amalan muakkad yang sangat dianjurkan dan ghairu muakkad yang melengkapi keutamaan harian. Terdapat dua belas rakaat sholat rawatib muakkad yang senantiasa dijaga oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sepanjang hayat beliau. Barang siapa yang istiqamah menunaikannya setiap hari, Allah Subhanahu wa Ta’ala menjanjikan balasan yang teramat mulia sebagaimana sabda Nabi yang diriwayatkan oleh Ummul Mukminin Ummu Habibah radhiyallahu ‘anha:
مَا مِنْ عَبْدٍ مُسْلِمٍ يُصَلِّي لِلَّهِ كُلَّ يَوْمٍ ثِنْتَيْ عَشْرَةَ رَكْعَةً تَطَوُّعًا غَيْرَ فَرِيضَةٍ، إِلَّا بَنَى اللَّهُ لَهُ بَيْتًا فِي الْجَنَّةِ
“Tidaklah seorang hamba muslim mendirikan sholat sunnah karena Allah sebanyak dua belas rakaat setiap hari di luar sholat fardhu, melainkan Allah pasti akan membangunkan untuknya sebuah istana megah di dalam surga.” (HR. Muslim no. 728).
Dua belas rakaat ini mencakup empat rakaat sebelum Zhuhur, dua rakaat setelah Zhuhur, dua rakaat setelah Maghrib, dua rakaat setelah Isya, dan dua rakaat sebelum Shubuh.
Fungsi Utama Sholat Rawatib sebagai Penambal Ibadah Fardhu
Selain menjanjikan kedudukan mulia di akhirat kelak, sholat sunnah rawatib berfungsi strategis sebagai penambal segala kekurangan dalam sholat fardhu. Manusia sering kali mengalami penurunan konsentrasi, was-was, maupun berkurangnya kekhusyukan saat mendirikan sholat lima waktu. Pada hari hisab nanti, sholat-sholat sunnah inilah yang diperintahkan oleh Allah Ta’ala untuk menyempurnakan timbangan amal wajib hamba-Nya:
إِنَّ أَوَّلَ مَا يُحَاسَبُ بِهِ النَّاسُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ أَعْمَالِهِمُ الصَّلَاةُ … فَإِنِ انْتَقَصَ مِنْ فَرِيضَتِهِ شَيْئًا، قَالَ الرَّبُّ تَبَارَكَ وَتَعَالَى: انْظُرُوا هَلْ لِعَبْدِي مِنْ تَطَوُّعٍ فَيُكَمَّلَ بِهَا مَا انْتَقَصَ مِنَ الْفَرِيضَةِ
“Sesungguhnya amalan pertama yang dihisab dari manusia pada hari kiamat adalah sholat… jika terdapat kekurangan pada sholat fardhunya, Allah Tabaraka wa Ta’ala berfirman kepada malaikat: ‘Periksalah apakah hamba-Ku memiliki amalan sholat sunnah, sehingga dapat menyempurnakan apa yang kurang dari sholat fardhunya’.” (HR. Abu Dawud no. 864 dan At-Tirmidzi no. 413, shahih).
Kesadaran akan keutamaan agung ini selayaknya memotivasi setiap mukmin untuk meluangkan waktu sebelum dan sesudah sholat fardhu secara konsisten demi menjaga kesempurnaan amal.
Menghidupkan sholat sunnah rawatib secara istiqamah merupakan jalan nyata menyempurnakan ibadah serta meraih istana abadi di surga Allah.
Kanal Informasi & Media Sosial Resmi Pondok Pesantren eLKISI Mojokerto:
- YouTube: eLKISITV
- TikTok: ponpes eLKISI Mojokerto
- Facebook: ponpes.elkisi
- Instagram: @ponpes.elkisi
- Website Resmi: elkisi.com
(za/red)
















