RIUNG, NGADA — Memasuki hari-hari pengabdian di kawasan timur nusantara, enam santri Pondok Pesantren Islamic Center eLKISI Mojokerto yang tergabung dalam kafilah dakwah di Nusa Tenggara Timur (NTT) terus mengokohkan langkah. Berada di perkampungan nelayan suku Bajo, Desa Tadho, Kecamatan Riung, Kabupaten Ngada, para santri mengawali hari dengan menggelar musyawarah strategis ba’da Subuh bersama tokoh agama dan sesepuh masyarakat setempat pada Kamis (5/11/2026).
Kafilah da’i muda eLKISI yang terdiri dari Sastra, Mu’ammar, Raihan, Fastabiq, Angger, dan Basit ini duduk bersila melingkar di ruang ibadah bersama Ustadz Febri dan Bapak Ibrahim, salah seorang tokoh masyarakat Desa Tadho. Pertemuan hangat tersebut menjadi ruang silaturahmi sekaligus diskusi mendalam untuk memetakan dinamika keumatan, pembinaan ilmu agama, serta strategi revitalisasi ibadah shalat berjamaah bagi warga pesisir.
Potret Komunitas Nelayan dan Realitas Keumatan
Desa Tadho merupakan kawasan pesisir dengan mayoritas penduduk berprofesi sebagai nelayan tangguh dari suku Bajo. Di desa ini tercatat ada sekitar 77 Kepala Keluarga (KK) muslim yang menggantungkan denyut kehidupannya dari laut lepas. Kendati berpenduduk muslim, catatan lapangan yang dihimpun para santri menunjukkan tantangan dakwah yang cukup besar, terutama dalam aspek keistiqamahan ibadah harian.
Saat waktu shalat tiba, jamaah yang hadir di masjid desa saat ini baru berkisar antara 7 hingga 9 orang jamaah pria, sementara kehadiran jamaah kaum wanita masih tergolong minim. Kondisi serupa juga terpotret di perkampungan tetangga, di mana keaktifan warga memakmurkan masjid berkisar 5 hingga 6 orang saja. Realitas ini menjadi renungan sekaligus panggilan jiwa bagi para santri eLKISI untuk menghadirkan pembinaan yang lebih intensif dan berkesinambungan.
Musyawarah Ba’da Subuh: Menggagas Sinergi Dakwah
Dalam musyawarah ba’da Subuh bersama Ustadz Febri dan Bapak Ibrahim, para santri berdiskusi terbuka mengenai berbagai langkah konkret yang perlu ditempuh ke depan. Tokoh setempat menyambut baik kehadiran para santri eLKISI yang dinilai membawa semangat baru bagi syiar Islam di pelosok Ngada.
Bapak Ibrahim menyampaikan bahwa masyarakat pesisir Bajo memiliki karakter watak yang lugas, ulet, dan pekerja keras. Oleh karena itu, pendekatan dakwah tidak bisa dilakukan secara seremonial atau kaku, melainkan memerlukan sentuhan keteladanan akhlak (dakwah bil hal), pendekatan personal dari hati ke hati, serta pendampingan belajar Al-Qur’an dan dasar-dasar syariat yang mudah dipahami.
Merangkul Generasi Muda Menuju Keberkahan
Salah satu fokus utama yang dicanangkan tim santri eLKISI adalah pembinaan generasi muda dan anak-anak nelayan di Desa Tadho. Di tengah arus perubahan zaman dan pergaulan pesisir yang terbuka, penguatan akidah dan pondasi moral menjadi benteng paling krusial agar tunas-tunas muda desa memiliki pegangan hidup yang kokoh.
Para santri merancang program halaqah Al-Qur’an untuk anak-anak, pembinaan shalat fardhu bertahap, serta kegiatan kepemudaan yang positif di sekitar lingkungan masjid. Melalui pendekatan yang bersahabat dan membaur dalam aktivitas keseharian warga, masjid diharapkan kembali bertransformasi menjadi pusat peradaban, persaudaraan, dan ilmu bagi seluruh masyarakat pesisir.
Meneguhkan Jiwa Da’i Segala Profesi
Kiprah enam santri di Desa Tadho ini selaras dengan ruh pendidikan di Pondok Pesantren Islamic Center eLKISI Mojokerto, yakni melahirkan Da’i Segala Profesi. Di mana pun berada dan medan apa pun yang dihadapi, santri dididik untuk hadir membawa manfaat, menebarkan rahmat, serta menjadi pelopor kebaikan di tengah umat.
“Tugas ini tentu bukan perkara yang mudah. Menghadapi karakter masyarakat bahari yang tegas membutuhkan kerja sama yang erat, kesabaran yang lapang, dan yang terpenting adalah senantiasa memohon taufiq serta pertolongan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala,” ungkap salah satu santri dalam catatannya.
Dengan niat yang ikhlas dan ikhtiar yang terukur, para santri eLKISI bertekad untuk terus mendampingi warga Desa Tadho, mengalirkan nilai-nilai keimanan, dan merajut ukhuwah Islamiyah hingga lentera cahaya Islam kian terang benderang di pesisir Riung, Flores, NTT.
Ikuti saluran dan media sosial resmi Pondok Pesantren eLKISI Mojokerto:
YouTube: eLKISITV
TikTok: ponpes eLKISI Mojokerto
Facebook & Instagram: ponpes.elkisi
(za/red)
















