Keteladanan Abdurrahman bin Auf Teladan Pebisnis Muslim

Abdurrahman bin Auf
Keteladanan Abdurrahman bin Auf Teladan Pebisnis Muslim

Kisah perniagaan para sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam selalu menyuguhkan teladan memukau tentang bagaimana kelimpahan harta dapat menjadi instrumen takwa terbaik. Salah satu tokoh saudagar agung dalam sejarah Islam adalah Abdurrahman bin Auf radhiyallahu ‘anhu, sang konglomerat Quraisy yang berjiwa dermawan. Perjalanan hidup beliau membuktikan bahwa kekayaan materi merupakan nikmat mulia apabila diperoleh secara halal dan diinfaqkan di jalan kebajikan.

Mental Kemandirian dan Etos Kerja Abdurrahman bin Auf

Ketika tiba di Madinah pasca peristiwa hijrah, kaum Muhajirin datang tanpa membawa bekal materi yang memadai. Sahabat Anshar yang kaya raya, Sa’ad bin Ar-Rabi’ radhiyallahu ‘anhu, dengan tulus hati menawarkan separuh hartanya untuk meringankan beban saudaranya. Namun demikian, Abdurrahman bin Auf memilih jalan kemandirian seraya memohon keberkahan doa:

بَارَكَ اللَّهُ لَكَ فِي أَهْلِكَ وَمَالِكَ، دُلُّونِي عَلَى السُّوقِ

“Semoga Allah memberkahi engkau dalam keluarga dan hartamu. Cukuplah tunjukkan kepadaku di mana pasar berada.” (HR. Al-Bukhari no. 2048).

Jawaban bersejarah tersebut mencerminkan etos wirausaha muslim yang pantang bertumpu pada belas kasihan orang lain dan senantiasa bersandar penuh pada ikhtiar berniaga yang bersih.

Kekayaan yang Berkah Menopang Kemandirian Dakwah

Kecerdasan berniaga yang dipadukan dengan kejujuran mutlak menjadikan bisnis beliau tumbuh pesat menjadi lokomotif ekonomi umat di Madinah. Pundi-pundi kekayaan tidak pernah menenggelamkan nuraninya, melainkan tercurah luas untuk membebaskan budak, menafkahi ribuan janda kaum muslimin, serta melengkapi logistik perang Tabuk. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda memuji harta yang dikelola hamba bertakwa:

نِعْمَ الْمَالُ الصَّالِحُ لِلْمَرْءِ الصَّالِحِ

“Sebaik-baik harta yang shalih adalah yang berada di tangan orang yang shalih.” (HR. Ahmad no. 17798 dan Ibnu Hibban no. 3210, sanad shahih).

Kiprah filantropi beliau meletakkan standar luhur bahwa kejayaan finansial seorang muslim sejati diukur dari seberapa besar kontribusinya bagi kemakmuran dakwah Islam.

Meneladani integritas Abdurrahman bin Auf radhiyallahu ‘anhu adalah kunci utama membangkitkan kembali ekosistem ekonomi syariah yang mandiri dan berdaya saing global.

Kanal Informasi & Media Sosial Resmi Pondok Pesantren eLKISI Mojokerto:

(za/red)

Pondok Pesantren Islamic Center eLKISI

Pesantren Berbasis Edukasi dan Sosial Keummatan

BERITA TERBARU

Pondok Pesantren Islamic Center eLKISI

eLKISI IT Team © Copyright  2024. All Rights Reserved