Home Blog Page 3

Dakwah Tetap Menyala di Baucau – Timor Leste: Laporan Mahasantri eLKISI Institute dari Masjid Al Amal

0

Baucau, Timor-Leste – Di tengah kondisi minoritas dan terbatasnya tenaga dai, geliat dakwah Islam di Distrik Baucau masih tumbuh penuh harapan. Laporan terbaru dari mahasantri eLKISI Institute, Royhan Mufid Akbar, yang kini bertugas dalam misi dakwah di Timor-Leste, menggambarkan semangat warga Muslim Baucau dalam menjaga dan mengembangkan ajaran Islam.

Komunitas Kecil, Semangat Besar

Di kota Baucau tercatat sekitar 30 rumah pemeluk Islam, dengan tiap rumah dihuni 1 hingga 3 kepala keluarga. Meski jumlahnya kecil, antusiasme mereka dalam menuntut ilmu agama sangat tinggi. Saat ini juga terdapat 14 muallaf, dan diperkirakan dalam satu hingga dua hari ke depan akan ada lagi penduduk yang siap mengucapkan dua kalimat syahadat.

Di distrik ini berdiri 1 masjid dan 5 mushola yang menjadi pusat kegiatan ibadah dan pembinaan umat.

Sejarah Panjang Dakwah di Baucau

Menurut para tokoh masyarakat, Islam berkembang di Baucau antara lain karena pengaruh TNI saat Timor Timur masih menjadi bagian dari Indonesia.

  • Masjid Al-Amal, pusat dakwah saat ini, dibangun sekitar tahun 1986 berkat keberadaan KODIM dan kantor polisi yang saat itu berdiri di sekitar lokasi masjid.
  • Pada tahun 2006–2007, masjid sempat mengalami pembakaran akibat konflik internal, namun bukan konflik antarumat beragama. Kini situasi telah sepenuhnya kondusif.

Beberapa dai Dewan Dakwah yang dahulu dikirim ke Timor Leste bahkan masih sangat muda, berusia 15–16 tahun. Salah satunya adalah Ust. Rois asal Lamongan, Jawa Timur, yang hingga kini tetap bertahan melayani umat di area tersebut.

Minim Dai, Tinggi Harapan

Para pengurus Masjid Al Amal — Ust. Carlos, Ust. Faisal Sholeh, dan Ust. Bahrul — menyampaikan bahwa kebutuhan dai di wilayah Baucau sangat mendesak. Minimnya pembinaan terlihat dari masih rendahnya pemahaman agama. Bahkan, takmir masjid harus mengadakan lomba tingkat SMP–SMA bertema “Tata Cara Shalat yang Benar” karena banyak siswa belum memahami rukun-rukunnya.

Di sebelah masjid juga berdiri sekolah dan panti asuhan, sehingga kebutuhan pembinaan keislaman semakin besar.

Sambutan Hangat untuk eLKISI dan ADI

Kedatangan tim dai dari eLKISI Institute dan mahasiswa STID M. Natsir disambut hangat oleh para pengurus. Mereka berharap adanya kerja sama lanjutan berupa:

  • pengiriman kembali dai ke Baucau,
  • pengiriman kader muda lokal untuk belajar di eLKISI, ADI NTT, maupun STID M. Natsir.

“Kami ingin ada kader dari sini yang belajar agama secara benar, agar dakwah di Baucau bisa berkembang lebih maju,” ujar Ust. Carlos.

Fokus Penugasan Dai

Dalam instruksi terbaru, tim dai dari Ansar yang terdiri dari mahasantri eLKISI dan mahasiswa STID ditugaskan untuk:

  • fokus pembinaan di Masjid Al-Amal,
  • mengisi kegiatan di mushola sekitar (berjarak ±1 jam perjalanan),
  • serta memberikan edukasi keagamaan di sekolah yang berada dekat masjid.

Empat Santri eLKISI Diterjunkan ke Pontianak untuk Program PDR Ramadhan 1447 H

0

MOJOKERTO — 16 Februari 2026
Pondok Pesantren eLKISI kembali mengirimkan empat santri terbaiknya untuk mengikuti Praktek Dakwah Ramadhan (PDR) 1447 H di wilayah Kalimantan Barat. Mereka akan ditempatkan di beberapa titik, termasuk Kota Singkawang serta kawasan perbatasan Pontianak dengan Kuching, Malaysia.

Direktur Ponpes eLKISI, K.H. Dr. Fathur Rohman, menyampaikan bahwa permintaan dari masyarakat Kalimantan Barat ini telah menjadi agenda rutin setiap tahun. Antusiasme masyarakat setempat untuk menghadirkan santri eLKISI menjadi bukti kepercayaan terhadap kualitas dakwah dan akhlak para peserta.

“Alhamdulillah, setiap Ramadhan pihak Pontianak selalu meminta empat santri untuk membantu penguatan syiar Islam di beberapa masjid dan komunitas. Ini menjadi kebanggaan sekaligus tantangan bagi para santri,” ujar beliau.

Keempat peserta PDR tersebut terdiri dari satu santri kelas X dan tiga santri kelas XI. Mereka dipilih melalui seleksi ketat, khususnya dari aspek hafalan Al-Qur’an dan hadits, kemampuan berkomunikasi, serta kesiapan mental untuk berdakwah di masyarakat.

Selama menjalankan tugas, para santri akan memegang berbagai peran, mulai dari khatib Jumat, pengisi ceramah Ramadhan, hingga membantu memakmurkan masjid sebagai marbot. Kebiasaan menjalani aktivitas kebersihan di lingkungan pesantren membuat mereka sigap dalam pekerjaan lapangan seperti membersihkan halaman, kamar mandi, dan fasilitas masjid lainnya.

Selain kemampuan dakwah, para santri ini juga memiliki prestasi di bidang beladiri Tepak Suci. Beberapa di antara mereka pernah membawa pulang gelar juara di tingkat regional, nasional, hingga internasional, memberikan nilai lebih bagi kepercayaan masyarakat terhadap ketangguhan karakter santri eLKISI.

Kehadiran mereka di Pontianak diharapkan tidak hanya menghidupkan suasana Ramadhan, tetapi juga memperluas jejaring dakwah sekaligus melatih kedewasaan, kemandirian, dan kepemimpinan para santri.

(Sumber: Dewandakwahjatim.com)

Pendekar Tapak Suci yang mendapat tugas dari Ponpes eLKISI untuk dakwah di Kalimantan Barat selama Ramadhan 1447 Hijriyah

eLKISI Sebar 272 Da’i Muda di 77 Titik Baik Dalam dan Luar Negeri

0

eLKISI Sebar 272 Da’i Muda di 77 Titik Baik Dalam dan Luar Negeri

Senin (16/2/2026) Ponpes eLKISI lakukan upacara pelepasan 272 da’i muda dalam program Praktek Dakwah Ramadhan 1447/2026 di 77 titik seluruh tanah air, Singapura dan Timor Leste.

Kegiatan pelepasan di selenggarakan di GOR Futsal eLKISI. Hadir dalam upacara pelepasan santri PDR, antara lain: Kepala Dinas Pendidikan kabupaten Mojokerto, pengawas SMP dan SMA. Selain itu hadir pula perwakilan dari Dewan Da’wah Pusat, Dr. Misbahul Anam (Wakil ketua). Acara pelepasan ini semakin terkesan karena para orang tua wali santri yang mengikuti PDR juga hadir menyaksikan dan mendukung putra-putrinya. Para peserta upacara pelepasan PDR dengan seksama menyimak sambutan pengasuh Ponpes eLKISI, Kepala Dinas Pendidikan kabupaten Mojokerto, dan wakil ketua Dewan Dakwah Pusat Dr. Misbahul Anam. (Hur)

Rapat Kerja ke-13 Ponpes eLKISI, Komitmen Bersama Mewujudkan Pesantren Ideal 2030

0

Mojokerto, 27 Desember 2025 – Pondok Pesantren eLKISI kembali menyelenggarakan Rapat Kerja (Raker) ke-13 sebagai agenda strategis tahunan dalam rangka evaluasi dan perencanaan program pesantren.

Raker tahun ini mengusung tema “Menuju Pesantren Ideal 2030”, yang mencerminkan komitmen eLKISI dalam membangun pesantren yang unggul, adaptif, dan relevan dengan tantangan zaman.

Kegiatan Raker ke-13 ini diikuti oleh pengasuh pesantren, jajaran pimpinan, masyayikh, dewan asatidz, karyawan, serta perwakilan jamaah dari berbagai daerah.

Kegiatan diawali dengan pembukaan dan sambutan singkat oleh ketua panitia raker, Ustadz Dr. Ahmad Kuncoro, M.Kom. Hadir dalam pembukaan ini Pengawas SD dan SMP dari Diknas dan juga Ustadz Abdul Hakeem dari Singapura.

Kiai Fathur Rohman membuka Raker XIII eLKISI

Direktur sekaligus Pengasuh Ponpes eLKISI, Dr. KH. Fathur Rohman, M.Pd.I dalam sambutannya menegaskan bahwa pesantren ideal tidak hanya berfokus pada penguatan keilmuan agama, tetapi juga berani melakukan perubahan dan siap menghadapi tantangan zaman.

“Di Raker XIII eLKISI ini kita akan membahas beberapa hal yang akan jadi branding pondok kita. Kami bermimpi bahwa perubahan pendidikan di negeri ini akan dimulai dari eLKISI”, ungkapnya.

Ustadz Hakeem Mohd Ismail Direktur Madrasah HUDA Singapura

Ustadz Abdul Hakeem dari Singapura yang hadir di acara pembukaan, turut menyampaikan apresiasinya kepada Pesantren eLKISI. Beliau juga berharap bahwa Ponpes eLKISI tidak hanya menguasai dunia pendidikan di pesantren tetapi juga di dunia.

Melalui Rapat Kerja ke-13 ini, Ponpes eLKISI berharap dapat menghasilkan keputusan dan program strategis yang terarah, terukur, dan berkelanjutan.

Khusu’ Berdoa sebelum memulai Raker XIII eLKISI

Dengan semangat kebersamaan dan visi yang sama, Ponpes eLKISI optimistis mampu melangkah mantap menuju Pesantren Ideal 2030 yang berdaya saing, berkarakter, dan berkontribusi nyata bagi umat dan bangsa. [jo]

#elkisi #ponpeselkisi #rakerxiiielkisi #pesantrenterbaik #pesantrenterbaikdijawatimur #pesantrenterbaikdiindonesia

Mahasiswa Baru Al-Azhar asal eLKISI Ikuti Pembekalan Akademik dan Spiritual

Mahasiswa baru Universitas Al-Azhar Kairo, Mesir asal Pondok Pesantren Islamic Center eLKISI Mojosari, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, mendapat pembekalan akademik dan spiritual dalam sebuah kegiatan yang digelar di Asrama Mahasiswa Hay Sabi’, Nasr City, Kairo, Jumat (12/12/2025).

Kepala Markaz Lughah eLKISI Agung Purwono, M.Pd., menjelaskan kegiatan pembekalan ini bertujuan mempersiapkan mahasiswa baru dalam menghadapi masa perkuliahan di Universitas Al-Azhar, baik dari sisi akademik, mental, maupun spiritual.

Ustaz Agung, sapaannya, menekankan pentingnya menjaga niat dalam menuntut ilmu, membangun disiplin belajar, serta memegang teguh komitmen moral sebagai mahasiswa Al-Azhar.

Ia mengingatkan bahwa para mahasiswa membawa amanah keilmuan dan dakwah yang kelak harus dipertanggungjawabkan di tengah masyarakat.

Arahan selanjutnya disampaikan oleh Mukhtar Sudibyo, Lc., MA., pengajar Markaz Lughah eLKISI. Ia mendorong mahasiswa baru Al-Azhar angkatan 2025 untuk fokus menuntut ilmu di Mesir serta mampu mengelola waktu dan metode belajar secara efektif.

Sejumlah pesan disampaikan, mulai dari strategi menghadapi ujian semester hingga pentingnya membangun budaya belajar bersama.

Menurut Ustaz Mukhtar, sapaan akrabnya, pola belajar kolektif melalui diskusi dan saling menguatkan lebih efektif dibandingkan belajar secara individual yang berlebihan. Kebersamaan dinilai menjadi salah satu faktor penting keberhasilan studi di Al-Azhar.

“Kesuksesan di Al-Azhar bukan hanya ditentukan oleh kecerdasan, tetapi juga oleh kedisiplinan, kesungguhan, dan kebersamaan dalam belajar,” ujarnya.

Acara ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Ustaz Shohib Muttaqin, Lc., M.Pd., dengan harapan para mahasiswa diberikan keberkahan ilmu, kelancaran studi, serta keselamatan selama menempuh pendidikan di Mesir.

Usai acara, kegiatan dilanjutkan dengan ramah tamah bersama seluruh mahasiswa baru. Hidangan makanan khas Mesir disajikan sebagai penutup, sekaligus menjadi sarana mempererat ukhuwah antarmahasiswa Al-Azhar binaan eLKISI. (#)

Sumber berita : https://tagar.co/mahasiswa-baru-al-azhar-asal-elkisi-ikuti-pembekalan-akademik-dan-spiritual/

eLKISI Football Academy Bekerja Sama Dengan Mojosari Putra FC Siap Arungi Liga 4 Jawa Timur 2025

0

Mojokerto, 7 Desember 2025 – Menyongsong gelaran Liga 4 Jawa Timur 2025, eLKISI Football Academy (Mojosari Putra FC) resmi mengumumkan kesiapan mereka untuk bersaing di kasta amatir regional tersebut.

Klub binaan Pondok Pesantren eLKISI Mojokerto itu menegaskan tekadnya untuk tampil lebih kompetitif dan menjadi wadah pembinaan talenta muda yang terstruktur.

Pelatih Kepala, Nono Sri Hartowo, mengatakan bahwa persiapan tim sudah memasuki tahap final. Tim telah menjalani rangkaian program latihan intensif selama dua bulan, mulai dari pembentukan fisik, pemahaman taktik, hingga beberapa laga uji coba melawan klub lokal Mojokerto dan sekitarnya.

“Kami bukan hanya ingin berpartisipasi, tapi memberikan penampilan terbaik di Liga 4 Jawa Timur. Target utama kami adalah mengembangkan pemain muda dalam lingkungan kompetitif yang sehat, sembari berusaha menembus fase-fase penting kompetisi,” ujarnya.

Potret Latihan Tim eLKISI FOOTBALL ACADEMY (Mojosari Putra FC) di Lapangan eLKISI Edupark Ponpes eLKISI

Skuad eLKISI F.A (Mojosari Putra) didominasi oleh pemain berusia 17–20 tahun, beberapa berasal dari santri yang mengikuti program akademi sepak bola di pesantren.

Direktur eLKISI Football Academy, Moh. Fredy Widyanto menegaskan bahwa keberangkatan mereka menuju Liga 4 bukan sekadar proyek olahraga, tetapi bagian dari misi pendidikan karakter di pesantren.

“Sepak bola menjadi sarana pembinaan akhlak, kedisiplinan, dan kerja sama. Kami berharap para pemain tidak hanya berkembang sebagai atlet, tetapi juga sebagai pribadi yang kuat dan bertanggung jawab,” ujarnya.

eLKISI F.A (Mojosari Putra) tergabung dalam Grup B Liga 4 Kapal Api Piala Gubernur Jawa Timur 2025 bersama Persema Malang, Blayu FC (Malang) dan Triple’s (Kediri). Laga perdana akan melawan Persema Malang, Senin 8 Desember 2025 (besok, red) di Lapangan ARG Soccer Field Kabupaten Malang. [jo]

Ponpes eLKISI Lepas 87 Santri Azhari dan Markaz Lughoh untuk Kuliah di Universitas Al Azhar Mesir

0

Mojokerto, 6 Desember 2025 — Pondok Pesantren Islamic Center eLKISI kembali mencatatkan prestasi membanggakan. Sebanyak 87 santri dari Pesantren Inernasional Azhari eLKISI dan Markaz Lughoh eLKISI resmi dilepas untuk melanjutkan studi ke Universitas Al-Azhar, Mesir, salah satu pusat pendidikan Islam tertua dan paling bergengsi di dunia.

Acara pelepasan yang digelar di Masjid Agung Ponpes eLKISI dihadiri oleh Kepala Kemenag Kabupaten Mojokerto Bapak Muttakin, M.Ag, para pengasuh, jajaran asatidzah dan wali santri.

Acara berlangsung khidmat dan penuh haru. Para santri, yang telah menempuh masa pembinaan intensif selama bertahun-tahun, diberangkatkan setelah melalui serangkaian seleksi akademik dan kelayakan administrasi untuk bisa diterima di Universitas Al-Azhar Cairo Mesir.

Suasana Pelepasan di Masjid Agung eLKISI

Salah satu Pengasuh Ponpes eLKISI Kiai Haji Mudjib Adurrahman dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan bangga atas keberhasilan angkatan tahun ini. Menurutnya, pelepasan 87 santri sekaligus menunjukkan komitmen pesantren dalam mencetak kader ulama muda yang siap berkiprah di kancah internasional.

Kiai Haji Mudjib Abdurrahman Pengasuh Ponpes eLKISI

“Kita patut bersyukur, karena hari ini kita bisa memberangkatkan 87 santri. Ini sebuah prestasi dan rahmat yang luar biasa. Saya berpesan kepada anak-anak untuk tetap tunjukkan adab yang baik dimanapun berada, tunjukkan kalau santri eLKISI adalah santri yang terbaik.”, Ujar Kiai Mudjib.

Kepala Kemenag Kabupaten Mojokerto dalam sambutannya juga merasa bangga dan mengapresiasi capaian santri Ponpes eLKISI ini.

Sambutan Kepala Kemenag Kabupaten Mojokerto Bapak Muttakin, M.Ag

“Alhamdulillah, meskipun Ponpes eLKISI berdiri belum terlalu tua, tetapi Alumninya sudah luar biasa. Tidak hanya yang kuliah di luar negeri tapi juga banyak yang diterima di Perguruan Tinggi Negeri. Saya berharap kepada anak-anak tetap menjaga adab dan sopan santun di negeri orang. Ini kesempatan yang luar biasa, karena tidak semua santri bisa berangkat ke Al Azhar” Ujar Bapak Muttakin.

Dengan keberangkatan tahun ini, Ponpes eLKISI menambah daftar panjang alumninya yang berhasil menembus Universitas Al-Azhar. Pesantren berharap capaian ini menjadi motivasi bagi santri-santri lainnya untuk terus berprestasi dalam bidang akademik maupun ulumuddin.

Syaikh Magdy Mab’uts Al Azhar untuk eLKISI

Acara pelepasan ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Kiai Haji Chamim Thohari. Dilanjutkan dengan salam perpisahan, serta pembekalan terakhir bagi para santri sebelum resmi meninggalkan tanah air. Semangat dan optimisme tampak jelas pada wajah para calon mahasiswa baru Al-Azhar tersebut, menandai awal perjalanan baru mereka menuntut ilmu di Negeri Seribu Menara. [jo]

#ponpeselkisi #santrielkisi #santriazharielkisi #markazlughohelkisi #ppdbelkisi #psbelkisi #penerimaansantribaruelkisi #pesantrenterbaikdimojokerto #pesantrenterbaikdijawatimur #alazharmesir #universitasalazhar

Pra Raker XIII eLKISI Hari Ke-2: Fokus Penyusunan Program Setiap Lembaga untuk Tahun Ajaran Mendatang

0

Mojokerto, 4 Desember 2025 — Pelaksanaan Pra Rapat Kerja (Pra Raker) XIII eLKISI memasuki hari kedua dengan agenda utama penyusunan program kerja tiap lembaga untuk tahun ajaran yang akan datang.

Penyusunan Program Lembaga SMP eLKISI

Dalam penyusunan program ini dibagi tiap-tiap lembaga mulai KB-TK hingga Perguruan Tinggi. Kegiatan ini didiskusikan di tempat masing-masing yang telah disediakan. Dalam hal ini kepala masing-masing lembaga menjadi penanggung jawab.

Penyusunan Program Lembaga SMA eLKISI

Suasana diskusi berlangsung dinamis. Setiap lembaga memaparkan evaluasi kinerja tahun sebelumnya, kemudian melanjutkan dengan penyusunan rencana program yang lebih terarah, terukur, dan sesuai dengan visi pengembangan institusi.

Penyusunan Program Lembaga SDAI Internasional eLKISI

Ketua Pelaksana Pra Raker XIII eLKISI, Dr. Ahmad Kuncoro, M.Kom menyampaikan bahwa fokus utama tahun ini adalah optimalisasi mutu pendidikan, penguatan lulusan santri eLKISI ke Perguruan Tinggi Negeri, Layanan Kesehatan dan Program Internasionalisasi menuju santri eLKISI unggul 2045.

Penyusunan Program Lembaga Pesantren Internasional Azhari

“Kami mendorong setiap lembaga untuk menyusun program yang inovatif dan relevan dengan kebutuhan zaman, namun tetap berpegang pada nilai-nilai dasar dan ciri khas Ponpes eLKISI,” ujarnya.

Antusiasme Para Peserta Pra Rapat Kerja menyimak paparan program tiap lembaga

Setelah tiap lembaga menyusun masing-masing program untuk tahun depan, kemudian dipaparkan di hadapan peserta Pra Raker yang dihadiri oleh beberapa pengasuh dan pengurus yayasan Ponpes eLKISI.

Para peserta terlihat antusias memberikan masukan serta mengajukan usulan program yang dinilai mampu menjawab tantangan tahun ajaran mendatang. Diskusi yang terbuka dan komunikatif diharapkan menghasilkan rencana kerja yang realistis sekaligus progresif. [jo]

Kiai Fathur Rohman Beri Arahan Peserta Pra Raker XIII eLKISI Langsung dari Mekkah

0

Mojokerto (3/12/2025) — Suasana Pra Rapat Kerja (Pra Raker) XIII eLKISI berlangsung khidmat ketika para peserta mendapatkan arahan langsung dari Kiai Fathur Rohman yang saat ini tengah menjalankan ibadah umroh.

Melalui sambungan daring, beliau menyampaikan pesan penting mengenai arah gerak dakwah, penguatan lembaga, serta peningkatan kualitas pelayanan umat.

Peserta Pra Raker Mendengarkan Arahan dari Kiai Fathur Rohman

Dalam kesempatan tersebut, Kiai Fathur Rohman menegaskan bahwa momentum Pra Raker XIII eLKISI ini harus dimanfaatkan untuk merumuskan strategi yang lebih matang dan terukur.

“Raker bukan hanya agenda tahunan, tetapi ini yang akan menentukan bagaimana lembaga ini berjalan dalam setahun ke depan. Pastikan setiap program berdampak nyata bagi umat,” ujarnya dalam pengarahan yang disimak seluruh peserta dengan penuh perhatian.

Beliau juga menekankan pentingnya menjaga kekompakan dan menguatkan ruh perjuangan. Keberadaan beliau di Mekkah disebut sebagai kesempatan untuk sekaligus mendoakan kemajuan eLKISI.

“Di tempat yang mustajab ini, saya mendoakan agar seluruh pengurus diberi keikhlasan, kesehatan, dan kekuatan dalam mengemban amanah,” tambahnya.

Ustadz Shohibul Muttaqin, L.c., M.Pd Wakil Kepala Pesantren Internasional Azhari
Ustadz Gunanto Amintoko, M.Pd Kepala SMA eLKISI

Sementara itu, Waka Pesantren Internasional Azhari Ustadz Shohibul Muttaqin, Lc., M.Pd. dan Kepala SMA eLKISI Ustadz Gunanto Amintoko, M.Pd menyampaikan bahwa arahan langsung dari Kiai Fathur Rohman memberikan semangat tersendiri bagi peserta.

Meski disampaikan dari jarak jauh, pesan beliau dinilai sangat relevan dalam memperkuat visi dan misi lembaga.

Pra Raker XIII ini menjadi tahap awal sebelum Raker utama digelar, dengan fokus pada evaluasi program tahun sebelumnya serta penyusunan rencana strategis tahun mendatang. [jo]

Pra Rapat Kerja ke-13 Ponpes eLKISI: Menuju Santri eLKISI Unggul di 2045

0

Mojokerto, (3/12/2025) — Pondok Pesantren Isalmic Center eLKISI menggelar Pra Rapat Kerja (Pra-Raker) ke-13 pada Rabu (3/12/2025) sebagai tahap awal penyusunan program strategis tahunan.

Doktor Kuncoro Panitia Pra Raker eLKISI XIII

Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi seluruh jajaran pimpinan, asatidz, dan karyawan untuk memperkuat arah pembangunan pesantren menuju visi besar “Santri eLKISI Unggul di 2045”.

Kegiatan yang berlangsung di ruang briefing Ponpes eLKISI ini dibuka oleh Dr. Ahmad Kuncoro, M.Kom selaku ketua panitia kemudian pengarahan oleh Kiai Chamim Thohari (Pengasuh Ponpes eLKISI) dilanjutkan dengan pemaparan evaluasi program 2024–2025 oleh masing-masing lembaga mulai dari KB-TK eLKISI hingga Perguruan Tinggi Institut eLKISI.

Kiai Haji Chamim Thohari Pengasuh Ponpes eLKISI Membuka Acara Pra Raker XIII eLKISI

Dalam kesempatan yang sama, salah satu pengurus yayasan eLKISI Dr. Hairul Warizin, M.M menegaskan pentingnya sinergi seluruh divisi dalam menyiapkan kurikulum dan sistem pembinaan yang lebih adaptif, modern, dan berorientasi pada penguatan karakter.

“Tahun 2045 adalah momentum Indonesia Emas, dan eLKISI harus menjadi bagian dari lahirnya generasi unggul itu. Santri kita harus kuat dalam akidah, maju dalam ilmu, dan terampil dalam keterampilan abad 21,” tegas Hairul.

Doktor Hairul Warizin Pengasuh Ponpes eLKISI Memberi Arahan ke Peserta Pra Raker

Fokus Penguatan Program 2026

Dalam Pra-Raker ke-13 ini, beberapa program prioritas mulai digodok untuk kemudian diputuskan pada Rapat Kerja Utama, di antaranya:
1. Penguatan lulusan Santri eLKISI untuk masuk Perguruan Tinggi Negeri
2. Layanan kesehatan 24 Jam untuk santri dan masyarakat sekitar
3. Internasionalisasi Program Menuju Santri eLKISI Unggul 2045

Suasana Forum Pra Raker XIII eLKISI

Kegiatan ditutup dengan pembagian komisi untuk menyusun draft rekomendasi yang akan dibawa ke Rapat Kerja ke-13 dalam waktu dekat.

Dengan semangat perubahan dan pembaruan, Pra-Raker ini menjadi pondasi penting untuk memastikan Ponpes eLKISI terus melahirkan santri-santri unggul, berkarakter kuat, dan siap berkontribusi bagi Indonesia menuju 2045. [jo]

Membangun Masa Depan dengan eLKISI Award 2025

0

Jawa Timur – eLKISI Award 2025 telah membuktikan dirinya sebagai salah satu ajang kompetisi bergprestasi yang paling dinamis di Jawa Timur. Dengan diikuti oleh lebih dari 2000 peserta dari berbagai wilayah, kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen Ponpes eLKISI dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan membentuk generasi yang unggul dan berprestasi.

Penambahan kompetisi bidang olahraga seperti futsal, basket, dan sepak bola menjadi salah satu inovasi yang dilakukan oleh panitia untuk meningkatkan partisipasi dan semangat para santri. Selain itu, kompetisi akademik seperti tahfidz, olimpiade hadits, dan olimpiade bahasa arab juga menjadi ajang yang sangat dinantikan oleh para peserta.

Kegiatan ini juga menjadi kesempatan bagi para santri untuk menunjukkan kemampuan dan bakat mereka, serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan dan olahraga. Dengan adanya kegiatan seperti eLKISI Award, diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan dan membentuk generasi yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia.

Panitia, Ust Gunanto, menyampaikan bahwa kegiatan berjalan lancar dan baik berkat kerja sama semua pihak, baik asatidz ataupun santri. Semoga kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut dan menjadi tradisi yang baik di Ponpes eLKISI.

Revitalisasi Ilmu Hadis di Era Digital, Ponpes eLKISI Mojokerto Ambil Bagian dalam Muktamar Ilmu Hadis 2025

Mojokerto, 9 Oktober 2025 — Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Sunan Ampel Surabaya sukses menggelar Muktamar Ilmu Hadis 2025 dengan tema “Revitalisasi Ilmu Hadis di Era Digital: Antara Otoritas Ulama dan Algoritma Teknologi” pada Selasa, 8 Oktober 2025. Acara bergengsi ini berlangsung di Lantai 9 Gedung Tengku Ismail Yakub dan dihadiri oleh para akademisi, mahasiswa, serta perwakilan pesantren dari berbagai daerah, termasuk Pondok Pesantren eLKISI Mojokerto yang diwakili oleh Nailul Rohmatul Muwafaqoh.

Dalam sambutannya, Prof. Akh. Muzakki, M.Ag., Grap.Dip.SEA., M.Phil., Ph.D., selaku Rektor UIN Sunan Ampel Surabaya, menegaskan bahwa muktamar ini merupakan bagian dari upaya ihya’ ‘ulumuddin—menghidupkan kembali tradisi keilmuan Islam klasik di tengah era digital. “Ilmu hadis adalah jantung peradaban Islam. Di tengah gempuran teknologi, peran ulama dan akademisi sangat penting untuk menjaga kemurnian dan relevansinya,” ujarnya.

Empat narasumber utama hadir dalam forum ini:

  1. Prof. Dr. H. Idri, M.Ag. (UIN Sunan Ampel Surabaya)
  2. Prof. Dr. Saifudin Zuhri Qudsy, S.Th.I., M.A. (UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta / Ketua Asosiasi Ilmu Hadis)
  3. Prof. Dr. Hj. Umma Faridah, Lc., M.A. (UIN Sunan Kudus)
  4. Prof. Dr. Phil. Kamaruddin Amin, M.A. (Sekretaris Jenderal Kementerian Agama RI)
Para pemateri dalam acara Revitalisasi Ilmu Hadis di Era Digital

Dalam pemaparannya, Prof. Idri menekankan bahwa ilmu hadis memiliki posisi yang sangat vital karena berkaitan langsung dengan sumber kedua ajaran Islam setelah Al-Qur’an. “Tanpa pemahaman hadis yang benar, arah keagamaan umat bisa kabur,” tegasnya.

Sementara itu, Prof. Saifudin Zuhri Qudsy mengajak para akademisi dan mahasiswa untuk menjadikan ilmu hadis lebih menarik bagi generasi muda. “Tugas kita adalah memperkenalkan ilmu hadis dengan cara yang relevan dengan dunia digital agar diminati oleh remaja masa kini,” tuturnya.

Senada dengan itu, Prof. Umma Faridah menyoroti fenomena penyebaran potongan hadis di media sosial. Menurutnya, meskipun hal tersebut menunjukkan semangat dakwah, tetap diperlukan penjelasan singkat dan konteks yang benar. “Hadis yang tersebar di media sosial harus disertai penjelasan ilmiah agar tidak disalahpahami secara tekstual,” jelasnya.

Prof. Kamaruddin Amin menutup sesi dengan membagikan pengalamannya dalam mempelajari ilmu hadis di Eropa serta memberikan sudut pandang berbeda dalam meneliti sanad dan matan hadis.

Kehadiran Ponpes eLKISI Mojokerto dalam acara ini menegaskan komitmen pesantren terhadap pengembangan ilmu hadis di era digital. Melalui perwakilannya, Nailul Rohmatul Muwafaqoh, pondok pesantren tersebut turut berpartisipasi aktif dalam diskusi dan memperkuat jejaring keilmuan dengan berbagai lembaga pendidikan Islam di Indonesia.

Muktamar Ilmu Hadis 2025 menjadi momentum penting dalam mempertemukan otoritas ulama dan kecanggihan teknologi untuk memastikan ajaran hadis tetap hidup, relevan, dan membimbing umat di tengah derasnya arus informasi digital. (NAI)

Foto Bersama seluruh peserta Revitalisasi Ilmu Hadis di Era Digital