Mahasiswa Markaz Lughah eLKISI Ikuti Muhadharah Pengenalan Al-Azhar dan Manhaj Keilmuan Al-Azhar

Mahasiswa Markaz Lughah ELKISI mengikuti muhadharah pengenalan Al-Azhar dan manhaj Al-Azhar di Kairo Mesir bersama Dr. Hasan Ibrahim Yahya
Mahasiswa Markaz Lughah ELKISI mengikuti muhadharah pengenalan Al-Azhar dan manhaj Al-Azhar di Kairo Mesir bersama Dr. Hasan Ibrahim Yahya

Kairo, 4 Agustus 2026 — Dalam rangka mengisi masa liburan perkuliahan dengan kegiatan akademik dan penguatan wawasan keislaman, mahasiswa Markaz Lughah ELKISI yang sedang menempuh persiapan studi di Universitas Al-Azhar mengikuti kegiatan Muhadharah Pengenalan Al-Azhar dan Manhaj Al-Azhar.

Kegiatan ilmiah tersebut diselenggarakan pada Selasa, 4 Agustus 2026, bertempat di Qa’ah Ijtima’at Markaz Tathwir, Kairo, Mesir. Muhadharah ini menjadi salah satu agenda pembinaan mahasiswa untuk mengenalkan sejarah, visi keilmuan, serta karakteristik metodologi pendidikan Islam yang diterapkan oleh Al-Azhar sebagai salah satu pusat keilmuan Islam tertua di dunia.

Kegiatan tersebut menghadirkan pemateri Dr. Hasan Ibrahim Yahya, yang menyampaikan materi mengenai sejarah perkembangan Al-Azhar, peran strategisnya dalam dunia Islam, serta prinsip-prinsip utama manhaj keilmuan Al-Azhar dalam menjaga kesinambungan tradisi keilmuan Islam.

Mengenal Sejarah dan Peran Al-Azhar dalam Dunia Islam

Dalam pemaparannya, Dr. Hasan Ibrahim Yahya menjelaskan perjalanan sejarah Al-Azhar dan berbagai lembaga keilmuan yang berada di bawah naungannya, termasuk Hai’ah Kibar al-‘Ulama dan Majma’ al-Buhuts al-Islamiyyah.

Kedua lembaga tersebut memiliki peran penting dalam pengembangan pemikiran Islam, penguatan kajian keislaman, serta memberikan respons ilmiah terhadap berbagai persoalan kontemporer yang dihadapi umat Islam.

Menurut beliau, Al-Azhar tidak hanya berfungsi sebagai lembaga pendidikan, tetapi juga memiliki misi dakwah yang bersifat universal. Sejak berdirinya, Al-Azhar berkomitmen menghadirkan pendidikan Islam yang menggabungkan kedalaman ilmu, keluasan wawasan, dan nilai-nilai moderasi dalam beragama.

Manhaj Al-Azhar: Menghargai Perbedaan dan Kekayaan Khazanah Islam

Salah satu pembahasan utama dalam muhadharah tersebut adalah karakteristik manhaj Al-Azhar yang menekankan prinsip ta’addudiyyah madzhabiyyah wa fikriyyah atau keberagaman mazhab dan pemikiran.

Dr. Hasan menjelaskan bahwa mahasiswa Al-Azhar tidak hanya mempelajari satu perspektif keilmuan, tetapi juga dikenalkan dengan berbagai mazhab fikih serta khazanah intelektual Islam yang berkembang sepanjang sejarah.

Pendekatan tersebut bertujuan membangun sikap ilmiah, terbuka, dan menghargai perbedaan pendapat selama masih berada dalam koridor keilmuan Islam.

“Keberagaman pandangan dalam tradisi Islam merupakan bagian dari kekayaan intelektual yang harus dipahami dengan sikap ilmiah dan penuh penghormatan,” jelas Dr. Hasan dalam pemaparannya.

Menjaga Turats sebagai Warisan Intelektual Islam

Selain membahas sejarah dan metodologi pendidikan Al-Azhar, Dr. Hasan juga menjelaskan pentingnya memahami kedudukan turats Islam dalam perkembangan ilmu keislaman.

Beliau menerangkan bahwa turats merupakan hasil karya dan ijtihad para ulama terdahulu yang menjadi warisan intelektual penting bagi generasi setelahnya. Turats menjadi salah satu instrumen dalam memahami persoalan keagamaan dan mengembangkan ilmu Islam sesuai kebutuhan zaman.

Namun demikian, beliau menegaskan bahwa Al-Qur’an dan As-Sunnah bukan bagian dari turats, melainkan sumber utama ajaran Islam yang berasal dari wahyu Allah SWT.

Pemahaman terhadap turats harus dilakukan secara proporsional dengan tetap menjadikan Al-Qur’an dan As-Sunnah sebagai landasan utama dalam memahami agama.

Memahami Hakikat Agama sebagai Petunjuk Kehidupan

Pada akhir penyampaian materi, Dr. Hasan menjelaskan bahwa agama merupakan petunjuk ilahi yang bertujuan membawa manusia menuju kemaslahatan kehidupan dunia dan kebahagiaan akhirat.

Agama tidak hanya dipahami sebagai seperangkat aturan, tetapi juga sebagai pedoman yang membimbing manusia dalam membangun hubungan dengan Allah SWT, sesama manusia, dan lingkungan sekitar.

Muhadharah ini berlangsung dengan penuh antusias. Para mahasiswa Markaz Lughah ELKISI mengikuti kegiatan secara aktif melalui sesi penyampaian materi dan diskusi ilmiah.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan semakin memahami identitas dan karakter keilmuan Al-Azhar, mengenal manhaj moderat yang menjadi ciri khasnya, serta mampu mempersiapkan diri sebagai generasi akademisi Muslim yang memiliki wawasan luas dan pemahaman keislaman yang mendalam. (ap)