Home Blog

Lebaran Pertama di Negeri Orang: Kisah Alya, Santri eLKISI yang Menemukan Keluarga Baru di Libya

0

Suasana Hari Raya Idulfitri di Libya memiliki nuansa yang sedikit berbeda dibandingkan dengan di Indonesia. Jika di tanah air umat Muslim umumnya melaksanakan Salat Id secara berjamaah di tanah lapang, di Libya kami melaksanakannya di dalam masjid. Hal ini karena kami berada di lingkungan kulliyah—yang jika dibayangkan, suasananya mirip seperti di pesantren, di mana seluruh fasilitas sudah tersedia dalam satu kawasan.

Pelaksanaan Salat Idulfitri dimulai pada pukul 07.45 waktu setempat. Setelah salat selesai, kami saling bersalaman dan bermaafan dengan para mahasiswi dari berbagai negara, seperti Thailand, Nigeria, Madagaskar, serta beberapa negara lain di Afrika. Momen tersebut kemudian diabadikan dengan sesi foto bersama sebagai kenang-kenangan Hari Raya.

Mahasiswa Indonesia yg tergabung dalam KKMI (Kesatuan Keluarga Mahasiswa Indonesia)

Usai salat, Mahasiswa Indonesia yang tergabung dalam KKMI (Kesatuan Keluarga Mahasiswa Indonesia) Libya juga melaksanakan foto bersama. Kegiatan ini dilanjutkan dengan sesi foto kelompok, baik berdasarkan angkatan, daerah asal, maupun organisasi, seperti PCINU dan PCI Muhammadiyah.

Pada hari Ahad, 22 Maret 2026, seluruh Mahasiswa Indonesia di Libya—baik yang menempuh pendidikan di Tripoli (Kulliyah Dakwah Islamiyah) maupun di Zliten (Al-Asmariyah Al-Islamiyah)—mendapat undangan dari KBRI Tripoli untuk menghadiri acara Silaturahim dan Doa Bersama Masyarakat Indonesia di Libya. Acara ini diselenggarakan di Wisma KBRI Tripoli dan dihadiri oleh mahasiswa Indonesia, staf KBRI Libya, serta Warga Negara Indonesia (WNI) diaspora yang berada di Libya.

Acara berlangsung dari pukul 10.00 hingga 15.00 dan dimeriahkan dengan berbagai penampilan, di antaranya hadrah dari perwakilan PCINU, atraksi Tapak Suci dari PCIM Zliten, pembacaan puisi, hingga pertunjukan sulap. Suasana acara terasa hangat, meriah, dan penuh kekeluargaan, seolah-olah kami sedang berlebaran bersama keluarga sendiri di tanah air. Rangkaian kegiatan ditutup dengan makan bersama dengan menu khas Libya, yaitu nasi briyani.

Pada sore harinya, kami juga mendapat undangan dari Perkumpulan Mahasiswi Thailand untuk melaksanakan silaturahim dan makan bersama. Dalam kesempatan tersebut, kami disuguhi berbagai hidangan khas Thailand, seperti mi goreng, salad sayur dengan saus kacang khas Thailand, dimsum, serta smoothies stroberi.

Makan bersama Mahasiswi Thailand dengan menu khas Thailand

Penulis : Alya Azzaroul Azizah (Alumni eLKISI, Mahasiswa Kulliyah Dakwah Islamiyah, Tripoli – Libya)

Seluruh Mahasiswa Indonesia diundang KBRI Tripoli di Wisma KBRI , baik di Tripoli (Kulliyah Dakwah Islamiyah) maupun di Zliten (Al-Asmariyah Al-Islamiyah) pada Acara Silaturrahim dan doa bersama Masyarakat Indonesia di Libya

Syiar Idul Fitri Mahasantri Markaz Lughoh ELKISI di New Cairo: Harmoni Ibadah, Ukhuwah, dan Keindahan Kota

0

Pada hari Jumat, 20 Maret 2026, suasana penuh kebahagiaan dan keberkahan menyelimuti para mahasantri Markaz Lughoh ELKISI dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri. Momentum yang dinanti-nantikan setelah sebulan penuh berpuasa ini diwujudkan dengan pelaksanaan Shalat Idul Fitri secara berjamaah di Masjid Jami’ Al-Kabir, Bimadinaty, yang terletak di kawasan New Cairo.

Sejak dini hari, semangat telah terpancar dari wajah para mahasantri. Pada pukul 04.30 waktu Kairo, mereka telah bersiap dan berkumpul untuk memulai perjalanan. Dengan menggunakan empat unit kendaraan coaster, rombongan berangkat bersama, didampingi oleh para musyrif dan musyrifah: Ustaz Usama Nabhan, Lc., Ustaz Hisyam Alamsyah, Ustazah Elly, dan Ustazah Haqqiyah, Lc., Dipl., yang dengan penuh perhatian membersamai perjalanan tersebut.

Perjalanan menuju lokasi shalat yang memakan waktu kurang lebih 40 menit terasa begitu istimewa. Di sepanjang jalan, para mahasantri disuguhi panorama keindahan kota New Cairo yang tertata rapi—hamparan taman-taman hijau yang luas, pepohonan yang asri, serta air mancur yang menghiasi sudut-sudut kota, menciptakan suasana yang menenangkan sekaligus membangkitkan rasa syukur. Udara pagi yang sejuk semakin menambah kekhusyukan hati dalam menyambut hari kemenangan.

Setibanya di Masjid Jami’ Al-Kabir, para mahasantri segera mempersiapkan diri untuk melaksanakan Shalat Idul Fitri. Shalat dimulai pada pukul 06.20 waktu setempat, dengan suasana yang khidmat dan penuh kekhusyukan. Bertindak sebagai imam sekaligus khatib adalah Syekh Mahmud Al-‘Abidi Al-Azhari, yang juga merupakan imam masjid tersebut.

Dalam khutbahnya, beliau menyampaikan pesan yang sarat makna dan menyentuh hati:

إن العيد نعمة، وإن الفرح والسرور فيه سنة، وإن صلة الأرحام فيه” رحمة، وإن الصدقة فيه القربة، وإدخال السرور على البسطاء والأبناء والفقراء سعادة تملأ الكون حبًا وسلامًا وبهجة.”

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa Idul Fitri bukan hanya tentang kegembiraan semata, tetapi juga tentang memperkuat nilai-nilai kasih sayang, kepedulian sosial, serta mempererat hubungan antarsesama. Hari raya adalah momentum untuk menyebarkan kebahagiaan, khususnya kepada mereka yang membutuhkan, sehingga tercipta masyarakat yang penuh cinta, kedamaian, dan kebersamaan.

Usai pelaksanaan shalat, para mahasantri tidak menyia-nyiakan kesempatan berharga untuk mengabadikan momen kebersamaan dengan Syekh Mahmud Al-‘Abidi Al-Azhari. Sesi foto bersama ini menjadi kenangan indah yang akan selalu dikenang sebagai bagian dari perjalanan menuntut ilmu di negeri para ulama.

Setelah rangkaian kegiatan di masjid selesai, rombongan kembali ke markaz dengan penuh rasa syukur dan kebahagiaan. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan acara halal bihalal yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Para mahasantri bersama musyrif dan musyrifah saling berjabat tangan (tashāfuh), saling memaafkan, serta mempererat kembali tali ukhuwah Islamiyah yang telah terjalin.

Momen ini menjadi sangat bermakna, karena tidak hanya menjadi simbol berakhirnya Ramadhan, tetapi juga menjadi awal yang baru untuk memperbaiki diri, memperkuat persaudaraan, dan menumbuhkan semangat kebersamaan dalam menuntut ilmu.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan nilai-nilai Idul Fitri—yakni kebersihan hati, keikhlasan, kepedulian, dan persatuan—dapat terus tertanam dalam diri setiap mahasantri, serta menjadi bekal dalam perjalanan mereka sebagai penuntut ilmu dan calon penerus dakwah di masa yang akan datang.

Idul Fitri bukan sekadar perayaan, melainkan momentum untuk kembali kepada fitrah—dengan hati yang bersih, jiwa yang tenang, serta tekad yang kuat untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

Penulis : Gus Raffa

Gema Takbir di Bumi eLKISI: Ucapan Selamat Idul Fitri 1447 H dari Pimpinan dan Keluarga Besar

0

MOJOKERTO – Seiring dengan berakhirnya bulan suci Ramadhan yang penuh keberkahan, gema takbir kini mulai berkumandang, menandakan tibanya hari kemenangan. Keluarga Besar Pondok Pesantren Islamic Center eLKISI dengan penuh rasa syukur memanjatkan doa dan harapan terbaik bagi seluruh santri, wali santri, asatidzah, serta seluruh umat Muslim di mana pun berada.

Pesan Kesucian di Hari yang Fitri

Direktur Pondok Pesantren Islamic Center eLKISI beserta seluruh jajaran pengurus menyampaikan:

“Alhamdulillah, kita telah sampai di penghujung Madrasah Ramadhan. Semoga segala amal ibadah, tilawah, dan sujud kita diterima oleh Allah SWT. Idul Fitri bukan sekadar akhir dari puasa, melainkan awal dari pribadi yang lebih bertaqwa dan berakhlak karimah.”

Ucapan Resmi Keluarga Besar eLKISI

تَقَبَّلَ اللَّهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ تَقَبَّلْ يَا كَرِيْمُ

“Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriyah”

Minal Aidin wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.

Mari kita jadikan momentum 1447 H ini sebagai sarana untuk mempererat tali ukhuwah islamiyah, menyucikan hati dari segala khilaf, dan kembali kepada fitrah yang suci. Semoga semangat perjuangan dan ketaatan yang terbina selama Ramadhan tetap terjaga dalam setiap langkah kita di hari-hari mendatang.

Harapan untuk Para Santri dan Alumni

Bagi para santri yang tengah menjalankan pengabdian, yanag sedang berlibur lebaraan maupun yang sedang menempuh studi di berbagai penjuru dunia, semoga keberkahan Idul Fitri ini senantiasa menyertai langkah menuntut ilmu dan dakwah kalian.


🌐 Tetap Terhubung dengan Kami: Website: www.elkisi.com Instagram: @ponpe_elkisi

Ucapaan Selamat Idul Fitri 1447 Hijriyaah dri aaastidzah ponpes eLKISI Mojokerto

Rayakan Idul Fitri 1447 H, Angkatan Irsyadun Nahid Gelar Sholat Ied Berjamaah di New Cairo

0

Kairo, Mesir – Suasana khidmat menyelimuti Masjid Jami’ Kabir Madinti, New Cairo, saat keluarga besar Irsyadun Nahid (Angkatan ke-2 Mediator eLKISI) berkumpul untuk melaksanakan ibadah Sholat Hari Raya Idul Fitri 1447 H pada Jumat pagi (20/03/2026).

Kegiatan yang dimulai tepat pukul 06.25 waktu setempat ini menjadi momen krusial bagi para mahasiswa untuk mempererat tali silaturahmi di tengah masa studi mereka di negeri para nabi.

Berjalan Khidmat Meski Terkendala Teknis

Pelaksanaan sholat tahun ini berlangsung dengan penuh kekhusyukan. Perwakilan dari Divisi Media Irsyadun Nahid melaporkan bahwa meskipun sempat terdapat beberapa kendala teknis yang muncul di luar rencana awal, hal tersebut tidak menghambat jalannya peribadatan.

“Dengan izin Allah Ta’ala, pelaksanaan Sholat Hari Raya berjalan dengan lancar. Kendala teknis yang ada berhasil tertangani dengan baik sehingga tidak mengurangi ketertiban maupun kekhusyukan jamaah,” ujar Hisyam Alamsyah, salah satu musyrif di Mesir.

Pesan Persaudaraan di Hari Kemenangan

Melalui momentum ini, keluarga besar Irsyadun Nahid juga menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh umat Muslim, khususnya komunitas Indonesia di Mesir.

“تقبل الله منا و منكم تقبل يا كريم. Kami segenap keluarga besar Irsyadun Nahid mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal aidzin wal faidzin, mohon maaf lahir dan batin,” tulis rilis tersebut.

Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi penyemangat bagi para anggota angkatan untuk terus menjaga soliditas dan semangat belajar di bawah naungan Markaz Lughoh Elkisi. (AF)

Potret Santri Penpes eLKISI Mojokerto ynag sedaang studi di Al Azhar setelah melaksanakan Sholat Idul Fitri

Satu Perjuangan, Satu Kebanggaan: Irsyadun Nahid Matangkan Persiapan Halal BiHalal 1447 H di Kairo!

0

KAIRO, MESIR – Semangat kekeluargaan kian membara di tengah kesibukan studi para pejuang ilmu. Angkatan Irsyadun Nahid, Angkatan ke-2 Mediator Markaz Lughoh eLKISI, sukses menggelar rapat koordinasi krusial pada Selasa malam (17/03/2026).

Bertempat di Rumah Banin 3 Lantai 4, rapat yang dimulai pukul 21.30 waktu setempat ini berlangsung intens hingga larut malam. Agenda utama pertemuan ini adalah membedah secara mendalam rangkaian acara Halal BiHalal (HBH) serta persiapan teknis menyambut hari kemenangan, Idul Fitri 1447 H.

Misi “One Struggle, One Pride”

Mengusung jargon kebanggaan “One Struggle, One Pride”, panitia HBH Irsyadun Nahid berkomitmen untuk menciptakan momen Idul Fitri yang tidak hanya sekadar perayaan, tetapi juga wadah penguat ikatan emosional antaranggota angkatan di tanah perantauan.

Beberapa poin penting yang dibahas dalam rapat meliputi:

 * Finalisasi Rangkaian Acara: Menyusun alur kegiatan HBH agar lebih berkesan dan interaktif.

 * Kesiapan Logistik: Memastikan segala kebutuhan menyambut Idul Fitri di Kairo terpenuhi bagi seluruh anggota.

 * Manajemen Teknis: Pembagian tugas mendetail bagi tiap divisi panitia demi kelancaran hari-H.

Menjaga Tradisi di Tanah Azhari

Meskipun berada jauh dari kampung halaman, antusiasme panitia terlihat sangat tinggi. Rapat ini menjadi bukti nyata bahwa jarak tidak menghalangi semangat para santri eLKISI untuk menghidupkan tradisi Halal BiHalal yang kental dengan nilai-nilai maaf-memaafkan dan kebersamaan.

“Kami ingin memastikan setiap detail terencana dengan baik. Ini bukan sekadar acara kumpul-kumpul, tapi bukti satu perjuangan dan satu kebanggaan kami sebagai bagian dari Irsyadun Nahid,” ujar salah satu perwakilan panitia di lokasi.

Dengan terlaksananya rapat koordinasi ini, Irsyadun Nahid siap menyambut Idul Fitri 1447 H dengan kesiapan penuh dan semangat baru. (AF)

Munaqosyah Dimulai: Santri Kelas 9 dan 12 Ponpes eLKISI Hadapi Ujian Al Qur’an dan Hadits

0

Mojokerto, 7 Maret 2026 — Pondok Pesantren Islamic Center eLKISI resmi memulai rangkaian Munaqosyah sebagai ujian penentu kelulusan santri kelas 9 dan 12. Mengusung standar khas eLKISI yang menekankan spesialisasi hafalan hadits, ujian akhirus sanah tahun ini menilai dua aspek utama secara menyeluruh: kekuatan hafalan (hadits dan Al‑Qur’an) serta nilai adab santri selama proses pendidikan.

Fokus Ujian: Hadits, Al‑Qur’an, dan Adab

Pada Munaqosyah 2026, santri menyetorkan hafalan hadits dengan penekanan pada sanad, matan, dan pemahaman makna, diikuti setoran Al‑Qur’an yang menilai tartil, tajwid, dan ketepatan makhraj. Hasil hafalan ini disandingkan dengan nilai-nilai adab—disiplin, kepatuhan tata tertib, etika berinteraksi, dan konsistensi ibadah—untuk menetapkan keputusan kelulusan secara adil dan berimbang.

Suasana Hari Pertama: Khidmat, Tertib, dan Lancar

Sejak pagi, para santri tampak serius melakukan murajaah. Panitia menata alur ujian secara bergiliran, memastikan setiap sesi berjalan rapi, fokus, dan kondusif. Di ruang ujian, santri menghadapi pertanyaan dewan penguji dengan tenang; beberapa diminta menguraikan makna ringkas hadits, sebagian lainnya memperbaiki detail tajwid—sekaligus mendapat umpan balik yang membangun.

Apresiasi dari Pengampu

Ust. Shohibul Muttaqien, Lc, M.Pd, menyampaikan rasa syukur atas kelancaran pelaksanaan hari pertama:

“Alhamdulillah, pada hari ini adalah hari pertama Munaqosyah, dan semuanya berjalan dengan lancar. Para santri dengan lahap ‘memakan’ semua pertanyaan yang diajukan oleh dewan penguji.”

Pernyataan ini mencerminkan kesiapan santri yang ditempa melalui bimbingan intensif, rutinitas murajaah, dan penguatan mental-spiritual selama masa pendidikan.

Ujian Hafalan Hadits dan Al Qur’an
Ustadz Shohibul Muttaqien, Lc, M. Pd, disela-sela menguji santri

Mengapa Adab Disandingkan dengan Hafalan?

eLKISI menempatkan adab sebagai bingkai ilmu. Dengan menyandingkan nilai hafalan dan adab, Munaqosyah tidak hanya menilai seberapa banyak yang dihafal, tetapi juga bagaimana ilmu itu membentuk watak. Model kelulusan ini diharapkan melahirkan lulusan yang kuat hafalannya, matang akhlaknya, dan rendah hati dalam berdakwah.

Mekanisme Ujian yang Membimbing

Munaqosyah disusun berjenjang dan proporsional:

  • Setoran hadits: penyebutan sanad, pelafalan matan, dan penjelasan makna ringkas.
  • Setoran Al‑Qur’an: penilaian tartil, tajwid, makhraj, dan kesinambungan hafalan.
  • Umpan balik langsung: koreksi penguji diberikan di tempat agar santri mendapat perbaikan konkret untuk sesi berikutnya.

Pendekatan “tegas namun membimbing” ini membuat santri keluar ruangan bukan hanya membawa nilai, tetapi juga catatan perbaikan yang jelas.

Dukungan Penuh dari Pembina & Teman Sebaya

Di luar ruang ujian, musyrif/ah dan guru tahfizh aktif memberi penguatan mental. Budaya ta’awun (saling membantu) tampak dalam kelompok-kelompok kecil yang meninjau ulang hafalan teman. Suasana ini mempertegas identitas eLKISI sebagai ekosistem yang kolaboratif dan menumbuhkan.

Harapan untuk Sesi Selanjutnya

Panitia menyiapkan ritme yang konsisten untuk hari-hari Munaqosyah berikutnya—menjaga kualitas pengujian sekaligus memberi ruang adaptasi bila ada kebutuhan teknis. Seluruh pihak berharap santri dapat mempertahankan performa dan menuntaskan rangkaian ujian dengan hasil terbaik.

Komitmen eLKISI: Lulusan Qur’ani, Berilmu & Beradab

Melalui Munaqosyah, eLKISI menegaskan komitmen melahirkan generasi Qur’ani yang kuat hafalan hadits dan Al‑Qur’an, tunduk pada adab, serta siap berkontribusi bagi umat. Kelulusan bukan sekadar pencapaian akademik, tetapi akumulasi karakter yang ditempa dari hari ke hari. (af)


📣 Hubungi & Ikuti Perkembangan Untuk informasi resmi, jadwal rinci, dan dokumentasi Munaqosyah 2026, silakan menghubungi panitia pesantren atau mengikuti update melalui kanal komunikasi eLKISI.
CP Panitia: (0823-3353-9899) • Email: (elkisi@gmail.com)
Alamat: Jl. Raya Mojosari–Trawas Km. 08, Mojorejo, Pungging, Mojokerto, Jawa Timur.

Anak-Anak Semakin Rajin Mengaji, Dua Dai Muda eLKISI Hidupkan Musholla Baitusyakur Selama Ramadan

0

Sidoarjo — Suasana Musholla Baitusyakur di Perumahan Unimas Garden Regency, Waru, Sidoarjo terasa lebih hidup selama bulan Ramadan tahun ini. Hal itu berkat inisiatif mulia dua dai muda dari SMA eLKISI kelas 12, Dimas Kevin Al Mudzaky dan Bagas Salman Al Farizi, yang mengadakan kegiatan belajar membaca Al‑Qur’an untuk anak-anak setiap malam setelah salat tarawih.

Kegiatan ini lahir dari kepedulian kedua dai muda tersebut terhadap anak-anak di lingkungan perumahan yang membutuhkan wadah positif selama Ramadan. Mereka memulainya dengan cara sederhana: mengajak anak-anak bermain dan berinteraksi, hingga muncul kedekatan dan rasa nyaman. Setelah tercipta suasana akrab, barulah mereka mengajak anak-anak mengikuti kegiatan belajar membaca Al‑Qur’an secara rutin.

✨ Antusiasme anak-anak terus meningkat

Setiap malam, selama kurang lebih 45 menit, anak-anak mengikuti pembelajaran membaca Al‑Qur’an dengan penuh semangat. Sejak hari pertama hingga kini, kegiatan terus berjalan tanpa henti. Metode belajar dibuat hangat, ramah, dan menyenangkan sehingga anak-anak tidak merasa terbebani.

“Alhamdulillah, anak-anak semakin aktif mengaji. Mereka punya kegiatan positif di bulan Ramadan, dan kami senang bisa memfasilitasi,” ujar salah satu dai muda.

✨ Apresiasi dari wali santri

Wali santri menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas hadirnya kegiatan ini.

“Alhamdulillah dan terima kasih atas kegiatan belajar mengaji untuk anak-anak. Dengan kegiatan ini, mereka punya aktivitas sekaligus lebih rajin mengaji selama Ramadan.”

Apresiasi tersebut menjadi semangat tambahan bagi para dai muda untuk terus melanjutkan program ini sepanjang Ramadan.

✨ Membangun lingkungan yang Qur’ani

Kegiatan sederhana ini menjadi contoh nyata bagaimana dakwah remaja dapat berpengaruh besar bagi masyarakat sekitar. Dengan pendekatan yang lembut, hangat, dan penuh perhatian, dua dai SMA eLKISI ini berhasil menumbuhkan kecintaan anak-anak pada Al‑Qur’an sejak dini. Lingkungan Musholla Baitusyakur kini tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga ruang tumbuhnya generasi Qur’ani, yang belajar membaca huruf demi huruf dengan penuh kegembiraan. (af)

SMP Muhammadiyah 6 Krian Gelar Darul Arqam Bersama Santri PDR eLKISI di Masjid Al-Muhtadin

0

Krian — SMP Muhammadiyah 6 Krian menyelenggarakan kegiatan Darul Arqam sebagai bagian dari pembinaan karakter dan penguatan ruhiyah peserta didik. Bertempat di Masjid Al‑Muhtadin, kegiatan ini menghadirkan santri PDR (Praktik Dakwah Lapangan) dari Pondok Pesantren Islamic Center eLKISI Mojokerto sebagai pendamping dan pemateri utama, selaras dengan pola pembinaan yang biasa dilakukan eLKISI dalam berbagai kegiatan dakwah dan pendidikan akhlak. [klikmu.co], [smamda.net]

Atmosfer pembinaan berlangsung hangat dan interaktif. Pendekatan dakwah yang digunakan para santri PDR eLKISI mirip dengan metode pembinaan yang tampil dalam kegiatan resmi eLKISI seperti munaqosyah—yakni terarah, beradab, dan berbasis penguatan karakter. [smamda.net]

🔹 Materi Utama: Keutamaan Lailatul Qadr oleh Abdullah Hammam Firdaus

Dalam kegiatan tersebut, sesi materi inti disampaikan oleh Abdullah Hammam Firdaus, santri kelas 11 Internasional Azhari eLKISI.
Ia membawakan kajian bertema “Keutamaan Lailatul Qadr dan Persiapan Pelajar Menyambut Malam Kemuliaan”.

Dengan gaya penyampaian khas santri eLKISI yang komunikatif dan penuh kedalaman makna—sebagaimana juga tampak dalam berbagai kegiatan dakwah eLKISI seperti munaqosyah dan seleksi tahfizh—Firdaus menjelaskan:

  • makna spiritual Lailatul Qadr,
  • keutamaannya yang lebih baik dari seribu bulan,
  • serta amalan yang harus dipersiapkan pelajar sejak dini untuk menyambutnya.

Pendekatan beliau sejalan dengan karakter santri kader ulama eLKISI yang terbiasa menyampaikan materi berbasis rujukan syar’i, sebagaimana ditunjukkan dalam kegiatan seleksi Munaqosyah Akbar 450 Hadits di eLKISI yang juga menekankan sanad, matan, dan makna dalil. [klikmu.co]

Para siswa sangat antusias, terlihat dari interaksi aktif dan pertanyaan seputar amalan yang bisa diterapkan dalam kehidupan remaja, seperti menjaga waktu shalat, membaca Al‑Qur’an harian, hingga memperbaiki adab di rumah dan sekolah.

🔹 Pembinaan Akhlak dan Praktik Ibadah

Selain materi utama, para santri PDR eLKISI juga memberikan pembinaan mengenai:

  • adab dalam pergaulan,
  • kedisiplinan sebagai pelajar,
  • praktik ibadah sesuai tuntunan syariat,
  • motivasi untuk memperbaiki diri menjelang Ramadan.

Metode pembinaan ini konsisten dengan nilai yang selalu ditekankan oleh Pengasuh eLKISI, Dr. KH. Fathur Rohman, M.Pd.I, bahwa adab adalah pilar utama pendidikan santri sebagaimana ditegaskan dalam kegiatan munaqosyah resmi eLKISI. [smamda.net]

🔹 Apresiasi Pihak Sekolah

Pihak SMP Muhammadiyah 6 Krian menyampaikan apresiasi yang besar atas kontribusi santri PDR eLKISI. Kehadiran mereka dianggap membawa warna baru dalam pembinaan siswa, karena mampu menghadirkan suasana pesantren yang hangat, disiplin, dan inspiratif.

Kerja sama ini diharapkan dapat terus berlanjut sebagai bentuk sinergi pendidikan antara sekolah formal dan pesantren, terlebih karena pembinaan karakter religius merupakan kebutuhan di tengah tantangan perkembangan zaman.

🔹 Penutup

Kegiatan Darul Arqam ditutup dengan doa bersama serta pesan moral untuk menjaga ibadah, memperkuat adab, dan memanfaatkan Ramadan sebagai ajang memperbaiki diri—sebagaimana disampaikan dalam materi Abdullah tentang keutamaan Lailatul Qadr. (Af)

Kegiatan Rutin SMAMDA Surabaya di eLKISI: Sekolah Apresiasi Sambutan dan Layanan PONPES eLKISI

0

SMA Muhammadiyah 2 Surabaya (SMAMDA Surabaya) kembali menunjukkan kepercayaannya kepada Pondok Pesantren Islamic Center eLKISI Mojokerto sebagai mitra utama dalam penyelenggaraan kegiatan pembinaan karakter siswa. Melalui agenda Darul Arqam yang berlangsung 9–11 Maret 2026, Smamda memberikan apresiasi atas sambutan hangat serta layanan optimal yang selalu diberikan oleh eLKISI. [pwmu.co]

🔹 Kerja Sama Berkelanjutan SMAMDA dan eLKISI

Sebanyak 346 siswa mengikuti kegiatan pembinaan intensif selama tiga hari penuh. Kedatangan mereka disambut langsung oleh Ustaz Dr. Khoirul Warizin, M.M., Sekretaris Yayasan eLKISI, yang mengungkapkan rasa terhormat atas kepercayaan Smamda Surabaya serta berharap kegiatan tersebut memberikan manfaat besar bagi peserta. [pwmu.co]

Pihak Smamda juga menyampaikan penghargaan mendalam terhadap kualitas layanan yang selalu diberikan oleh seluruh asatidzah dan santri eLKISI. Kepala Smamda, Mukhlasin, ST., M.Pd., menegaskan bahwa pelayanan pihak pesantren sangat membantu kelancaran kegiatan besar ini. [pwmu.co]

🗣️ Pernyataan Khusus Kepala Sekolah kepada KH. Fathur Rohman

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Sekolah Smamda Surabaya menyampaikan langsung kepada KH. Fathur Rohman, Pengasuh Ponpes eLKISI:

“Kami sangat mengapresiasi sambutan dan layanan dari seluruh asatidzah dan santri. Kami berharap kegiatan di eLKISI akan terus berlanjut pada kesempatan-kesempatan yang lain.”

Pernyataan ini mempertegas hubungan baik sekaligus menandai komitmen Smamda untuk terus menjalin kerja sama dengan eLKISI di masa mendatang.

Kepala Smamda, Mukhlasin, ST., M.Pd.,

🔹 Lingkungan Pesantren yang Kondusif dan Menyejukkan

Selama kegiatan, para siswa merasakan langsung suasana disiplin dan keteduhan lingkungan pesantren. Rutinitas ibadah berjamaah, aktivitas harian ala santri, serta atmosfer religius yang kuat memberikan kesan mendalam bagi peserta. Banyak siswa mengaku nyaman dan mendapatkan pengalaman spiritual yang baru. [smamda.net]

Kegiatan ini bahkan meninggalkan kesan unik bagi siswa pertukaran pelajar asal Prancis yang ikut serta. Ia menyampaikan kekagumannya terhadap kehidupan pesantren dan budaya Ramadan di Indonesia, terutama kebersamaan selama berpuasa dan berbuka. [smamda.net]

🔹 Pembinaan Karakter dengan Pendekatan Spiritual

Selain pelayanan yang baik, kualitas pembinaan dari pihak eLKISI juga diapresiasi oleh Smamda. Program ini mencakup kedisiplinan, pembiasaan ibadah, pendidikan karakter, hingga pengembangan mental dan spiritual yang kuat. Kegiatan seperti ini sejalan dengan visi Smamda dalam membentuk generasi yang berakhlak santun, mandiri, dan berkepribadian Islami. [smamda.net]

🔹 Kerja Sama Strategis yang Akan Terus Diperkuat

Dengan berbagai pengalaman positif dan dukungan maksimal dari pihak pesantren, Smamda Surabaya memastikan bahwa kerja sama dengan Ponpes eLKISI akan terus berlanjut sebagai program strategis dalam pembinaan karakter peserta didik.

SMAMDA Surabaya Pilih Darul Arqam di Ponpes eLKISI Mojokerto, Angkat Tema “Santun dalam Kata, Sejukkan Jiwa”

0

MOJOKERTO — SMA Muhammadiyah 2 Surabaya (Smamda) kembali menguatkan pembinaan karakter religius melalui kegiatan Darul Arqam 1447 H yang diselenggarakan di Pondok Pesantren Islamic Center eLKISI, Pungging, Mojokerto pada 9–11 Maret 2026. Kegiatan tahun ini mengangkat tema “Santun dalam Kata, Sejukkan Jiwa” dan diikuti oleh 346 hingga 350 siswa kelas XI, bersama guru pendamping serta panitia. [klikmu.co], [trobos.co]

Rombongan berangkat dari Surabaya menggunakan tujuh armada bus setelah melaksanakan salat Dhuha berjamaah. Setibanya di kompleks pesantren sekitar pukul 10.00 WIB, kegiatan dibuka dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an oleh para siswa serta sambutan dari panitia dan pimpinan sekolah. Ketua Pelaksana, Darwis Okta Effendi, menegaskan pentingnya menjaga lisan sebagai cerminan karakter sesuai tema kegiatan. [klikmu.co]

Kepala Smamda, Mukhlasin, ST., M.Pd., dalam sambutannya menekankan bahwa Darul Arqam bukan sekadar agenda rutin, tetapi sarana membentuk perubahan perilaku dan peningkatan kualitas ibadah siswa. Harapan ini disambut oleh Ustaz Dr. Khoirul Warizin, M.M., Sekretaris Yayasan eLKISI, yang menekankan manfaat pembinaan meskipun durasinya singkat. [klikmu.co]

Sambutan kepala sekolah SMAMDA Surabaya yang didampingi oleh Sekretaris YAYASAN eLKISI, Ustadz Dr. Hairul Warizien, M. Pd.,

Pada sesi materi, para siswa mendapatkan pembinaan akidah dan spiritualitas melalui tema “Spiritual Power: Sejukkan Jiwa dengan Tauhid” yang disampaikan oleh Muhammad Hidayatulloh (Cak Muhid), Kepala Pesantren Kader Ulama eLKISI. Ia mengajak siswa memahami bahwa keresahan remaja bukan semata karena masalah hidup, tetapi karena hilangnya arah dan pegangan spiritual. “Kalau Allah sudah cukup bagi kita, maka dunia tidak akan membuat kita gelisah,” tegasnya. [trobos.co]

Kegiatan juga menghadirkan sesi interaktif mengenai tantangan remaja di era digital, termasuk tekanan sosial, budaya pujian, dan ketakutan akan penilaian orang lain. Moderator Maurice Anantatoer Akbar memandu diskusi yang membantu siswa mengenali dan memperkuat karakter santun melalui fondasi tauhid yang kuat. [trobos.co]

Suasana kegiatan tahun ini semakin berwarna dengan kehadiran seorang siswa pertukaran pelajar asal Prancis yang turut mengikuti seluruh rangkaian acara. Ia menyampaikan kekagumannya terhadap suasana Ramadan dan aktivitas pesantren di Indonesia. “Berpuasa dan berbuka bersama teman-teman terasa sangat menyenangkan,” ungkapnya. [smamda.net]

Bagi para siswa, pengalaman hidup ala santri di eLKISI memberi kesan mendalam. Mereka merasakan ketenangan lingkungan pesantren serta kedisiplinan yang diterapkan dalam kegiatan harian, mulai dari qiyamul lail, makan berjamaah, hingga keseruan mengikuti materi dakwah. Sejumlah siswa mengaku mendapatkan banyak pelajaran tentang kedisiplinan, kemandirian, dan keteguhan spiritual. [pwmu.co]

Kegiatan Darul Arqam 1447 H ini diharapkan mampu mencetak generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak santun, jiwa yang sejuk, serta karakter dakwah yang kuat di era digital. (AF)

Penguatan Karakter Melalui Tema “Santun dalam Kata, Sejukkan Jiwa"

Senja Kairo Menyatukan: Ramadhan yang Menyalakan Ukhuwah di Atas Rooftop Al-Azhar

0

Halaqah yang Merapatkan Hati

Kairo, 11 Maret 2026 — Senja Ramadhan turun perlahan di Madinat Nasr. Langit Kairo menampilkan warna tembaga yang hangat, sementara angin sore menyapu lembut pelataran ma’had. Suasana terasa akrab sejak para mahasiswi Al-Azhar berkumpul untuk mengikuti kegiatan Ramadhan yang dipandu Markaz Tathwīr.

Kegiatan ini bertempat di Ma’had Al-Azhar li Ta‘līm al-Lughah al-‘Arabiyyah li al-Nāṭiqīn bihā, sekitar 1,6 kilometer dari asrama Markaz Lughah. Arahannya berasal dari Syaikh Ahmad Abdul ‘Adzim Al-Azhari, yang menekankan pentingnya pembinaan ruhani di tengah kesibukan akademik.

Sebanyak lima puluh mahasiswi mengikuti acara. Mereka berasal dari berbagai angkatan. Selain itu, para musyrif dan musyrifah juga turut hadir. Di antaranya Ustazah Haqqiya, Lc., Dipl., Ustazah Elly, Ustaz Usama Nabhan, Lc., Ustaz Hisyam, dan Ustaz Abyanrafa. Kehadiran Dr. Muhammad Baha Al-Azhari dan Dr. Muwaffaq Al-Azhari menambah semangat peserta.

Halaqah Al-Qur’an menjadi pembuka acara. Masing-masing mahasiswi duduk melingkar sambil membaca tilawah secara bergantian. Meskipun sederhana, suasananya menghangatkan hati. Lingkaran itu membuat banyak peserta merasa tidak sendirian di negeri rantau. Ukhuwah tumbuh dari ayat-ayat yang dibaca bersama.

Nasihat Ulama yang Menguatkan Ukhuwah

Syaikh Ahmad kemudian menyampaikan nasihat tentang Lailatul Qadar dan adab penuntut ilmu. Beliau menjelaskan bahwa ilmu yang bermanfaat tidak lahir dari kecerdasan semata. Sebaliknya, ia tumbuh dari ibadah malam yang dijaga dengan konsisten. Karena itulah, seorang penuntut ilmu harus memiliki sahabat yang mengingatkan dan menolongnya. Persahabatan seperti itu mampu menjaga niat tetap lurus.

Halaqoh santri eLKISI banat di Ma’had Al-Azhar li Ta‘līm al-Lughah al-‘Arabiyyah li al-Nāṭiqīn bihā, yang beralamat di Hay Sadis, Madinat Nasr, Kairo

Para peserta menyimak dengan tekun. Banyak dari mereka merasakan bahwa nasihat tersebut sesuai dengan pengalaman pribadi. Beberapa mahasiswi bahkan saling bertukar pesan motivasi setelah sesi selesai. Ukhuwah terasa semakin nyata, tidak hanya dalam kata-kata, tetapi juga dalam tindakan.

Tur Gedung yang Menyatukan Langkah

Setelah tausiyah, peserta mengikuti tur gedung ma’had. Mereka menyusuri ruang kelas dan berbagai fasilitas lain. Penjelasan disampaikan secara langsung. Karena itu, peserta mendapat gambaran lengkap tentang fungsi dan peran ma’had ini bagi pelajar dari berbagai negara.

Meskipun tur berlangsung singkat, momen kebersamaannya terasa kuat. Ada yang saling menuntun, ada yang saling mengingatkan jadwal, dan ada pula yang bertukar pengalaman belajar. Setiap langkah menumbuhkan rasa kebersamaan baru.

Rooftop: Tempat Senja dan Ukhuwah Berpelukan

Menjelang Maghrib, peserta naik ke rooftop gedung. Dari tempat itu, langit Kairo tampak memerah indah. Kamera ponsel mulai mengabadikan momen. Tawa terdengar dari berbagai arah. Beberapa mahasiswi berbagi cerita ringan. Yang lain berbicara tentang tilawah atau target Ramadhan. Meskipun hanya beberapa menit, suasananya memeluk hati dengan hangat.

Ketika azan berkumandang, kurma berpindah dari tangan ke tangan. ‘Ashir mengalirkan kesegaran. Sementara itu, nasi biryani bertabur kismis dan kofta tersaji hangat. Buka puasa kali ini terasa lebih dari sekadar makan bersama. Ia menjadi tanda bahwa ukhuwah telah tumbuh kuat. Bahkan niat ibadah pun terasa lebih ringan ketika dijalani bersama.

Menutup Malam dengan Janji Kebaikan

Malam turun pelan. Para peserta mulai berpamitan. Namun, sebelum pulang, mereka berjanji untuk menjaga halaqah dan ritme ibadah malam. Di Al-Azhar, ilmu selalu berjalan bersama adab dan persaudaraan. Oleh karena itu, kegiatan seperti ini sangat berarti. Ia menyatukan langkah, menghilangkan penat, dan memperbaharui semangat.

Acara Ramadhan ini membuktikan bahwa ummah yang kuat lahir dari ikatan ukhuwah yang dijaga bersama. Lingkaran kecil ini menjadi bagian dari kekuatan besar itu. Kairo malam itu tidak hanya menyimpan keindahan senja, tetapi juga janji persaudaraan yang kian kokoh. (ap)

di Ma’had Al-Azhar li Ta‘līm al-Lughah al-‘Arabiyyah li al-Nāṭiqīn bihā, yang beralamat di Hay Sadis, Madinat Nasr, Kairo

Ramadhan di Bumi Kairo: Halaqah Al-Qur’an, Nasihat Ulama, dan Senja yang Menghangatkan Ukhuwah

0

Kairo, 11 Maret 2026 — Sore hari di bulan Ramadhan selalu menghadirkan nuansa khusus di Kota Kairo. Langit yang perlahan berubah menjadi jingga keemasan, hembusan angin senja yang lembut, dan lantunan tilawah yang terdengar dari berbagai penjuru kota menghadirkan suasana yang menenangkan jiwa. Dalam momentum penuh keberkahan ini, terselenggara sebuah kegiatan bermakna di Ma’had Al-Azhar li Ta‘līm al-Lughah al-‘Arabiyyah li al-Nāṭiqīn bihā yang terletak di Hay Sadis, Madinat Nasr, Kairo.

Gedung yang berjarak sekitar 1,6 kilometer dari asrama Markaz Lughah itu menjadi tempat berkumpulnya para mahasiswi Markaz Lughah elKISI Banat dalam kegiatan Ramadhan yang menggabungkan halaqah Al-Qur’an, tausiyah ilmiah, tur edukasi, dan buka puasa bersama. Kegiatan ini merupakan inisiatif Markaz Tathwīr atas arahan langsung Syaikh Ahmad Abdul ‘Adzim Al-Azhari, sebagai bagian dari pembinaan ilmiah dan spiritual untuk para penuntut ilmu di lingkungan Al-Azhar.

Sekitar lima puluh mahasiswi, baik dari angkatan baru maupun angkatan sebelumnya, hadir mengikuti kegiatan ini. Mereka didampingi para musyrif dan musyrifah, di antaranya Ustazah Haqqiya, Lc., Dipl., Ustazah Elly, Ustaz Usama Nabhan, Lc., Ustaz Hisyam, serta Ustaz Abyanrafa. Hadir pula jajaran Markaz Tathwīr seperti Dr. Muhammad Baha Al-Azhari dan Dr. Muwaffaq Al-Azhari, yang memberikan dukungan serta apresiasi terhadap kegiatan pembinaan yang dinilai sangat penting bagi para ṭālibāt al-‘ilm.

Halaqoh santri eLKISI banat di Ma’had Al-Azhar li Ta‘līm al-Lughah al-‘Arabiyyah li al-Nāṭiqīn bihā, yang beralamat di Hay Sadis, Madinat Nasr, Kairo

Acara dimulai dengan halaqah Al-Qur’an. Para mahasiswi duduk melingkar, membaca dan menyimak ayat-ayat suci dengan penuh kekhusyukan. Lantunan tilawah yang menggema di dalam ruangan menghadirkan ketenangan yang sulit digambarkan dengan kata-kata. Di tengah padatnya aktivitas akademik, halaqah ini menjadi penyegar hati sekaligus pengingat bahwa ilmu yang berkah berawal dari kedekatan seorang penuntut ilmu dengan Al-Qur’an.

Setelah halaqah, Syaikh Ahmad Abdul ‘Adzim Al-Azhari menyampaikan tausiyah tentang kemuliaan Lailatul Qadar dan hubungannya dengan perjalanan seorang penuntut ilmu. Beliau menekankan pentingnya menghidupkan malam-malam Ramadhan dengan ibadah, doa, dan munajat. Menurut beliau, keberkahan ilmu sering kali lahir dari malam-malam yang dilalui dengan ketulusan, kesungguhan, dan kedekatan seorang hamba dengan Rabb-nya. Nasihat tersebut disimak dengan saksama oleh para mahasiswi, menjadi pengingat mendalam bahwa kekuatan akademik harus berjalan seiring dengan kekuatan spiritual.

Usai tausiyah, para peserta diajak berkeliling gedung Ma’had untuk mengenal lebih dekat fasilitas yang tersedia. Ruang belajar, ruang administrasi, hingga fasilitas penunjang lainnya dijelaskan fungsi dan perannya, memberikan gambaran menyeluruh mengenai pusat pembelajaran yang menjadi tujuan banyak pelajar dari berbagai negara untuk mendalami bahasa Arab.

Menjelang berbuka, para peserta diarahkan menuju rooftop gedung. Dari ketinggian ini, hamparan langit Kairo yang tengah memerah dilihat dengan jelas. Pemandangan senja Ramadhan di kota para ulama itu benar-benar memukau. Para mahasiswi tampak antusias mengabadikan momen sunset yang hangat dan syahdu, menciptakan kenangan manis yang akan sulit dilupakan. Perpaduan antara indahnya senja, suasana Ramadhan, dan kebersamaan antarpenuntut ilmu membuat suasana semakin penuh makna.

Saat azan Maghrib berkumandang, seluruh peserta berbuka bersama. Hidangan berupa nasi biryani gurih bertabur kismis, dipadukan dengan kofta, kurma, dan minuman ‘ashir yang menyegarkan, tersaji hangat di hadapan mereka. Buka puasa bersama ini bukan sekadar makan bersama, tetapi menjadi kesempatan untuk mempererat ukhuwah, saling berbagi cerita, serta menguatkan satu sama lain dalam perjalanan panjang menuntut ilmu di negeri Kinanah.

Kegiatan ini menjadi bukti bahwa menuntut ilmu di Al-Azhar tidak hanya berlangsung di ruang kelas. Pembelajaran sejati juga tumbuh melalui nasihat ulama, kebersamaan dalam ibadah, pengalaman spiritual, dan interaksi penuh nilai dengan sesama penuntut ilmu. Melalui kegiatan semacam ini, diharapkan para mahasiswi semakin mencintai Al-Qur’an, semakin dekat kepada Allah, serta memiliki ukhuwah yang kokoh di antara sesama penuntut ilmu di bumi Kairo. (US)

Santri eLKISI banat di Mesir sedang berbuka puasa bersama